Dilarang Komnas PA, Pemuda Ini Malah Iseng Bilang Anjay Sampai 100.000 Kali

Dany Garjito, Farah Nabilla

Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:50 WIB
Dilarang Komnas PA, Pemuda Ini Malah Iseng Bilang Anjay Sampai 100.000 Kali
Bilang anjay 100 ribu kali. (YouTube/YUPS!)

Suara.com - Seorang Youtuber menuai perhatian publik lantaran nekat membuat video dengan mengucapkan kata 'anjay' sebanyak 100 ribu kali. Banyak yang menganggap aksi ini adalah bentuk pertentangan atas polemik pelarangan penggunaan istilah tersebut oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Youtuber pemilik kanal YUPS! ini mengunggah sebuah video berjudul "Bilang Anjay 100.000 Kali" pada Jumat (28/8/2020). Ia mengaku diberi tantangan oleh Youtuber lain yakni Rezky Cahya utuk mengatakan kata "anjay" sebanyak-banyaknya.

"Rezky Cahya yang me-request challenge dengan mengusul 30 menit bilang anjay, tapi gue buat lebih greget," tulis dia dalam kolom deskripsi videonya.

Youtuber itu merekam aksinya mengucapkan kata anjay sebanyak 100 ribu kali dengan dibantu aplikasi penghitung melalui sebuah tablet.

Hasilnya, ia menghabiskan waktu hingga 10 jam 23 menit untuk mengucapkan kata tersebut sebanyak 100 ribu kali.

Tampak dalam video, pemuda itu memulai rekamannya ketika hari gelap hingga cahaya matahari muncul menembus jendela kamarnya.

Raut muka pemuda itu pun juga menunjukkan perubahan. Di awal video ia tampak santai namun semangat mengucapkan kata "anjay. Perlahan-lahan, ia mulai kehabisan energi. Matanya mulai sayu dan suaranya mulai rendah hingga setengah berbisik.

Sesekali, ia berhenti untuk menghela napas dengan mengumpulkan energinya kembali.

Namun, tujuan akhirnya tetap tercapai. Ia berhasil mengucapkan kata "anjay" hingga 100 ribu kali.

baca juga

Simak video menyebut kata 'anjay' 100 ribu kali tersebut DI SINI.

Tak disangka, video isengnya tersebut ternyata ramai mendapat perhatian publik. Hingga berita ini diterbitkan, video itu sudah ditonton hingga 15 ribu kali dan mendapat kebih dari 2 ribu likes.

"Terima kasih kawan, sudah rela menonton video ini," tulis pemuda tersebut.

Sementara itu di kolom komentar, ribuan warganet pun menuliskan kesalutannya pada pemuda itu.

"Pita suaranya copot," komentar seorang warganet.

"Bang interupsi, lo ngomong Anjay atau lagi nge-wirid? Berdesis gitu ngucapinnya. Geli ke kuping. Semangat terus btw," tulis warganet lain.

"Secara tak langsung, ini nyindir video YouTube 'Kata Anjay Dapat Merusak Moral Bangsa'," kata warganet.

"Gokil lu bang, enggak capek apa wkkw. Jangan lupa istirahat," imbuh warganet lain.

Dilarang Komnas PA

Komnas Perlindungan Anak meminta masyarakat untuk setop menggunakan kata gaul 'Anjay'. Melalui surat yang disebarkan pada 29 Agustus 2020 lalu, kata tersebut dianggap dapat 'merendahkan martabat seseorang'.

"Istilah tersebut (anjay) adalah salah satu bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana," tulis surat yang ditandatangi oleh Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait tersebut.

Dalam surat yang sama ditulis bahwa kata Anjay merupakan kata serapan dari Anjing yang dalam beberapa hal, dianggap memiliki arti ofensif.

Dalam surat edaran yang dirilis Komnas PA, menjelaskan kata anjay bisa memiliki makna berbeda saat diucapkan. Bisa berarti baik, ataupun sebaliknya.

"Jika penyebutan sebagai kata ganti salut atau pujian, maka kata ini tidak mengandung unsur kekerasan verbal," demikian keterangan tersebut.

"Tapi, seandainya digunakan merendahkan martabat seseorang, itu bisa dilaporkan sebagai tindak pidana," imbuhnya.

Mengingat ada beragam macam perspektif, maka Komnas PA memutuskan agar anak-anak tak lagi menggunakan kata anjay dalam bahasa sehari-hari mereka.

"Jadi, karena ada dua makna itu, saran Komnas Perlindungan Anak dihentikan saja dan tidak ada untungnya. Tidak bermanfaat," kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ustaz Hilmi Dicaci Buzzers Lebih Sadis dari Anjay, Dibalas  Pakai Cinta

Ustaz Hilmi Dicaci Buzzers Lebih Sadis dari Anjay, Dibalas Pakai Cinta

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:27 WIB

Raffi Ahmad Serasa Mimpi Logo RANS Ada di Bodi Pesawat Garuda

Raffi Ahmad Serasa Mimpi Logo RANS Ada di Bodi Pesawat Garuda

Entertainment | Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:45 WIB

Arti Kata Anjay dan Istilah Populer 2020 Lengkap Lainnya, Awas Salah Paham!

Arti Kata Anjay dan Istilah Populer 2020 Lengkap Lainnya, Awas Salah Paham!

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 15:53 WIB

Pelarangan Pakai Kata Anjay Didukung Banget Sama PA 212, Ini Penjelasannya

Pelarangan Pakai Kata Anjay Didukung Banget Sama PA 212, Ini Penjelasannya

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 14:49 WIB

Anjay Kena Semprot Komnas PA, Ini Daftar Bahasa Gaul Ofensif Lainnya

Anjay Kena Semprot Komnas PA, Ini Daftar Bahasa Gaul Ofensif Lainnya

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2020 | 14:21 WIB

Sudah Lama di Android, Fitur YouTube Ini Baru Muncul di iOS

Sudah Lama di Android, Fitur YouTube Ini Baru Muncul di iOS

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:30 WIB

Terkini

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:21 WIB

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

Dugaan Mark Up Proyek MBG, Kejagung Amankan 17.600 Unit Motor Listrik dan Segel Dua Gudang

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:20 WIB