Buat Materi Belajar di Sekolah, Satu Guru SMK di DKI Meninggal karena Covid

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 27 Agustus 2020 | 13:38 WIB
Buat Materi Belajar di Sekolah, Satu Guru SMK di DKI Meninggal karena Covid
Komisioner KPAI, Retno Listyarti. (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Pemprov DKI Jakarta belum menerapkan pembelajaran secara tatap muka di seluruh sekolah.

Namun penularan virus Corona Covid-19 masih menghantui bagi mereka yang kerap ke sekolah.

Berdasarkan temuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terdapat kasus penularan Covid-19 terhadap pendidik atau pegawai sekolah, bahkan hingga menyebabkan meninggal dunia.

Komisioner KPAI Retno Listyarti menjelaskan kejadian tersebut terjadi di salah satu SMK Negeri di Jakarta Utara.

Meskipun masih menerapakan pembelajaran jarak jauh, namun terdapat guru yang ternyata menyiapkan video pembelajaran di sekolah pada 20 hingga 23 Juli 2020.

"Ternyata satu guru ini terlibat pembuatan video tadi meninggal dunia karena Covid-19," kata Retno dalam sebuah diskusi webinar, Kamis (27/8/2020).

Karena itu, seluruh jajaran guru dan karyawan di sekolah tersebut harus menjalani tes swab. Hasilnya, ada dua guru lainnya dan satu office boy yang dinyatakan positif Covid-19.

Lain cerita di Kota Bekasi. Ada satu sekolah swasta di daerah tersebut yang sempat menggelar pembelajaraan secara tatap muka.

Namun tidak lama kemudian sekolah itu kembali ditutup pada 12 Agustus.

Hal tersebut dikarenakan ada satu kepala sekolah, satu orang karyawan managemen dan satu karyawan lainnya dinyatakan positif Covid-19.

"Ini bayangkan belum buka sekolah ya sudah ditemukan apalagi ketika kita membuka sekolah. Tentunya ini harus lebih hati-hati," ujarnya.

Menurut data yang dimiliki KPAI, terhitung sudah ada 42 guru yang meninggal dunia karena Covid-19.

Apabila kegiatan belajar mengajar tetap diinginkan secara tatap muka, maka KPAI pun mengusulkan agar diadakannya tes swab kepada seluruh warga sekolah.

"Ini sekolah belum dibuka (jumlahnya) sudah setinggi ini bagaimana ketika dibuka. Itulah kenapa pentingnya tes PCR dilakukan sebelum ada kontak tatap muka," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Jaktim Bakal Bangun Peti Jenazah Jumbo di Dekat Taman Tongtek

Pemkot Jaktim Bakal Bangun Peti Jenazah Jumbo di Dekat Taman Tongtek

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:54 WIB

Kabar Duka, Karyawan LG Electronic Pertama Positif Corona Meninggal

Kabar Duka, Karyawan LG Electronic Pertama Positif Corona Meninggal

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:52 WIB

9 Pegawai dan 1 Tahanan Positif Corona, KPK Kembali Gelar Tes Swab

9 Pegawai dan 1 Tahanan Positif Corona, KPK Kembali Gelar Tes Swab

News | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:36 WIB

Aturan Baru Protokol COVID-19 di Bekasi, Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis

Aturan Baru Protokol COVID-19 di Bekasi, Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis

Jakarta | Kamis, 27 Agustus 2020 | 12:09 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB