Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah

Reza Gunadha | Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 23 Juli 2020 | 13:16 WIB
Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah
Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah (Facebook)

Suara.com - Umairoh, anak asal Medan, Sumatera Utara menangis karena tidak dapat melanjutkan sekolah setelah lulus dari SD. Sebab, namanya tidak masuk dalam Kartu Keluarga atau KK milik orang tuanya.

"Pak Presiden tolong, aku mau sekolah," ucap Umairoh yang kemudian meneteskan air mata dalam sebuah video viral di media sosial.

Video tangisan bocah 11 tahun ini diunggah oleh Ketua Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera, Uba Pasaribu di Facebook, pada Jumat (17/7/2020).

Melalui video itu, Umairoh berharap agar dirinya dapat melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Ia pun menulis sebuah surat untuk Presiden Joko Widodo.

"Saya ingin sekolah Pak Presiden. Tapi namaku enggak diterima masuk kartu keluarga ibuku. Tolong ya Pak Presiden, aku ingin sekolah SMP," tulis Umairoh di surat itu.

Uba Pasaribu menjelaskan kronologi kejadian yang menyebabkan Umairoh tidak terdaftar dalam KK orang tuanya hingga terkendala melanjutkan sekolah.

"Ini warga yang ditolak masuk daftar kartu keluarga ibunya oleh lurah Binjai, dan camat Medan Denai. Alasannya karena tidak ada putusan pengadilan agama yang menyatakan ayah tiri si anak," kata Uba.

Ia menceritakan, ibu Umairoh telah menikah dua kali. Pada pernikahan pertama, sang ibu memiliki seorang anak laki-laki.

Namun ketika ibu Umairoh masih mengandung, suami pertamanya kabur entah kemana. Lalu tahun 2008, ibunya menikah lagi dengan pria lain dan lahirlah Umairoh.

"Kenapa tak masuk KK? Karena pihak kelurahan dan kecamatan meminta surat cerai dari pengadilan yang menyatakan bahwa ibunya telah resmi bercerai dengan suami pertama," tutur Uba.

Sementara si suami pertama juga tidak terdaftar di KK milik ibu Umairoh.

Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah (Facebook)
Sedih Tak Lanjut SMP Terkendala KK, Anak: Pak Presiden Aku Mau Sekolah (Facebook)

"Akibat persoalan sengketa rumah tangga ini, Umairoh yang tidak tau apa-apa harus menjadi korban. Ia terkendala melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP," kata Uba.

Menurut penuturan sang ibu, ia sudah mengurus KK ke berbagai instansi terkait mulai dari kantor kelurahan, kecamatan hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tapi semua hasilnya nihil.

"Udah ke kantor camat, kantor lurah, enggak bisa juga. Udah dinas kependudukan, sudah tiga kali, enggak bisa juga, itu dipersulit juga," ucap ibu Umairoh.

Sementara itu, Uba Pasaribu yang menyebarkan kabar ini berharap agar postingan ini sampai ke telinga Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Ajarkan Konsep Uang Kepada Anak Menurut Perencana Keuangan

Begini Cara Ajarkan Konsep Uang Kepada Anak Menurut Perencana Keuangan

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2020 | 11:39 WIB

Kisah Bu Karlik, Jual Murah Kambing untuk Beli HP Buat Anak Belajar Online

Kisah Bu Karlik, Jual Murah Kambing untuk Beli HP Buat Anak Belajar Online

Jatim | Kamis, 23 Juli 2020 | 11:20 WIB

Hari Anak Nasional, 28 dari 100 Bocah di Indonesia Masih Alami Stunting

Hari Anak Nasional, 28 dari 100 Bocah di Indonesia Masih Alami Stunting

Health | Kamis, 23 Juli 2020 | 11:51 WIB

Terkini

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:48 WIB

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB