Kasus Terus Melonjak, 3.000 Orang Positif Covid-19 di Kota Ini 'Hilang'

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 29 Juli 2020 | 09:13 WIB
Kasus Terus Melonjak, 3.000 Orang Positif Covid-19 di Kota Ini 'Hilang'
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Sebanyak 3.338 orang yang positif virus corona di Bengaluru, India, tidak dapat dilacak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran lantara kota ini tengah menghadapi lonjakan kasus yang besar.

Menyadur NDTV, Selasa (28/7/2020), ibu kota negara bagian Karnataka ini bergulat dengan peningkatan jumlah infeksi paling banyak yang pernah terjadi.

Dalam dua pekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Bengaluru meningkat hampir 27 ribu dari total awal sekitar 16 ribu.

Otoritas kesehatan berwenang mengatakan pihaknya sedang mengupayakan pencarian terharap ribuan orang yang terinfeksi tersebut.

Mereka menjadi tak terlacak lantaran memberikan informasi salah terkait nomor ponsel atau alamat ketika melakukan tes.

"Kami dapat melacak beberapa pasien positif dengan bantuan polisi tetapi 3.338 masih tidak dapat terlacak. Beberapa dari mereka memberika nomor dan alamat yang salah saat memberikan sampel. Mereka menghilang setelah hasilnya positif," ujar N Manjuanth, Prasad, komisaris dari badan sipil kota Bruhat Bengaluru Mahanagara Palike (BBMP)

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pihak berwenang mengatakan mereka tidak memiliki alat untuk melacak aktivitas mereka yang positif virus corona.

Alhasil, pemerintah tak mengetahui apakah orang-orang tersebut telah mengkarantina diri sendiri usai dinyatakan positif atau tidak.

"Kami harus memastikan bahwa semua orang yang terinfeksi harus dilacak dan dikarantina. Kami telah memprioritaskannya agar mereka dapat dilacak dan diisolasi," kata Wakil Ketua Menter Ashwat Narayan.

baca juga

Merespon hal ini, pihak berweanng telah memutuskan untuk mendata kartu identitas yang dikeluarkan dari pemerintan dan memverifikasi nomor ponsel sebelum mengumpulkan sampel untuk tes virus corona.

Sejauh ini, kota Bengaluru menyumbang hampir setengah kasus virus corona di Karnataka.

Karnataka pada Sabtu (25/7) lalu, mencatatkan jumlah kasus virus corona mencapai 90 ribu. Sementara Bengaluru melaporkan 2.036 kasus baru dengan jumlah keseluruhan menjadi 43.503.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Melonjak, India Berburu Plasma Darah untuk Pengobatan

Kasus Covid-19 Melonjak, India Berburu Plasma Darah untuk Pengobatan

Health | Senin, 27 Juli 2020 | 21:39 WIB

Klaim Mengusir Roh Jahat, Kakak-Adik Pukuli Paman dan Nenek hingga Tewas

Klaim Mengusir Roh Jahat, Kakak-Adik Pukuli Paman dan Nenek hingga Tewas

News | Senin, 27 Juli 2020 | 20:16 WIB

Seekor Kambing Ditangkap Polisi karena Tidak Pakai Masker

Seekor Kambing Ditangkap Polisi karena Tidak Pakai Masker

News | Senin, 27 Juli 2020 | 13:58 WIB

Terkini

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Sultan HB X Pertanyakan Mekanisme Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih

Jogja | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Sering Alami Kedutan Kelopak Mata Kiri Atas? Ini Artinya Menurut Medis

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:15 WIB

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

BGN Usut Kasus Dugaan Penganiayaan KPPG Bogor

Jabar | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

'Beautiful Pain': Kisah Perjuangan Perempuan yang Berani Keluar dari Pernikahan Toxic

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:07 WIB

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

Amarah Rakyat Meledak! Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Ter Stegen Main Buruk, Pelatih Ajax Bakal Turunkan Maarten Paes Lawan FC Groningen?

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB

×