Hiroo Onoda, Tentara Jepang yang Baru Menyerah 29 Tahun Setelah PD II

Reza Gunadha, BBC

Senin, 17 Agustus 2020 | 13:32 WIB
Hiroo Onoda, Tentara Jepang yang Baru Menyerah 29 Tahun Setelah PD II
Hiroo Onoda [BBC]

Suara.com - Hiroo Onoda tercatat dalam sejarah sebagai tentara Jepang terakhir yang menyerahkan diri, setelah negara tersebut menyerah tanpa syarat dalam Perang Dunia II tahun 1945.

Onoda yang berpangkat letnan, baru mau menyerahkan diri pada tanggal 9 Maret 1974. Selama 29 tahun setelah Jepang menyerah kalah, dia tetap bertahan di hutan Filipina.

Dalam sebuah wawancara dan tulisannya setelah kembali ke Jepang, dia berkata bahwa dia tak bisa menerima kenyataan bahwa Jepang menyerah.

Bagi banyak orang, pandangan Onoda tampak seperti seorang fanatik. Tapi di kekaisaran Jepang, tindakannya sangat logis.

Onoda telah bersumpah tidak akan pernah menyerah dan akan mati demi kaisar. Dia percaya orang-orang sebangsanya, akan melakukan hal yang sama.

Tentu saja hal itu tak terjadi. Pada 15 Agustus 1945, pemimpin Jepang, Kaisar Hirohito, melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan kaisar sebelumnya: dia menyiarkan radio. Bom atom telah menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki.

Pada saat bom dijatuhkan di Nagasaki, Joseph Stalin menyatakan perang terhadap Jepang. Pasukan Soviet sudah menyapu Manchuria.

Dalam beberapa minggu mereka akan mendarat di pulau bagian utara, Hokkaido. Hirohito menerima bahwa menyerah kepada Amerika Serikat adalah pilihan terbaiknya.

Meski begitu, pidato penyerahan diri kaisar hampir tidak terjadi.

baca juga

Pada pagi hari tanggal 15 Agustus, sekelompok perwira muda memimpin pasukan mereka ke halaman istana kekaisaran. Mereka mencoba mendapatkan rekaman pidato itu.

Tak diadili

Mereka percaya bahwa Jepang masih jauh dari kalah. Pulau utama Jepang belum diserang dan pasukan Jepang dalam jumlah besar di Tiongkok sebagian besar masih belum terkalahkan.

Para perwira tidak terlalu peduli dengan korban sipil massal yang diakibatkan oleh pemboman kota-kota Jepang oleh AS. Sebaliknya mereka fokus pada satu hal: kelangsungan sistem kekaisaran. Jepang tidak boleh menuntut perdamaian sampai kaisar diamankan.

Akan tetapi para perwira muda tak berhasil menggagalkan siaran pidato kaisar. Namun mereka mendapatkan keinginan mereka -setelah menyerah, AS memutuskan Hirohito tidak akan diadili sebagai penjahat perang. Sebaliknya dia akan tetap di atas takhta, yang secara efektif menjadi boneka Amerika.

Mungkin itu adalah langkah cerdas oleh Douglas MacArthur, jenderal AS yang berkuasa Jepang hingga 1949.

MacArthur menggunakan kaisar untuk mendorong agendanya sendiri - mengubah Jepang yang konservatif menjadi demokrasi modern dengan konstitusi gaya Amerika.

Sekutu yang menang mengadili 28 pemimpin perang Jepang. Tujuh orang, termasuk Perdana Menteri Hideki Tojo, digantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Buruk dari Perang Dunia II

Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Buruk dari Perang Dunia II

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:13 WIB

Perang Dunia II: 75 Tahun Berlalu, 1 Juta Jenazah Orang Jepang Masih Hilang

Perang Dunia II: 75 Tahun Berlalu, 1 Juta Jenazah Orang Jepang Masih Hilang

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Jepang Peringati Tragedi Hiroshima yang ke-75 Tahun

Jepang Peringati Tragedi Hiroshima yang ke-75 Tahun

Video | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:55 WIB

Pangeran Philip Terlibat dalam Perayaan 75 Tahun Perang Dunia II Berakhir

Pangeran Philip Terlibat dalam Perayaan 75 Tahun Perang Dunia II Berakhir

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Giuseppe Paterno, Veteran Perang Dunia II Jadi Sarjana di Usia 96 Tahun

Giuseppe Paterno, Veteran Perang Dunia II Jadi Sarjana di Usia 96 Tahun

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 15:57 WIB

Kenalan dengan Nenek Moyang Toyota Alphard, Bentuknya Antimainstream!

Kenalan dengan Nenek Moyang Toyota Alphard, Bentuknya Antimainstream!

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:08 WIB

Dituding Bunuh 5.230 orang, Eks Anggota Nazi: Maaf atas Neraka Kegilaan Ini

Dituding Bunuh 5.230 orang, Eks Anggota Nazi: Maaf atas Neraka Kegilaan Ini

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:17 WIB

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:38 WIB

Lagi Susun Batu di Got, Warga Seram Maluku Temukan Bom Sisa Perang Dunia II

Lagi Susun Batu di Got, Warga Seram Maluku Temukan Bom Sisa Perang Dunia II

News | Sabtu, 04 Juli 2020 | 01:05 WIB

Terkini

Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI

Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 13:03 WIB

Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba

Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba

Riau | Senin, 02 November 2026 | 13:02 WIB

Pramono Respons Soal Polemik Konser Andrea Bocelli: Izin Pusat Lengkap, Kami Hanya Mengikuti

Pramono Respons Soal Polemik Konser Andrea Bocelli: Izin Pusat Lengkap, Kami Hanya Mengikuti

News | Senin, 02 November 2026 | 13:02 WIB

Shin Tae-yong Akui Persija Tak Bersahabat dengan Banten International Stadium

Shin Tae-yong Akui Persija Tak Bersahabat dengan Banten International Stadium

Bola | Senin, 02 November 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Buku The Comfort Book: Menemukan Ketenangan di Tengah Sulitnya Hidup

Ulasan Buku The Comfort Book: Menemukan Ketenangan di Tengah Sulitnya Hidup

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:00 WIB

Yamaha Hadirkan GEAR ULTIMA Modifikasi Kicau Mania

Yamaha Hadirkan GEAR ULTIMA Modifikasi Kicau Mania

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 12:56 WIB

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Perbedaan Glad2Glow Moisturizer Kemasan Blueberry vs Centella, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

BEI Siap Berikan Insentif Pajak Emiten yang Tercatat

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla

Buruh Perempuan Sawit Menanggung Beban Berlapis di Balik Asap Karhutla

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:55 WIB

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

×