Tenggak Cairan Hand Sanitizer, Empat Orang di AS Meninggal Dunia

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 06 Agustus 2020 | 21:18 WIB
Tenggak Cairan Hand Sanitizer, Empat Orang di AS Meninggal Dunia
Sirup dikira hand sanitizer. (Twitter/@EtheHerring)

Suara.com - Empat orang meninggal dunia dan tiga mengalami kebutaan setelah 'tenggak' cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di Amerika Serikat.

Menyadur News.com.au, Kamis (6/8/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merilis laporan mengenai orang yang keracunan hand sanitizer dari 1 Mei hingga 30 Juni di Arizona dan New Mexico.

Ada dua wanita dan 13 pria dalam kelompok tersebut, berusia antara 21 dan 65 tahun. Enam pasien mengalami kejang selama berada di rumah sakit.

"Semua pasien memiliki riwayat menelan produk pembersih tangan berbasis alkohol," menurut laporan tersebut.

"Empat pasien meninggal dan tiga dipulangkan karena gangguan penglihatan." ungkap CDC.

Empat orang yang meninggal adalah pria berusia 35 tahun yang mengalami kejang, seorang wanita berusia 38 tahun, seorang pria berusia 39 tahun, dan seorang berusia 65 tahun.

Hingga 8 Juli, empat dari 11 kasus tersisa masih dirawat di rumah sakit.

Salah satu yang selamat adalah seorang pria berusia 44 tahun yang awalnya petugas medis mendiagnosis gangguan penglihatan onset.

"Pasien melaporkan minum hand sanitizer berbasis alkohol dalam jumlah yang tidak diketahui selama beberapa hari sebelum dirawat medis," kata laporan itu.

baca juga

Dia dirawat dengan obat untuk keracunan metanol dan menjalani hemodialisis - darahnya dibersihkan dengan mesin dialisis.

Dia sembuh setelah enam hari di rumah sakit karena keracunan metanol akut, tetapi dipulangkan dengan kondisi kehilangan penglihatan hampir total.

Administrasi Makanan dan Obat-obatan (FDA) dan CDC mengeluarkan peringatan impor tentang pembersih tangan yang dikhawatirkan beracun.

FDA dan CDC mengimbau kepada warga AS untuk memeriksa produk hand sanitizer mereka di situs web FDA, untuk mengetahui apakah itu beracun atau tidak.

"Jika produk ada dalam daftar ini, penggunaannya harus segera dihentikan, dan produk harus dibuang ke wadah limbah berbahaya; produk-produk ini tidak boleh dibuang ke toilet atau dituangkan ke saluran pembuangan," jelas FDA.

Pada 15 Juli, FDA telah menguji dan mengidentifikasi 67 produk pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung metanol dan mereka ditarik kembali oleh produsen atau distributor di AS.

Pihak berwenang AS juga memberikan arahan kepada warga AS untuk tetap tidak meminum cairan pembersih tangan atau semacamnya.

"Produk pembersih tangan berbasis alkohol tidak boleh tertelan," jelas CDC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Tak Sengaja Telan Hand Sanitizer Bisa Sebabkan Kebutaan dan Kematian

CDC: Tak Sengaja Telan Hand Sanitizer Bisa Sebabkan Kebutaan dan Kematian

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 15:25 WIB

Kehabisan Miras, Ratusan Orang Kecanduan Minum Hand Sanitizer

Kehabisan Miras, Ratusan Orang Kecanduan Minum Hand Sanitizer

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 13:01 WIB

Dephan AS Tolak Klaim Donald Trump Terkait Ledakan di Beirut Lebanon

Dephan AS Tolak Klaim Donald Trump Terkait Ledakan di Beirut Lebanon

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 20:39 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×