Alasan Sentimen Publik, Kepolisian Florida Larang Personelnya Pakai Masker

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:00 WIB
Alasan Sentimen Publik, Kepolisian Florida Larang Personelnya Pakai Masker
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)

Suara.com - Seorang pejabat kepolisian di Florida memerintahkan para perwiranya untuk tidak memaskai masker, meski negara bagian di Amerika Serikat selatan ini telah mencapai jumlah kematian harian akibat Covid-19 tertinggi.

Menyadur Channel News Asia, aturan ini diumumkan oleh Sheriff Billy Woods dari Marion pada Selasa (11/8) lalu, mengatakan ia melarang ada perlengkapan keselamatan di kantornya.

Melalui email, Woods memberi tahu para personel polisi di kantornya tidak diperbolehkan untuk mengenakan masker.

"Perintah saya akan tetap berlaku seperti saat anda sedang bertugas atau bekerja sebagai karyawan saya dan mewakili kantor saya - masker tidak boleh dipakai," ujar email tersebut.

Namun, Woods memberikan pengecualian bagi petugas yang bekerja di penjara, sekolah, rumah sakit, atau dengan orang yang diduga terinfeksi virus corona.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Ia menambahkan perintah itu ada karena merespon, "peristiwa terkini terkait sentimen dan atau kebencian terhadap penegakan hukum di negara kira saat ini."

Disebutkan, Woods nampaknya merujuk pada protes terhadap rasisme dan kekerasan polisi yang melanda seluruh negeri selama musim semi dan awal musim panas.

Selain petugas, pejabat kepolisian ini juga melarang para pengunjung memakai masker dengan alasan, untuk identifikasi setiap orang yang masuk ke lobi kantor polisi.

Memakai masker tidak wajib di Florida - hanya disarankan - tetapi negara bagian ini merupakan salah satu titik panas epidemi paling parah di AS.

Florida mencatat 212 kematian akibat virus corona pada Rabu (12/8), setelah sebelumnya mencapai 276 per Selasa (11/8).

Secara total, negara bagian ini memiliki 550.901 kasus infeksi virus corona dengan 8.765 kematian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, seperti kebanyakan komunitas ilmiah dan medis lain, telah merekomendasikan penggunaan masker wajah untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: 800 Orang Meninggal Dunia Akibat Misinformasi Covid-19

Penelitian: 800 Orang Meninggal Dunia Akibat Misinformasi Covid-19

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Ibu Tewas Ditembak saat Anak Sedang Ikut Kelas Online, Terekam di Zoom

Ibu Tewas Ditembak saat Anak Sedang Ikut Kelas Online, Terekam di Zoom

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Masker Dibilang Bisa Sebabkan Keracunan, Dokter RSA UGM Membantah

Masker Dibilang Bisa Sebabkan Keracunan, Dokter RSA UGM Membantah

Jogja | Kamis, 13 Agustus 2020 | 08:33 WIB

Terkini

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:36 WIB

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:14 WIB

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

Rencana Awal Berubah Jadi Pembunuhan Sekeluarga, Fakta Baru Kasus Rumbai Terungkap

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

Pembunuhan di Rumbai Terungkap, Menantu Korban Diduga Jadi Otak Pelaku

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 21:00 WIB

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

PPG Unhas Diusulkan Jadi Pusat Pengembangan Standar MBG Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:22 WIB

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:11 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

Percepat Pemulihan, Kasatgas PRR Minta Daerah Terdampak Bentuk Satgas Provinsi

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:57 WIB

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

PDIP Dorong Dialog Terbuka Tentukan Ambang Batas Parlemen di RUU Pemilu

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 19:25 WIB