4 Hal yang Harus Dipertahankan AS dari Pemerintahan Donald Trump (I)

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 27 Juli 2020 | 08:24 WIB
4 Hal yang Harus Dipertahankan AS dari Pemerintahan Donald Trump (I)
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan tentang perkembangan pandemi virus corona di Gedung Putih. [AFP]

Suara.com - Seorang pakar politik sekaligus pemimpin redaksi World Politic Review (WPR) Judah Grunstein mengungkapkan empat hal yang harus dipertahankan AS ketika pemerintahan Donald Trump runtuh.

Menyadur WPR pada Minggu (26/07/2020) selama ini Donald Trump terkenal kontroversial dalam memimpin AS. Beberapa kebijakan luar negeri yang ia lakukan dinilai merusak aliansi dan merusak kemitraan Amerika.

Bahkan dalam beberapa kasus, ia memberi banyak keuntungan bagi lawannya karena mengambil kebijakan pribadi tanpa perencanaan strategis.

Untuk kebijakan domestik, ia membawa banyak kemunduran bagi warga AS karena jauh dari kata domekrasi dan kerap membantah hukum dalam negeri. Trump juga membawa kemunduran Amerika sebagai pembela HAM di luar negeri.

Menurut Judah Grunstein, Trump tak hanya membawa kerusakan signifikan bagi AS tapi dari sudut pandang berbeda, ia justru memberi beberapa keuntungan.

Ia menilai, setidaknya ada empat kebijakan luar negeri Donald Trump yang layak dipertahankan dan menjadi keuntungan bagi presiden berikutnya jika dimanfaatkan dengan baik.

Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]
Presiden AS, Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina, Xi Jinping di Beijing, Cina pada November 2017 silam. [AFP/Fred Dufour]

1. Meningkatnya toleransi terhadap gesekan

Di awal-awal pemerintahan, Trump menekankan retorika berapi-api dalam menghadapi musuh juga sekutunya. Seperti yang terlihat, ia memamerkan hal ini ketika perang dagang dengan China, kampanye tekanan pada Iran dan Venezuela juga ketika berhadapan dengan Korea Utara.

Meski Donald Trump kerap menelurkan kebijakan buruk dan kurang bijaksana, tapi konsekuensinya belum sepenuhnya negatif. Hal ini membuat sekutu kurang puas dan musuh kurang percaya diri tentang AS.

baca juga

Kebebasan bertindak yang diinisiasi Trump bisa digunakan untuk mengejar kebijakan luar negeri yang lebih strategis, terutama saat sekutu tersentak untuk melakukan lebih banyak hal dan musuh takut melakukan gesekan.

Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Kim Jong Un sesaat sebelum melakukan pertemuan di zona DMZ, Minggu (30/6/2019). (AFP)
Presiden Donald Trump berjabat tangan dengan Kim Jong Un sesaat sebelum melakukan pertemuan di zona DMZ, Minggu (30/6/2019). (AFP)

2. Meningkatnya toleransi terhadap risiko

Kebijakan luar negeri Trump kerap berjalan seiring dengan meningkatnya toleransi terhadap gesekan. Seolah tak takut dengan akibatnya, Trump berani melangkah lebih jauh, mengambil tindakan yang sering disebut ceroboh oleh banyak orang.

Sebut saja otoritasnya atas pembunuhan jenderal besar Iran, Qassem Soleimani, pada Januari meningkatkan prospek nyata konflik militer terbuka dengan Teheran.

Pendekatan sepihaknya terhadap konflik Israel-Palestina sudah melewati garis merah yang diasumsikan mengarah pada kembalinya kekerasan terbuka.

Dalam banyak hal, itu adalah koreksi bermanfaat untuk pendekatan yang 'terlalu menolak resiko' khas pemerintahan Obama. Hal ini bisa dimengerti karena Barack Obama fokus membersihkan kekacauan sistem 'trial and error' peninggalan pemerintahan George W. Bush.

Menurut pakar, pemerintahan sebelum Trump ini cenderung melakukan pencegahan secara berlebihan sehingga seringkali itu mengorbankan keunggulan strategis inisiatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jet Tempur AS 'Serang' Pesawat Komersial Iran, Penumpang Terluka

Jet Tempur AS 'Serang' Pesawat Komersial Iran, Penumpang Terluka

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 14:17 WIB

Ngeri, Virus Corona Jadi Salah Satu Sebab Kematian Tertinggi di AS

Ngeri, Virus Corona Jadi Salah Satu Sebab Kematian Tertinggi di AS

Health | Sabtu, 25 Juli 2020 | 13:15 WIB

Alissa Wahid Ungkap Banyak Pihak Minta 'Ini-itu' saat Gus Dur Jadi Presiden

Alissa Wahid Ungkap Banyak Pihak Minta 'Ini-itu' saat Gus Dur Jadi Presiden

News | Sabtu, 25 Juli 2020 | 12:47 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×