Survei Indikator: Opini Publik Bergeser Dari Prioritas Kesehatan ke Ekonomi

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 21 Juli 2020 | 15:42 WIB
Survei Indikator: Opini Publik Bergeser Dari Prioritas Kesehatan ke Ekonomi
Burhanuddin Muhtadi. (Antara)

Suara.com - Lembaga survei Indikator menemukan hasil penelitian terkait opini masyarakat soal kondisi ekonomi nasional. Sebab, meskipun mayoritas responden menilai kondisinya buruk, tetapi jumlahnya berkurang. 

Dari hasil survei yang dilakukan pada 13 hingga 16 Juli 2020, sebanyak 57 persen responden mengatakan kondisi ekonomi nasional buruk dan 12,2 persen lainnya menyebut sangat buruk. Akan tetapi presentase tersebut justru menunjukkan adanya pengurangan jumlah mayoritas yang setuju kalau kondisi ekonomi nasional memburuk. 

Sebab, kalau dilihat pada Mei 2020, responden yang menganggap kondisi ekonomi nasional memburuk itu mencapai 81 persen.

"Di Bulan Juli yang mengatakan buruk atau sangat buruk itu masih sangat mayoritas tetapi dibanding Bulan Mei itu relatif turun, signifikan. Jadi dari 81 persen ke 69 persen," kata Direktur Eksekutif Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan secara virtual, Selasa (21/7/2020).

Selain itu, responden juga menjawab pertanyaan terkait kondisi ekonomi rumah tangganya. Serupa dengan pertanyaan sebelumnya, jawaban yang disampaikan itu memburuk tetapi presentasenya tidak lebih buruk dari bulan Mei. 

Sebanyak 58,5 persen responden menyebutkan ekonomi rumah tangganya jauh lebih buruk pada Juli. Sedangkan bulan Mei sempat mencapai 65,4 persen responden yang menyebut jauh lebih buruk. 

Menurunnya opini negatif dari responden tersebut dikarenakan adanya pergeseran opini publik dari konsen kesehatan menjadi dimensi ekonomi. 

Sebab menurut hasil survei, sebanyak 60,7 persen responden meminta supaya masalah kesehatan menjadi prioritas di bulan Mei. Akan tetapi pada bulan Juli justru berkurang menjadi 45 persen.

Kondisi serupa juga terlihat di mana terdapat 33,9 persen responden yang meminta masalah ekonomi diprioritaskan pada Mei 2020 tetapi meningkat menjadi 47,9 persen pada Juli 2020.

baca juga

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak dengan cara menghubungi melalui saluran telepon. Survei itu memiliki toleransi kesalahan sekitar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Terpuruk, Mayoritas Masyarakat Ingin PSBB Disetop

Ekonomi Terpuruk, Mayoritas Masyarakat Ingin PSBB Disetop

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 14:58 WIB

Survei SMRC: RUU Ciptaker Ditolak Masyarakat Berpendidikan Tinggi

Survei SMRC: RUU Ciptaker Ditolak Masyarakat Berpendidikan Tinggi

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 20:01 WIB

Survei IPO; Susi Pudjiastuti Hingga Rizal Ramli Diminta Comeback ke Kabinet

Survei IPO; Susi Pudjiastuti Hingga Rizal Ramli Diminta Comeback ke Kabinet

News | Sabtu, 04 Juli 2020 | 20:07 WIB

Terkini

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa

Jogja | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:51 WIB

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:42 WIB

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:35 WIB

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:25 WIB

×