Hiroo Onoda, Tentara Jepang yang Baru Menyerah 29 Tahun Setelah PD II

Reza Gunadha, BBC

Senin, 17 Agustus 2020 | 13:32 WIB
Hiroo Onoda, Tentara Jepang yang Baru Menyerah 29 Tahun Setelah PD II
Hiroo Onoda [BBC]

Tetapi yang lainnya tidak pernah dituntut. Di antara mereka adalah Pangeran Yasuhiko Asaka, paman kaisar yang juga memimpin pasukan Jepang dalam pemerkosaan terkenal di ibu kota China kala itu, Nanjing.

Membebaskan mereka dipandang oleh MacArthur sebagai kejahatan yang diperlukan. Tetapi keputusannya telah memungkinkan, bahkan mendorong, Jepang untuk menghindari perhitungan yang mendalam dengan masa lalunya.

Pria lain yang lolos dari persidangan adalah Nobusuke Kishi. Kishi memainkan peran utama dalam pendudukan Manchuria dan merupakan sekutu dekat pemimpin perang Hideki Tojo.

Orang Amerika memutuskan untuk tidak menuntutnya. Namun, pada tahun 1948 Kishi dibebaskan. Dia dilarang berpolitik selama pendudukan Amerika berlangsung.

Pada 1955, Kishi membantu dalam pembentukan kekuatan politik baru - Partai Demokrat Liberal. Segera dia menjadi pemimpinnya dan menjabat perdana menteri Jepang.

Rehabilitasi selesai, dan partai yang dia bantu ciptakan telah menguasai Jepang selama 65 tahun terakhir.

Putri Nobusuke Kishi menikah dengan putra dari dinasti politik kuat lainnya - seorang pria bernama Shintaro Abe.

Dia kemudian menjadi menteri luar negeri Jepang, dan menjadi ayah dari putranya yang bernama Shinzo, yang kini menjabat sebagai perdana menteri. Dinasti politik Jepang terbukti sangat tangguh.

Shinzo Abe konon dekat dengan kakeknya. Kishi memiliki pengaruh besar terhadap pandangan politik Shinzo muda.

baca juga

Seperti banyak sekutunya di sayap kanan, Nobusuke Kishi berpikir bahwa lolosnya dirinya dari pengadilan kejahatan perang adalah keadilan pemenang. Tujuan seumur hidupnya tetap menghapuskan konstitusi pasifis pasca perang.

Dalam pidatonya tahun 1965, Kishi menyerukan persenjataan kembali Jepang sebagai "alat untuk memberantas sepenuhnya konsekuensi dari kekalahan Jepang dan pendudukan Amerika".

Ketika para kritikus Jepang di China dan Korea mengatakan bahwa negara tersebut tidak pernah meminta maaf dengan benar atas apa yang dilakukannya selama Perang Dunia Kedua, mereka salah.

Kelompok baru

Jepang telah berulang kali meminta maaf. Masalahnya adalah kata-kata dan tindakan lain yang diambil oleh para politikus terkemuka Jepang. Mereka berpendapat bahwa permintaan maaf tersebut tidak sepenuhnya tulus.

Pada 1997, kelompok baru dibentuk oleh elite politik Jepang. Ini disebut Nippon Kaigi. Ini bukan perkumpulan rahasia, tetapi banyak orang Jepang tetap tidak menyadari keberadaan atau tujuannya.

Tujuan tersebut adalah untuk "menghidupkan kembali kebanggaan dan identitas nasional Jepang, yang berbasis di sekitar keluarga Kekaisaran", untuk menghapus konstitusi pasifis, untuk melembagakan penghormatan terhadap bendera nasional, lagu kebangsaan dan sejarah nasional, dan untuk membangun kekuatan militer Jepang.

Anggota Nippon Kaigi terkemuka adalah Perdana Menteri Shinzo Abe, Wakil Perdana Menteri Taro Aso dan Gubernur Tokyo, Yuriko Koike.

Anggota lain dari Nippon Kaigi, hingga kematiannya, adalah Hiroo Onoda.

Ketika dia kembali ke negaranya pada pertengahan 1970, kondisi Jepang ketika itu tidak sesuai keinginannya. Dia percaya bahwa generasi pasca perang telah menjadi lunak.

