Tidak Masuk Akal, Melamar di Perusahaan Ini Wajib Punya Pengalaman 75 Tahun

Dany Garjito, Farah Nabilla

Kamis, 06 Agustus 2020 | 08:40 WIB
Tidak Masuk Akal, Melamar di Perusahaan Ini Wajib Punya Pengalaman 75 Tahun
Syarat wajib pelamar kerja punya pengalaman minimal 75 tahun. (Twitter/@GhefiGhefi)

Nah, bagi Anda yang ingin melamar kerja, ada baiknya memperhatikan detil-detik persyaratan dan deskripsi pekerjaan agar tidak menimbulkan kesalahan ketika mengajukan lamaran.

Simak beberapa kesalahan umum ketika berburu lowongan kerja ini agar kamu dapat lebih mudah mencapai pekerjaan impian!

1. Tidak Mengenali Kemampuan Diri Sendiri

Kesalahan pertama ketika mencari lowongan kerja adalah tidak mengenali kemampuan diri sendiri.

Melamar pekerjaan dapat diibaratkan seperti mempromosikan diri kamu kepada suatu perusahaan atau organisasi. Agar bisa mempromosikan diri dengan maksimal, maka kamu harus tahu betul kemampuan dan value yang kamu miliki.

Dengan mengetahui apa saja yang kamu miliki dan dapat menjadi keuntungan perusahaan, kamu dapat lebih baik menyampaikan keunggulan-keunggulan tersebut untuk meyakinkan perusahaan tempat kamu melamar.

Perusahaan umumnya dapat mengukur kepercayaan diri yang dimiliki oleh pelamar kerja ketika tahap interview.

2. Tidak Menyesuaikan CV untuk Posisi dan Perusahaan yang Berbeda

Kesalahan yang kedua, tidak menyesuaikan CV untuk pekerjaan dan perusahaan yang berbeda. CV berguna untuk menyampaikan siapa diri kamu, latar belakang pendidikan, serta kemampuan dan minat yang kamu miliki.

Sebelum kamu melamar ke suatu perusahaan, lakukanlah riset tentang perusahaan dan posisi yang kamu lamar tersebut. Kamu pun dapat mencantumkan yang bisa menjadi nilai tambah bagi perusahaan tersebut.

Misalnya jika kamu melamar untuk posisi copywriter, cantumkan pengalaman dan portofolio yang menunjukkan keterampilanmu dalam membuat teks dan tulisan yang paling sesuai dengan bidang industri perusahaan tersebut.

baca juga

3. Tidak Membuat Akun di Situs Pencari Kerja

Kamu mungkin mencari lowongan kerja di situs pencari kerja. Akan tetapi, kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh para pencari kerja adalah tidak membuat profile, alias akun pada situs tersebut.

Padahal, dengan membuat akun di situs pencari kerja, kamu punya kesempatan yang lebih besar dilirik perusahaan yang menggunakan situs tersebut untuk mencari kandidat potensial.

4. Asal-asalan Membaca Job Description

Kesalahan berikutnya adalah tidak membaca job description dengan teliti. Banyak kandidat yang sembarangan melamar pekerjaan tanpa membaca dan memahami deksripsi pekerjaan. Hasilnya, kemungkinan untuk diterima akan lebih kecil.

Bisa jadi, kamu tidak memenuhi kualifikasi yang diminta oleh posisi atau perusahaan yang kamu lamar. Atau mungkin juga, pekerjaan tersebut bahkan tidak sesuai dengan minat dan kemampuan kamu.

5. Mengabaikan Koneksi yang Kamu Miliki

Ada banyak cara untuk menemukan pekerjaan impianmu. Selain mencari pekerjaan di situs pencari kerja dan media sosial, perhatikanlah koneksi yang mungkin kamu miliki. Entah itu dari kalangan keluarga maupun teman.

Mungkin ada orang di sekitarmu yang sedang mencari orang dengan talenta sepertimu. Tidak perlu takut menyalahi aturan yang seharusnya. Pastikan kamu memanfaatkan koneksi yang bisa memberikanmu informasi lebih banyak mengenai perusahaan atau pekerjaan yang kamu inginkan tanpa perlu diberikan perlakuan khusus, ya.

Jangan cepat putus asa ketika mencari pekerjaan yang cocok untukmu. Jika kamu ditolak oleh perusahaan, tak perlu merasa gagal dan hilang kepercayaan diri.

Coba lihat lagi apakah kamu masih sering melakukan kesalahan-kesalahan di atas, atau mungkin beberapa kesalahan umum lainnya saat mencari lowongan kerja.

Dari situ, kamu bisa memperbaiki strategimu dan kembali berburu lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Ada Kejelasan Honor, Perawat di RSU Nagan Raya Mogok Kerja

Tak Ada Kejelasan Honor, Perawat di RSU Nagan Raya Mogok Kerja

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 04:00 WIB

Ratusan Rumah di Padang Pariaman Bakal Dapat Bantuan dari PUPR

Ratusan Rumah di Padang Pariaman Bakal Dapat Bantuan dari PUPR

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2020 | 18:50 WIB

Apa Itu Skema Ponzi? Modus Investasi Bodong Berkedok Minim Risiko

Apa Itu Skema Ponzi? Modus Investasi Bodong Berkedok Minim Risiko

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 14:55 WIB

World Bank Sebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja Pulihkan Ekonomi Indonesia

World Bank Sebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja Pulihkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:35 WIB

Diperbudak dan Disiksa 3 Majikan di Malaysia, Telinga TKI Hampir Putus

Diperbudak dan Disiksa 3 Majikan di Malaysia, Telinga TKI Hampir Putus

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 14:04 WIB

Webinar Perkembangan Teknologi Konstruksi SDA Dukung Pembangunan 65 Waduk

Webinar Perkembangan Teknologi Konstruksi SDA Dukung Pembangunan 65 Waduk

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:24 WIB

Terkini

Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing

Presiden Beberkan PFII: Lokasi di Jakarta, Bahasanya Inggris dan Kemungkinan Ada Hakim Asing

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Penanganan Karhutla Bromo Fokus Pembasahan Delapan Hotspot

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:01 WIB

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

AI dan Semikonduktor Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 2027, Targetnya 6%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:56 WIB

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

9 Rekomendasi Serum Anti Aging yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bursa Mineral Akan Jadi Mesin Utama Pertumbuhan Ekonomi di 2027

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

DPR Kaji Usul Prabowo Bentuk Pengadilan AD Hoc Adili Pengurus BUMN

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

Daftar Pengalihan Arus Jalan Protokol Jakarta Saat Perayaan HUT RI ke-81

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

Satu Langkah Lagi, Dasco Sebut Finalisasi Perpres Ojol Digelar 18 Agustus di DPR

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Pemkab dan DPRD Bogor Sepakati KUA-PPAS 2027, Proyeksi Belanja Capai Rp14,5 Triliun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:34 WIB

×