Profil Ali Mochtar Ngabalin Terlengkap

Rifan Aditya

Selasa, 18 Agustus 2020 | 12:42 WIB
Profil Ali Mochtar Ngabalin Terlengkap
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Berikut ini profil Ali Mochtar Ngabalin yang kini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP). Ia baru-baru ini menjadi sorotan lantaran membela desain logo HUT RI ke-75 yang disebut-sebut mirip salib.

Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si. lahir di Fakfak, Papua Barat pada 25 Desember 1968. Ia dikenal sebagai seorang tokoh politik, mubaligh, sekaligus tenaga pengajar.

Ngabalin, sapaannya, menikah dengan wanita yang bernama Henny Muis Bakkidu dan dikaruniai empat orang anak.

Berikut ini profil Ali Mochtar Ngabalin terlengkap yang dirangkum Suara.com.

Karir Politik

Ali Mochtar Ngabalin dikenal memiliki gaya bicara yang lantang. Ia pernah menjadi anggota DPR RI pada periode 2004 hingga 2009.

Ia juga menjabat sebagai Ketua DPP Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI). Selain itu, ia sebagai direktur eksekutif di Lembaga nirlaba salah satunya adalah Adam Malik Center.

Ali Mochtar Ngabalin memulai karir politiknya sejak ia bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB) pada tahun 2004. Ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi melalui Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II.

2010, Ali Mochtar Ngabalin pindah ke Partai Golkar dan menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Pada Pilpres 2014, ia juga masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta.

baca juga
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin. (Suara.com/Tyo)
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin. (Suara.com/Tyo)

Dulunya Ali Mochtar Ngabalin merupakan salah satu orang yang paling nyaring bersuara dalam mengkritik pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo.

Namun belakangan, Ali Mochtar Ngabalin merapat ke dalam pemerintahan Jokowi setelah diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Disemasi Informasi Kantor Staf Presiden pada tahun 2018.

Pendidikan

Setelah menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Fak-Fak pada tahun 1980, Ali Mochtar Ngabalin memilih untuk mendalami ilmu agama dengan melanjutkan studi ke Madrasah Tsanawiyah Fak-Fak, Madrasah Aliyah di Fakfak, hingga Mualimin Muhammadiyah di Makassar.

Ali Mochtar Ngabalin lalu meneruskan Pendidikan di Ilmu Komunikasi UI pada tahun 2001 dan juga meraih gelar doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta di tahun 2013.

Beliau merupakan seorang mubaligh dan juga merupakan pimpinan pondok pesantren serta aktif menjadi dosen luar biasa Pascasarjana Institut Agama Islam Al Aqidah di Jakarta.

Itulah profil lengkap Ali Mochtar Ngabalin, tokoh politik yang dikenal bersuara lantang.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngabalin Tanya ke Amien Rais: Kenapa Kebencian pada Jokowi Begitu Tinggi?

Ngabalin Tanya ke Amien Rais: Kenapa Kebencian pada Jokowi Begitu Tinggi?

News | Minggu, 16 Agustus 2020 | 17:37 WIB

Tiga Politikus Adu Argumen Soal Jokowi Marahi Menteri, Karni Ilyas: Sudah!

Tiga Politikus Adu Argumen Soal Jokowi Marahi Menteri, Karni Ilyas: Sudah!

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 18:17 WIB

Jokowi Marahi Menteri Disebut Aksi 'Cuci Tangan', Ngabalin: Terlalu Jauh

Jokowi Marahi Menteri Disebut Aksi 'Cuci Tangan', Ngabalin: Terlalu Jauh

News | Selasa, 30 Juni 2020 | 14:10 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×