Rocky Sebut Jokowi Lakukan Prostitusi Politik, Istana: Itu Tudingan Kosong

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh
Rocky Sebut Jokowi Lakukan Prostitusi Politik, Istana: Itu Tudingan Kosong
Rocky Gerung dalam acara Q&A Rocky Gerung. (YouTube/Geolive)

"Jadi saya kira cara Rocky tidak berdasar dan yang paling penting sulit dimengerti," katanya.

Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian enggan berkomentar banyak terkait pernyataaan pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan prostitusi politik di Istana Kepresidenan.

Menurutnya, tudingan-tudingan Rocky tak perlu ditanggapi karena tidak berdasar. 

"Saya kira kalau konsep yang tidak bisa dimengerti orang banyak, tidak perlu ditanggapi. Tidak ada transaksi (transaksi politik) apa-apa. Itu tudingan-tudingan kosong," ujar Donny saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/8/2020).

Donny menganggap Jokowi  merupakan sosok pemimpin yang memiliki integritas dan kapabilitas. Sehingga kata Donny, tidak mungkin Jokowi melakukan transaksi politik atau melakukan prostitusi politik sebagaimana tudingan Rocky Gerung.

"Pak Jokowi orang yang punya integritas kita tahu kapabilitasnya, tidak mungkin dia (Jokowi) transaksi politik," ucap dia.

Donny menilai tudingan Rocky Gerung kepada Jokowi tidak memiliki dasar dan sulit dipahami semua orang.

"Jadi saya kira cara Rocky tidak berdasar dan yang paling penting sulit dimengerti," katanya.

Rocky Gerung sempat membandingkan Presiden Jokowi dengan artis FTV Hana Hafinah yang sempat tertangkap polisi karena terlibat dalam kasus prostitusi online.

Menurutnya, keduanya sama-sama melakukan prostitusi karena dianggap melakukan transaksi.

Rocky menjelaskan, prostitusi artinya secara mendasar adalah transaksi. Sementara Jokowi belum lama ini melakukan transaksi politik dengan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS