Ayah Pukuli Anak Kandung hingga Tewas Gegara Pacaran Beda Agama

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:00 WIB
Ayah Pukuli Anak Kandung hingga Tewas Gegara Pacaran Beda Agama
Ilustrasi garis polisi [suara.com/Nur Habibie]

Suara.com - Seorang pria di India membunuh putri kandungnya lantaran sang anak bersikeras menjalin hubungan beda agama dengan kekasihnya.

Menyadur Times of India, Gopal Nakum menghabisi nyawa Ila, anaknya yang berusia 20 tahun, dengan menggunakan tongkat cuci.

Setelah membunuh anak satu-satunya, Nakum mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri ke kantor polisi Gandhigram.

"Selama pemeriksaan awal, Nakum memberi tahu kami bahwa ia sangat menentang hubungan Ila dengan seorang pria dari agama yang berbeda. Dia membunuhnya dalam kemarahan setelah aadu mulut," ujar Khumasinh Vala, inspektur di kantor polisi Gandhigram.

Insiden yang terjadi di kota Rajkot pada Kamis (6/8) pagi ini bermula ketika Ila menolak untuk membuat sarapan atau makan apa pun jika Nakum terus menghalangi hubungannya dengan kekasih, Fardeen.

Ilustrasi pembunuhan (Shutterstock)

Ila menyatakan hanya akan makan jika ayahnya mau menyetujui jalinan asmaranya dengan Fardeen. Gadis ini juga bertekad dengan pria yang merupakan tetangganya itu.

Naik pitam mendengar ucapan putrinya, ayah dan anak ini pun terlibat adu mulut. Hingga Nakum kemudian mengambil tongkat cuci lalu memukuli Ila, berulang kali hingga ia tak sadarkan diri.

Seorang tetangga yang mendengar keributan dari rumah pria berusia 54 tahun ini langsung datang dan mendapati Gopal meninggalkan rumah, sementara Ila terbaring tak sadarkan diri di lantai.

Tetangga ini kemudian melapor ke polisi. Ambulans datang dan membawa Ila ke rumah sakit sipil. Namun, perempuan ini meninggal dunia saat dalam perjalanan.

Kepada polisi, Nakum mengaku dia dan mendiang istrinya, Savita, telah lama menentang hubungan Ila dan Fardeen. Menyebut putrinya sebagai sosok yang keras kepala.

Menurutnya, penyebab meninggalnya Savita tak hanya karena serangan jantung tapi juga akibat mendapatkan tekanan terus menerus dari Ila.

Ila yang merupakan mahasiswa Universitas Mahila telah menjalin hubungan asmara selama satu tahun dengan Fardeen.

Berbeda dengan Nakum, keluarga Fardeen malah tak mempermasalahkan jika dua sejoli ini naik pelaminan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicegat Sepulang dari Pasar, Dosen Bunuh Mahasiswi karena Mau Menikah

Dicegat Sepulang dari Pasar, Dosen Bunuh Mahasiswi karena Mau Menikah

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 17:46 WIB

Kedapatan Bermesraan, Sepasang Kekasih Dibakar Hidup-hidup oleh Keluarga

Kedapatan Bermesraan, Sepasang Kekasih Dibakar Hidup-hidup oleh Keluarga

News | Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:37 WIB

Keji! Andreas Bunuh 2 Anak Kandungnya Lalu Sembunyi di Atas Pohon Kelapa

Keji! Andreas Bunuh 2 Anak Kandungnya Lalu Sembunyi di Atas Pohon Kelapa

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2020 | 10:26 WIB

Terkini

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:58 WIB

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:53 WIB

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:38 WIB

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:31 WIB

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:22 WIB

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:06 WIB

Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan

Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:04 WIB