Untuk suatu waktu, dia pindah ke Brasil dan tinggal di sebuah peternakan sapi. Kemudian dia kembali ke Jepang dan membuka sekolah untuk melatih anak muda Jepang dalam keterampilan yang membantunya bertahan hidup selama tiga dekade di hutan.

Ketika Hiroo Onoda meninggal pada tahun 2014 pada usia 91, juru bicara Perdana Menteri Abe sangat bersemangat dalam pidatonya. Dia tidak mengungkapkan tentang kesia-siaan atas gerilyanya yang sepi, atau menyebut tentang penduduk desa Filipina yang dia bunuh, lama setelah Jepang menyerah.

Sebaliknya, dia menggambarkan Hiroo Onoda sebagai pahlawan Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Buruk dari Perang Dunia II

Pandemi Covid-19 Dinilai Lebih Buruk dari Perang Dunia II

News | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:13 WIB

Perang Dunia II: 75 Tahun Berlalu, 1 Juta Jenazah Orang Jepang Masih Hilang

Perang Dunia II: 75 Tahun Berlalu, 1 Juta Jenazah Orang Jepang Masih Hilang

News | Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:05 WIB

Jepang Peringati Tragedi Hiroshima yang ke-75 Tahun

Jepang Peringati Tragedi Hiroshima yang ke-75 Tahun

Video | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 20:55 WIB

Pangeran Philip Terlibat dalam Perayaan 75 Tahun Perang Dunia II Berakhir

Pangeran Philip Terlibat dalam Perayaan 75 Tahun Perang Dunia II Berakhir

News | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:30 WIB

Giuseppe Paterno, Veteran Perang Dunia II Jadi Sarjana di Usia 96 Tahun

Giuseppe Paterno, Veteran Perang Dunia II Jadi Sarjana di Usia 96 Tahun

News | Minggu, 02 Agustus 2020 | 15:57 WIB

Kenalan dengan Nenek Moyang Toyota Alphard, Bentuknya Antimainstream!

Kenalan dengan Nenek Moyang Toyota Alphard, Bentuknya Antimainstream!

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2020 | 15:08 WIB

Dituding Bunuh 5.230 orang, Eks Anggota Nazi: Maaf atas Neraka Kegilaan Ini

Dituding Bunuh 5.230 orang, Eks Anggota Nazi: Maaf atas Neraka Kegilaan Ini

News | Kamis, 23 Juli 2020 | 13:17 WIB

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Gara-gara Corona, Kondisi Ekonomi Global Terburuk Sejak Perang Dunia II

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2020 | 14:38 WIB

Lagi Susun Batu di Got, Warga Seram Maluku Temukan Bom Sisa Perang Dunia II

Lagi Susun Batu di Got, Warga Seram Maluku Temukan Bom Sisa Perang Dunia II

News | Sabtu, 04 Juli 2020 | 01:05 WIB

Terkini

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Kenapa Harga iPhone Tiba-Tiba Naik? Cek Harga Terbaru September 2026

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:24 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:23 WIB

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Bunyi Hukum Pascal dan Contoh Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:22 WIB

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Bapak Paling Jujur, Film Satir Politik yang Menyentil Budaya Suka Bohong

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 13:16 WIB

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Cara Ganti Background Zoom dan Efek Blur dengan Mudah

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 13:15 WIB

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

Analis Asing: Karhutla Indonesia 34 Persen Lebih Parah dari 2019, 12 Juta Orang Terdampak

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:13 WIB

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

5.167 Keluarga Penerima Bansos di Palu Terindikasi Judi Online

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 13:12 WIB

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Tall Poppy Syndrome: Ketika Orang Berhasil Justru Dicari Kekurangannya

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB

9 Rekomendasi Day Cream Pemudar Bekas Jerawat dan Noda Hitam

9 Rekomendasi Day Cream Pemudar Bekas Jerawat dan Noda Hitam

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB

Label Expired untuk Perempuan: Mengapa Bertambah Usia Dianggap Kerugian?

Label Expired untuk Perempuan: Mengapa Bertambah Usia Dianggap Kerugian?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 13:10 WIB

×