Keluarga Editor MetroTV Kantongi Informasi Yodi Dibunuh, Polisi Kebingungan

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 27 Juli 2020 | 13:43 WIB
Keluarga Editor MetroTV Kantongi Informasi Yodi Dibunuh, Polisi Kebingungan
Tim gabungan Kepolisian dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV bernama Yodi Prabowo di pinggi Tol JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Suara.com - Pihak keluarga editor Metro TV Yodi Prabowo mengantongi informasi terbaru penyebab kematian Yodi yang diyakini bukan bunuh diri. Namun, informasi terbaru tersebut justru membuat polisi kebingungan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, pihak keluarga Yodi telah memberitahu kepolisian mengenai penyebab kematian Yodi yang mengarah pada pembunuhan. Tetapi, informasi tersebut bersumber dari paranormal.

"Informasinya dari orang pintar (paranormal)," kata Tubagus dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Senin (27/7/2020).

Tubagus menolak informasi yang dibawa oleh pihak keluarga tersebut. Pasalnya, keterangan paranormal tidak bisa digunakan sebagai bukti kuat dalam mengungkap sebuah kasus.

"Saya nggak percaya yang kayak begitu. Kalau dari dukun, bagaimana saya menindaklanjutinya?" ungkap Tubagus.

Dari hasil penyelidikan, penyebab kematian Yodi Prabowo mengarah pada bunuh diri. Polisi menemukan barang bukti rekaman CCTV saat Yodi membeli pisau yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

Selain itu, ada pula nota pembelian pisau persis dengan pisau yang ditemukan di lokasi penemuan jasad Yodi. Dari hasil sampel rambut yang ditemukan di lokasi dan DNA juga mengarah pada milik Yodi sendiri.

Meskipun penyebab kematian Yodi telah diumumkan sebagai bunuh diri, pihak kepolisian tidak langsung menutup kasus tersebut. Polisi masih menerima informasi dari masyarakat mengenai misteri kematian Yodi, namun harus memenuhi syarat.

"Informasinya harus mendasar dan logis. Bukan dari orang kesurupan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, ayah kandung Yodi, Suwandi meyakini sang anak tewas karena dibunuh. Ia melihat jaket milik Yodi yang digunakan di hari kematiannya penuh dengan luka tusukan.

Selain itu, ia menilai tidak masuk akal Yodi bunuh diri jauh dari kediamannya. Ia juga tidak yakin bila Yodi sering mengancam sang kekasih akan bunuh diri.

"Yang paling gampang orang bisa baca ya itu di TKP-nya itu, jaketnya bersih apanya bersih, tapi banyak luka tusukan. Orang mau bunuh diri itu pasti karena enggak puas, karena putus asa biasanya enggak jauh dari rumah orang bunuh diri itu," ungkapnya.

Catatan Redaksi:

Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Percaya Editor Metro TV Tewas Bunuh Diri, Keluarga: Kami Yakin Dibunuh

Tak Percaya Editor Metro TV Tewas Bunuh Diri, Keluarga: Kami Yakin Dibunuh

News | Senin, 27 Juli 2020 | 12:48 WIB

Tak Percaya Bunuh Diri, Ayah: Yodi Luka Sedikit Aja Manja, Nangis-nangis

Tak Percaya Bunuh Diri, Ayah: Yodi Luka Sedikit Aja Manja, Nangis-nangis

News | Senin, 27 Juli 2020 | 12:42 WIB

Yodi Prabowo Diduga Bunuh Diri, Psikolog Forensik Imbau Waspadai Hal Ini

Yodi Prabowo Diduga Bunuh Diri, Psikolog Forensik Imbau Waspadai Hal Ini

News | Senin, 27 Juli 2020 | 12:07 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB