Intelijen AS: China, Iran, dan Rusia Coba Mengacaukan Pemilihan Presiden AS

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:18 WIB
Intelijen AS: China, Iran, dan Rusia Coba Mengacaukan Pemilihan Presiden AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump . [Foto / AFP]

Suara.com - Pejabat tinggi kontraintelijen Amerika Serikat memperingatkan bahwa Rusia, China dan Iran akan mencoba untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2020.

Menyadur Channel News Asia, William Evanina, direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional, mengatakan negara-negara itu menggunakan disinformasi dan cara lain untuk mencoba memengaruhi pemilih, menimbulkan kekacauan, dan merusak kepercayaan warga AS dalam proses demokrasi.

"Kami menilai bahwa China lebih suka Presiden Trump tidak memenangkan pemilihan ulang," kata Evanina.

"China telah memperluas upaya pengaruhnya menjelang November 2020 untuk membentuk lingkungan kebijakan di Amerika Serikat, menekan para tokoh politik yang dipandangnya bertentangan dengan kepentingan China, dan menangkis serta melawan kritik terhadap China." jelas Evanina.

Dia menunjuk pada kritik China terhadap penanganan Trump terhadap pandemi Covid-19, penutupan konsulat China di Houston oleh AS, dan sikap pemerintah AS terhadap tindakan China di Hong Kong dan Laut China Selatan.

"Beijing menyadari bahwa semua upaya ini mungkin memengaruhi pemilihan presiden," kata Evanina.

Musuh asing juga mungkin mencoba mengganggu sistem pemilu AS dengan mencoba menyabot proses pemungutan suara, mencuri data pemilu, atau mempertanyakan validitas hasil pemilu.

"Akan sulit bagi musuh kita untuk mengganggu atau memanipulasi hasil pemungutan suara dalam skala besar," tegas Evanina.

Berbagai tinjauan oleh badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia bertindak untuk meningkatkan kampanye Trump tahun 2016 dan mengurangi peluang saingannya Hillary Clinton dalam pemilihan pada periodenya. Trump telah lama marah pada temuan itu, yang dibantah Rusia.

baca juga

Evanina memperingatkan bahwa Rusia sudah mengejar mantan Wakil Presiden Biden dan apa yang dianggapnya sebagai "pembentukan" AS anti-Rusia.

Evanina mengatakan Andriy Derkach, seorang politisi Ukraina pro-Rusia, telah menyebarkan klaim tentang kasus korupsi untuk merusak kampanye Biden dan Partai Demokrat.

Pendukung Trump di Senat AS telah meluncurkan penyelidikan yang mempertanyakan keterlibatan putra Biden Hunter dalam dugaan aktivitas bisnis di Ukraina.

"Aktor yang terkait dengan Kremlin juga mencoba untuk meningkatkan pencalonan Presiden Trump melalui media sosial dan televisi Rusia." jelas Evanina.

Evanina mengatakan Iran kemungkinan akan menggunakan taktik online seperti menyebarkan disinformasi untuk mendiskreditkan lembaga-lembaga AS dan Presiden Trump, serta untuk membangkitkan ketidakpuasan para pemilih AS.

Para pemimpin Komite Intelijen Senat, dari Partai Republik Marco Rubio dan Demokrat Mark Warner, berterima kasih kepada Evanina atas peringatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Amerika Serikat Dapat Benih Misterius dari China. Modusnya?

Warga Amerika Serikat Dapat Benih Misterius dari China. Modusnya?

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:15 WIB

Tak Disangka, Masyarakat Negara Ini Malas Membeli Mobil Baru

Tak Disangka, Masyarakat Negara Ini Malas Membeli Mobil Baru

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 21:59 WIB

Bukan Wakunya Kampanye, Donald Trump Malah Sebut Joe Biden Menentang Tuhan

Bukan Wakunya Kampanye, Donald Trump Malah Sebut Joe Biden Menentang Tuhan

News | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Terkini

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:27 WIB

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:12 WIB

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:11 WIB

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:02 WIB

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:57 WIB

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:40 WIB