Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB
Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan
Ilustrasi - Musda ke xi DPD Partai Golkar Sumatera Selatan
baca 10 detik
  • Partai Golkar memutuskan merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto dan menolak posisi oposisi demi menjaga stabilitas politik.
  • Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyatakan bahwa prinsip politik kekaryaan Golkar selalu mengharuskan partai berada dekat dengan penguasa.
  • Keputusan bergabungnya mayoritas partai besar ke koalisi pemerintah dikhawatirkan dapat melemahkan fungsi pengawasan DPR RI.

Suara.com - Sikap Partai Golkar yang menegaskan tidak akan menjadi oposisi dan mantap merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto mempertegas praktik pragmatisme politik di Indonesia. Langkah ini menjadi cerminan bahwa partai berlambang pohon beringin tersebut enggan mengarungi dinginnya kehidupan di luar lingkaran kekuasaan.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menyoroti bahwa doktrin politik kekaryaan yang diusung Golkar sejatinya dikemas sebagai legitimasi atas kebutuhan dasar untuk senantiasa melekat pada penguasa pemenang pemilu.

"DNA golkar itu karya kekaryaan yang diterjemahkan dalam prinsip politik mereka bahwa Golkar harus senantiasa selalu bersama dengan penguasa, selalu bersama dengan pemenang," kata Adi kepada Suara.com, Senin (3/8/2026).

Adi menjelaskan, secara historis maupun praktis, partai yang kini dipimpin Bahlil Lahadalia itu selalu memiliki daya tawar yang sangat tinggi di mata pemenang pemilu.

Perolehan suara dan kursi legislatif yang signifikan membuat resep pragmatis Golkar selalu berhasil menarik minat penguasa demi menjaga stabilitas politik.

Hal itu terbukti pada periode pertama pemerintahan Jokowi. Meski kalah dalam Pilpres 2014 karena mendukung Prabowo Subianto, Golkar tetap diajak bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.

"Sekalipun kalah pemilu misalnya, Golkar selalu dilirik pemenang untuk diajak berkoalisi karena perolehan pilegnya signifikan," ucapnya.

Sebagai konsekuensi dari posisi tawar tersebut, Golkar hampir selalu berhasil mengamankan jatah kekuasaan di posisi strategis. Jabatan menteri hingga kursi penting di eksekutif menjadi imbalan yang dinilai sepadan bagi partai sebesar Golkar.

 Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. (Suara.com/Ria Rizki).
Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. (Suara.com/Ria Rizki).

"Soal dapat jabatan mentereng di eksekutif, itu setara dengan Golkar yang partai besar," imbuhnya.

baca juga

Namun, kalkulasi pragmatis itu dinilai membawa implikasi buruk bagi kesehatan demokrasi. Bergabungnya mayoritas partai besar ke dalam pemerintahan berpotensi memandulkan fungsi pengawasan DPR RI, sehingga parlemen berisiko hanya menjadi penonton sekaligus stempel kebijakan pemerintah.

"Tapi kalau partainya berkoalisi dengan pemerintah, fungsi kontrol bisa samar dan lebih banyak dukung pemerintah," tuturnya.

Adi menuturkan bahwa fobia terhadap oposisi bukan hanya dimiliki Golkar, melainkan menjadi fenomena umum dalam politik nasional. Menjadi oposisi kerap dihindari karena dianggap tidak menguntungkan dari sisi logistik maupun akses politik.

"Dan secara umum, semua partai politik di negara ini tak mau memilih jadi oposisi kalau kalah pemilu. Semua ingin menjadi bagian kekuasaan pemenang. Jadi oposisi itu berat, tak punya akses dan sumber daya politik memadai," ungkapnya.

Bahkan, partai dengan rekam jejak oposisi yang panjang seperti PDIP kini dinilai cenderung berhati-hati dan memilih jalan tengah sebagai partai penyeimbang.

"Hanya PDIP mungkin yang punya sejarah oposisi di era SBY, atau oposisi ketika di zaman orba, tapi di era Prabowo PDIP main dua kaki sebagai partai penyeimbang," ucapnya.

Bagi Golkar sendiri, modal sejarah Prabowo yang pernah berkiprah di Partai Golkar serta rekam jejak dukungan penuh pada Pilpres 2024 dinilai semakin melicinkan langkah pragmatis mereka untuk berada di barisan penguasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Bahlil Wajibkan Anggota DPR dari Golkar Ikut TOT: Biar Tahu Mana Kepentingan Partai dan Pribadi

Bahlil Wajibkan Anggota DPR dari Golkar Ikut TOT: Biar Tahu Mana Kepentingan Partai dan Pribadi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

Bupati Pemalang Kena OTT KPK, Golkar Tegaskan Komitmen Sanksi Bagi Kader Bermasalah

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:43 WIB

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:15 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:08 WIB

Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?

Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 17:58 WIB

Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng

Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:20 WIB

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 08:35 WIB

Terkini

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH

Misteri Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Propam Dalami Peran Brigadir IH

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya

Sidang Perdana Eks Menag Yaqut Digelar 11 Agustus, Termasuk Tiga Orang Lainnya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah

Serahkan Konsep PPHN, MPR Ungkap Keprihatinan Prabowo soal 'Demokrasi Mahal' dan Korupsi di Daerah

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:54 WIB

Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya

Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya

Banten | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

Bukan Cuma Minyak, Pusat Data AI Jadi Sasaran Empuk Rudal Perang AS - Iran

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:51 WIB

Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel

Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel

Banten | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:44 WIB

×