Halau Serang Hewan Liar, Warga di India Beramai-ramai Tanam Cabai Rawit

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:54 WIB
Halau Serang Hewan Liar, Warga di India Beramai-ramai Tanam Cabai Rawit
Ilustrasi tanaman cabai rawit.[Unsplash/Jackson David]

Suara.com - Warga di Kanamala, India gencar menanam cabai untuk menghalau hewan-hewan liar yang mengakibatkan harga cabai jadi turun.

Menyadur Gulf News, Rabu (19/8/2020), penduduk desa di Kanamala kehabisan akal ketika babi hutan mencabut pohon pisang, monyet berpesta dengan buah kakao, dan gajah liar menginjak-injak tanaman dalam perjalanan untuk mengambil nangka.

Bank Koperasi Layanan Kanamala kemudian memberikan solusi kepada masyarakat Kerala untuk menanam cabai rawit asli yang sering disebut kanthari guna menghalau serangan hewan liar.

Didukung oleh jaminan dari bank bahwa mereka akan membeli semua cabai yang ditanam penduduk desa dengan harga terjamin 250 rupee (Rp 49 ribu) per kg, ratusan keluarga di desa tersebut beralih menjadi petani kanthari.

"Ketika kami menggali lebih dalam masalah yang dihadapi para petani, kami menemukan bahwa lebih dari dukungan yang mereka butuhkan dalam hal subsidi tanaman atau input teknis, yang dibutuhkan petani adalah harga yang terjamin untuk produk mereka," ujar presiden Bank Koperasi Layanan Kanamala Binoy Jose dikutip dari Gulf News.

"Kami menawarkan kepada mereka 250 rupee (Rp 49 ribu) per kg untuk kanthari, bahkan jika harga pasar turun di bawah itu, dan itulah motivasi yang mereka butuhkan," jelas Binoy Jose.

Risiko yang diperhitungkan

Bank telah mengambil risiko yang telah diperhitungkan karena tidak ada pasar resmi untuk kanthari, salah satu cabai asli Kerala yang paling pedas.

"Kami tahu ada risiko dalam menjamin harga setinggi itu kepada petani, tapi kami pikir jika kami harus menjual cabai dengan harga di bawah harga pengadaan, kami akan menggunakan dana milik bank untuk menutupi kerugian tersebut. Sebaliknya, kami dapat menjual apa yang kami beli dengan sangat mudah dan menguntungkan," kata Jose.

baca juga

Terlepas dari kendala yang ditimbulkan Covid-19, tanaman kanthari Kanamala telah terseret oleh pasar sayuran terkemuka di negara bagian itu, dan sekarang permintaan ekspor meningkat.

"Perusahaan ekspor bertanya kepada kami apakah kami dapat memasok untuk pasar Eropa dan AS di mana cabai digunakan untuk berbagai keperluan termasuk sebagai bahan obat penghilang rasa sakit," kata Jose.

Penduduk setempat dari anak-anak sekolah hingga para oktogenaris sekarang mengantri untuk menjual kanthari yang mereka kumpulkan dari pertanian wisma.

Salah satunya adalah Abin K Thomas, seorang pemuda dengan gelar Magister Aplikasi Komputer yang rencananya untuk memulai karir di Bengaluru terganggu oleh Covid-19.

Thomas menanam 10.000 kanthari dan menyuplai ke petani di desa masing-masing seharga 5 rupee (Rp 900), mendorong beberapa orang lainnya juga untuk masuk ke bisnis pembibitan kanthari.

Cabe rawit tersebut diklaim terlaly pedas untuk babi hutan, monyet, dan gajah untuk dimakan sehingga mereka tidak akan kembali untuk merusak lahan perkebunan warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Covid-19 Mewabah di Penjara, 1.043 Napi Positif Corona

Covid-19 Mewabah di Penjara, 1.043 Napi Positif Corona

News | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:47 WIB

Rebut Pangsa Pasar, Volvo India Lakukan Perakitan Lokal

Rebut Pangsa Pasar, Volvo India Lakukan Perakitan Lokal

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:41 WIB

Sembuh dari Covid-19, Mendagri India Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Sembuh dari Covid-19, Mendagri India Kembali Dirawat di Rumah Sakit

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 04:05 WIB

Terkini

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini

Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga

Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup

Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

×