Jadi Korban Kekejaman, Puluhan Sapi di India Terbunuh dalam 24 Jam

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:00 WIB
Jadi Korban Kekejaman, Puluhan Sapi di India Terbunuh dalam 24 Jam
Ilustrasi sapi di India.[Unsplash/Heye Jensen]

Suara.com - Sebanyak 30 sapi dan pedet menjadi korban kekejaman pada hewan hingga tewas di dua tempat berbeda dalam 24 jam di Madhya Pradesh.

Menyadur Hindustan Times, Kamis (13/8/2020), sebuah truk kontainer sedang dalam perjalanan dari Nagpur berhenti di Sulia Fatak di kota Hoshangabad ada Selasa (11/8)

Ketika beberapa penduduk setempat melihat air seni bercampur kotoran sapi mengalir deras keluar dari kontainer, mereka melaporkan kepada polisi.

Menurut keterangan polisi, ketika petugas sampai di sana, pengemudi truk langsung melarikan diri meninggalkan truk.

Polisi menemukan dua nomor registrasi yang terpasang di truk itu - satu di depan dan satu lagi di sisi belakang milik Haryana dan Maharashtra.

Aparat kepolisian membuka peti kemas dan menemukan sedikitnya ada 63 ekor sapi dan pedet yang terbagi dalam dua kompartemen peti kemas.

Sebanyak 24 ekor sapi dan anak sapi ditemukan mati sedangkan sisanya diselamatkan dan dikirim ke rumah sakit hewan setempat.

"Sebuah laporan di bawah Undang-Undang Pencegahan Pembantaian Progeni Sapi dan Undang-Undang Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan telah diajukan terhadap orang tak dikenal," jelas SS Chouhan dari kepolisian Hosahangabad.

"Truk itu memiliki dua pelat nomor registrasi. Kami juga sedang menyelidiki ini. Investigasi sedang berlangsung." tambahnya.

baca juga

Di distrik Shivpuri di Madhya Pradesh, juga ditemukan enam sapi dalam keadaan mati terkunci di sebuah ruangan pada Selasa. Sapi-sapi itu mati karena kelaparan.

Menurut keterangan polisi, terdakwa untuk kasus di distrik Shvpuri adalah Asharam Lodhi, Brijesh Lodhi, Nathuram Lodhi dan empat lainnya yang melarikan diri.

"Pada Selasa malam, seorang penjaga (chowkidar) dari desa Gochoni memberi tahu polisi di pos terdepan Himmatpur tentang bau busuk yang berasal dari sebuah ruangan di sebuah bangunan yang ditinggalkan di des," buka Pengawas polisi (SP) Shivpuri, Rajesh Chandel.

"Saat polisi sampai di tempat dan membongkar ruangan, 12 ekor sapi ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri. Kamar tidak memiliki ventilasi." sambungnya.

"Polisi memanggil tim dokter hewan dan mereka memberi tahu kami bahwa enam sapi telah mati. Enam sisanya dipindahkan ke rumah sakit hewan," tambahnya.

"Dalam penyelidikan, ditemukan bahwa terdakwa telah mengunci sapi pada hari Minggu untuk melindungi tanaman mereka dari hewan. Mereka bahkan tidak memberikan makanan atau air apapun kepada sapi yang mengakibatkan kematian keenam sapi tersebut," tambahnya.

"Polisi sedang menyelidiki masalah ini dan berusaha menangkap tersangka lainnya," pungkas Chandel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Hubungan Intim selama 22 Bulan dengan Istrinya, Pria Ini Bunuh Diri

Tidak Hubungan Intim selama 22 Bulan dengan Istrinya, Pria Ini Bunuh Diri

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 10:18 WIB

Ayahnya Meninggal kena Corona, Anak Ditagih Rp 10 Juta untuk Lihat Jenazah

Ayahnya Meninggal kena Corona, Anak Ditagih Rp 10 Juta untuk Lihat Jenazah

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 20:10 WIB

Tiga Orang Tewas dalam Protes Penghinaan Nabi Muhammad di Bengaluru

Tiga Orang Tewas dalam Protes Penghinaan Nabi Muhammad di Bengaluru

News | Rabu, 12 Agustus 2020 | 22:38 WIB

Terkini

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:14 WIB