Dirikan Ruko di Samping Pos Polisi, Warga Dianiaya Aparat

Reza Gunadha | Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2020 | 16:41 WIB
Dirikan Ruko di Samping Pos Polisi, Warga Dianiaya Aparat
Polisi India. (AFP)

Suara.com - Seorang warga India, Prem Singh, menjadi korban aniaya aparat keamanan setelah memprotes penggusuran toko yang ia dirikan di samping pos polisi distrik Barwani Madhya Pradesh.

Menyadur India Times, Singh yang merupakan penganut agama Sikh, mendapat perlakuan kasar dari anggota kepolisian setempat.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial, rambut Singh dijambak oleh salah satu anggota polisi.

Tak hanya itu, dalam potongan video 50 detik itu, polisi juga mendorong seorang pria bersorban yang daang menyelamatkan Singh.

"Mereka memukuli kami, mereka membunuh kami, polisi menjambak rambut kami," triak Prem Singh dalam video.

"Mereka tidak mengizinkan kami untuk mendirikan kios kami," tambahnya.

Video kekerasan terhadap warga itu langsung menjadi viral di internet. Kekejaman polisi membuat masyarakat India marah.

Juru bicara Kongres Negara Narendra Saluja, mengritik tindakan polisi. Dia me-retweet unggahan video itu sampil menuliskan kalimat kecaman.

"Prem Singh Granthi telah lama menjalankan toko kunci di dekat pos polisi di Pulsood. Dia dipukuli, sorbannya dinodai," cuit Saluja.

"Rambutnya juga di tarik di tempat umum oleh polisi. Ini sama saja dengan menodai sentimen keagamaan komunitas Sikh."

Sementara itu, menurut keterangan dari salah satu akun pengunggah video, @Anurag_Dwary, polisi mengklaim Singh tengah mabuk saat insiden itu terjadi.

"Insiden itu terjadi di Rajpur Tehsil dari Barwani setelah terjadi pertengkaran antara keluarga Giani Prem Singh Granthi dan polisi," cuit Dwary.

"Insiden terjadi karena (Singh--Red) mendirikan sebuah kios di daerah tersebut, polisi mengatakan dia mabuk, dua akun @ndtvindia @ndtv ditangguhkan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Ditembak Aparat, 2 Warga di Papua yang Tewas Ternyata Ayah dan Anak

Diduga Ditembak Aparat, 2 Warga di Papua yang Tewas Ternyata Ayah dan Anak

News | Selasa, 21 Juli 2020 | 18:47 WIB

Covid-19 dan Kekerasan Polisi di Kenya

Covid-19 dan Kekerasan Polisi di Kenya

Video | Rabu, 24 Juni 2020 | 10:45 WIB

Demonstran Ungkap Kekerasan Polisi: Saya Bagikan Minum Tetap Dipukul

Demonstran Ungkap Kekerasan Polisi: Saya Bagikan Minum Tetap Dipukul

News | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 14:59 WIB

Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan

Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Wartawan

Foto | Jum'at, 27 September 2019 | 08:18 WIB

Amnesty Internasional Kritisi Aksi Kekerasan Polisi Saat Hadapi Demonstran

Amnesty Internasional Kritisi Aksi Kekerasan Polisi Saat Hadapi Demonstran

News | Jum'at, 27 September 2019 | 06:17 WIB

Polda Metro Tarik Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Anggota DPR

Polda Metro Tarik Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Anggota DPR

News | Kamis, 28 Juni 2018 | 11:50 WIB

Terkini

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:13 WIB

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:10 WIB

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:09 WIB

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:45 WIB

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB