Kisah Siswa SMP di Makassar yang Terpaksa Masuk Sekolah karena Tak Punya HP

Chandra Iswinarno

Kamis, 06 Agustus 2020 | 21:43 WIB
Kisah Siswa SMP di Makassar yang Terpaksa Masuk Sekolah karena Tak Punya HP
Rusli siswa SMP 27 Makassar menerima bantuan handphone untuk belajar daring. [Dok. SMP 27 Makassar]

Suara.com - Pandemi Corona yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat aktivitas pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring atau online. Namun, keputusan belajar online tersebut ternyata tak bisa dilakukan semua kalangan.

Seperti yang terjadi di Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 27 Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pada tahun ajaran baru ini, ada tiga siswa di SMPN 27 Makassar yang 'terpaksa' masuk sekolah karena tidak mampu membeli Handphone (HP) untuk digunakan belajar secara daring. Ketiga siswa itu, masing-masing diketahui bernama Rusli, Muhammad Nur, dan Muhammad Abdi Bintang Ramadhan.

"Iya sudah ada tiga yang masuk sekolah. Yang dua ini sama seperti Rusli tidak mampu beli hp juga," kata Kesiswaan dan Humas SMPN 27 Makassar Naston saat dikonfirmasi Suara.com pada Kamis (6/8/2020).

Naston mengemukakan pada tahun ajaran baru ini ada 300 siswa baru yang diterima di SMPN 27 Makassar. Dari 300 siswa tersebut 30 persen di antaranya masuk melalui jalur non-zonasi kategori prestasi dan jalur afirmasi prasejahtera.

"Siswa kita di sini umumnya berasal dari keluarga menengah ke bawah. Ada dari anak tukang batu, tukang bentor dan sejenisnya," ujar Naston.

Rusli lulus melalui jalur afirmasi prasejahtera. Hanya saja, saat pelajaran dimulai pada Senin (3/8/2020) lalu, Rusli mendatangi pihak sekolah bersama orang tuanya. Mereka meminta untuk belajar di SMPN 27 Makassar dengan alasan tidak memiliki handphone.

Rusli merupakan anak yang kurang mampu, ayahnya Rudi Daeng Santa (30) bekerja sebagai buruh harian. Sementara, ibunya Rusni Daeng Baji (42) hanya ibu rumah tangga biasa.

Atas persetujuan pihak sekolah, kata dia, Rusli pun akhirnya diperbolehkan belajar secara daring dengan menggunakan fasilitas di ruang labolatorium SMPN 27 Makassar.

baca juga

Rusli telah menjalani aktivitas belajar secara daring di SMPN 27 Makassar seorang diri selama empat hari. Mulai dari Senin 3 Agustus hingga Kamis 6 Agustus 2020.

Naston mengaku dimasa pandemi Corona atau Covid-19 ini, pembelajaran memang dilakukan secara daring. Mulai pukul 08.00 WITA pagi, hingga 12.00 WITA, siang.

"Pelajaran tidak normal seperti biasa. Untuk satu pertemuan itu teman-teman guru itu biasanya antara 30 menit sampai 40 menit," katanya.

Dalam waktu empat hari itu, kata dia, Rusli tidak pernah mengeluh. Bahkan, anak dari pasangan Rudi Daeng Santa (30) dan Rusni Daeng Baji (42) itu terlihat enjoy, walaupun harus belajar seorang diri di SMPN 27 Makassar.

"Tadi pagi ini, masih datang juga ke sekolah dia (Rusli)," kata dia.

"Kelihatannya dia (Rusli), mungkin karena masih anak-anak jadi enjoy-enjoy saja," Naston menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Gerakan Donasi Internet Gratis Bagi Siswa Miskin di Masa Pandemi

Muncul Gerakan Donasi Internet Gratis Bagi Siswa Miskin di Masa Pandemi

News | Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:41 WIB

Kesulitan Akses Internet, Siswa di Sulawesi Selatan Belajar di Sawah

Kesulitan Akses Internet, Siswa di Sulawesi Selatan Belajar di Sawah

Foto | Senin, 03 Agustus 2020 | 14:43 WIB

Cerita Pilu Wahyu: Seberangi Sungai Demi Belajar Daring, Nebeng HP Teman

Cerita Pilu Wahyu: Seberangi Sungai Demi Belajar Daring, Nebeng HP Teman

Jatim | Senin, 03 Agustus 2020 | 12:46 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×