Kisah di Belakang Meja Pengujian Sampel Virus Corona di Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 30 Juli 2020 | 00:05 WIB
Kisah di Belakang Meja Pengujian Sampel Virus Corona di Indonesia
Pasien corona. (BBC)

Alumni Ilmu Biomedik dari Australian National University (ANU) ini mengatakan apapun perannya di dalam laboratorium, ia merasa termotivasi bisa ikut serta dalam proses pengetesan dan sekaligus menambah pengetahuan.

Begitu pula yang dialami Yora Permata Dewi, seorang peneliti yang bertugas menguji reaksi rantai polimerase, atau yang dikenal sebagai PCR, di laboratorium yang sama.

Awalnya, Yora sempat khawatir terinfeksi Covid-19. Apalagi ia juga baru pertama kali masuk level keselamatan laboratorium tiga (BSL-3), yakni satu tingkat di bawah level teratas dari segi bahaya.

"Sejak ada pandemi ini, jadi baru ikut BSL-3. Kan ini patogennya Covid, jadi kita di BSL-3. Biasanya nggak semua orang Eijkman bisa masuk situ, karena emang ada trainingnya segala macam itu. Jadi belajar hal baru juga pas pandemi ini," ujar Yora.

Asisten peneliti yang juga berusia 28 tahun itu, mengungkap sampel yang diterima laboratorium lembaganya terus bertambah seiring waktu.

Saat awal wabah merebak, lembaga itu menerima sekitar 30 hingga 250 sampel per hari. Angka itu terus meningkat, hingga pada bulan Juli, jumlah tertinggi yang diterima dalam sehari mencapai sekitar 800 sampel per hari.

Jelas ia harus menghabiskan waktu lebih lama meneliti sampel-sampel tersebut, tetapi faktor itu tidak menurunkan semangatnya.

"Pikirannya sih membantu orang. Juga kepikiran, misalnya seorang individu menunggu hasil apakah dia positif atau negatif, itu kan kadang-kadang mereka kayak anxious, cemas, kira-kira positif atau negatif.

"Terus juga pasien yang udah di-ventilator (alat bantu napas) atau yang juga gawat, mesti dapat hasil yang cepat. Jadi kita juga berpikir, kasihan juga pasiennya nunggu lama, misalnya, dia kan butuh pengobatan yang tepat dan cepat," kata Yora.

baca juga

Lulusan Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengaku tidak menyangka bakal berhadapan dengan penanganan wabah begitu cepat di jenjang kariernya, dimana ia baru dua tahun bertugas sebagai peneliti.

Namun, ia merasa beruntung bisa bekerja sama dengan para senior yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya, termasuk diantaranya dalam penanganan flu burung.

"Yang pastinya kita harus belajar dari sekarang ini untuk prepare untuk yah pasti ada pandemi lagi yang akan datang. Jadi kita harus punya suatu prosedur atau regulasi yang benar-benar bisa menangani pandemi, termasuk mencegah juga," ujar Yora.

'Tolong dong patuhi protokol'

Kepala bagian Hubungan Masyarakat, Kolaborasi dan Protokol Eijkman, Wuryantari Setiadi, mengatakan seluruh peneliti dari berbagai laboratorium lembaga itu sejak awal memang sudah disatukan untuk bekerja dalam penanganan pandemi sebagai prioritas.

Wuryantari kini mengkoordinasi sekitar 90 orang lebih yang terlibat dalam ruang lingkup yang berbeda-beda, mulai dari pengetesan sampel hingga riset vaksin Covid-19.

Sebagai koordinator, ia pun berusaha menangani agar alur kerja terus terjaga.

"Jadi, ya makanya kita kemudian membuat roster, jadi dalam seminggu, satu kali WFH (bekerja dari rumah). Bagaimanapun kita harus menjaga kesehatan sendiri juga kan, karena tenaga kita dibutuhkan untuk pemeriksaan ini yang kita tidak tahu sampai kapan," kata Wuryantari via telepon.

Sejauh ini, ia mengaku belum tahu kapan pemeriksaan itu akan berakhir. Bagaimanapun juga, Wuryantari sebut hal itu terkadang menggerus semangat tim di kala lelah.

"Kita ada waktu-waktu lelah juga dengan kondisi ini, makanya juga suka kadang [berpikir] 'wow, masyarakat yang ada di luar, tolong dong untuk mematuhi protokol kesehatan, soalnya kan sampai kapan?' Kita kan juga nggak akan mungkin terus menerus untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 ini, gitu kan?" ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 16:29 WIB

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 20:05 WIB

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?

Health | Senin, 02 Juni 2025 | 15:08 WIB

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 11:59 WIB

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Health | Senin, 20 Mei 2024 | 14:01 WIB

Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona

Berharap Tak Ada Covid Lagi, Doa Pilu Juliadi di Makam Istrinya yang Meninggal karena Virus Corona

News | Senin, 11 Maret 2024 | 15:49 WIB

Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?

Kasus Covid-19 Varian JN.1 Naik Hingga 43 Persen, Paling Banyak Pasien Tidak Alami Gejala?

Health | Minggu, 24 Desember 2023 | 12:38 WIB

Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara

Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara

Lifestyle | Kamis, 21 Desember 2023 | 07:40 WIB

Terkini

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

Anwar Ibrahim Blak-blakan soal Kebakaran Hutan Indonesia, Minta Prabowo Datang ke Malaysia

News | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Apa Itu Mindfulness? Bukan Memaksa Diri Selalu Berpikir Positif, Ini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:55 WIB

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

Malaysia Khawatir Mahasiswa Terdampak Kabut Asap Indonesia, Kampus Mulai Dipantau

News | Senin, 14 September 2026 | 09:53 WIB

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 09:51 WIB

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

6 Shio Anak Pembawa Hoki dan Rezeki Besar bagi Orang Tua

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:50 WIB

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Lille Rebut Puncak Ligue 1, Calvin Verdonk Cuma Jadi Penghangat Bangku Cadangan

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:45 WIB

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 09:43 WIB

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bulu Kuduk Ivan Mamut Merinding di GBK, 16 Menit Kemudian Jadi Pahlawan Persija

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:40 WIB

×