Pemimpin Demonstrasi Belarusia Hilang Diculik Pria Bertopeng

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Rabu, 09 September 2020 | 02:58 WIB
Pemimpin Demonstrasi Belarusia Hilang Diculik Pria Bertopeng
Pemimpin demonstrasi Belarusia, Maria Kolesnikova. [AFP]

Suara.com - Pemimpin demonstrasi Belarusia, Maria Kolesnikova menghilang setelah dibawa pergi orang-orang bertopeng di Minsk, Senin (7/9/2020). Dua rekannya juga dilaporkan menghilang dalam kejadian tersebut.

Menyadur People Voice, Selasa (8/9/2020), dia diculik segerombolan orang tak dikenal yang membawanya pergi menggunakan mobl jenis van.

Kolesnikova merupakan anggota dewan koordinasi kelompok oposisi yang mengkritisi pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko.

Dia adalah wanita terakhir dari tiga politisi perempuan yang tersisa yang bergabung dalam aksi demonstrasi sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 9 Agustus lalu.

Penculikan perempuan yang berperan penting dalam menggalang aksi protes selama berminggu-minggu untuk menuntut Lukashenko yang dinilai curang dalam pilpres, diduga didalangi pemerintah.

Pihak berwenang Belarusia dianggap telah meningkatkan upaya untuk menghentikan aksi protes dan menghalangi kerja dewan oposisi, yang mereka tuduh ingin menggulingkan sang Presiden.

Pada Minggu, satau satu hari sebelum penculikan Kolesnikova, puluhan ribu orang berdemonstrasi di seluruh negeri menuntut Lukashenko mundur. Pasukan keamanan menahan 633 pengunjuk rasa, kata pihak berwenang Belarusia.

Saat dimintai keterangan, pihak polisi di Minsk sebagaimana dikutip kantor berita Interfax Rusia, mengatakan bahwa mereka tidak menahan Kolesnikova.

Seorang saksi, Anastasia, dikutip oleh Tut.By, mengatakan dia telah melihat Kolesnikova didorong ke dalam van berwarna gelap oleh pria bertopeng dengan pakaian biasa di pusat Minsk.

baca juga

Dia mengatakan ponsel Kolesnikova telah jatuh ke tanah selama pergumulan dan salah satu pria bertopeng yang menahannya telah mengambilnya sebelum van melaju.

Dewan oposisi mengatakan dua aktivis lainnya, Anton Rodnenkov dan Ivan Kravtsov, menghilang segera setelah itu dan mengatakan pihak berwenang tampaknya secara sistematis menargetkan anggotanya.

"Jelas bahwa metode ini ilegal dan tidak dapat mengarah ke hal lain selain dari eskalasi situasi di negara itu, memperdalam krisis dan memicu protes," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kami melihat bahwa pihak berwenang secara terbuka mulai menggunakan taktik teror dalam beberapa hari terakhir," tambahnya, menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menteri luar negeri Lithuania Linas Linkevicius menyamakan apa yang terjadi pada Kolesnikova seperti mengulang metode polisi rahasia Uni Soviet di era Stalin.

“Alih-alih berbicara dengan orang-orang Belarusia, para pemimpin yang keluar mencoba secara sinis (untuk) melenyapkan (mereka) satu per satu,” tulisnya di Twitter.

“Penculikan… adalah aib. Metode Stalinis NKVD sedang diterapkan di Eropa abad ke-21. Dia harus segera dibebaskan ”.

Sebelum pemilihan presiden, Kolesnikova telah bergabung dengan calon presiden oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya yang kemudian melarikan diri ke Lituania.

Gelombang protes di Belarusia membesar setelah banyak masyarakat menganggap hasil pemilihan presiden telah dicurangi oleh Alexander Lukashenko yang telah menjabat selama 26 tahun.

Lukashenko yang dijuliki sebagai diktator terakhir di Eropa membantah tuduhan itu dan balik menuding kekuatan asing coba menggulingkannya dalam sebuah revolusi.

Protes besar-besaran itu ditanggapi Lukashenko dengan tindakan keras. Beberapa laporan mengatakan banyak orang ditahan dan disiksa dalam proses penanganan demonstrasi.

Tiga diplomat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa Uni Eropa sekarang sedang bersiap untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada 31 pejabat senior Belarus, termasuk menteri dalam negeri, sebagai tanggapan atas pemilihan dan tindakan keras selanjutnya.

Menghadapi krisis terdalamnya, Lukashenko mempertahankan dukungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah berjanji untuk mengirim polisi untuk mendukungnya jika diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Italia Demo Anti-Masker, Sebut Covid-19 Konspirasi Global

Warga Italia Demo Anti-Masker, Sebut Covid-19 Konspirasi Global

Video | Minggu, 06 September 2020 | 09:25 WIB

Demo Perubahan Iklim, Polisi Tangkap Aktivis Extinction Rebellion di London

Demo Perubahan Iklim, Polisi Tangkap Aktivis Extinction Rebellion di London

Video | Kamis, 03 September 2020 | 18:55 WIB

Patut Ditiru! Influencer Thailand Justru Dukung Aksi Mahasiswa dan Rakyat

Patut Ditiru! Influencer Thailand Justru Dukung Aksi Mahasiswa dan Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2020 | 13:20 WIB

Hari ke-22, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalanan Belarusia

Hari ke-22, Ribuan Demonstran Kembali Turun ke Jalanan Belarusia

Video | Senin, 31 Agustus 2020 | 09:10 WIB

Aktivis Robek Al Quran, Demo Anti-Islam di Norwegia Berakhir Ricuh

Aktivis Robek Al Quran, Demo Anti-Islam di Norwegia Berakhir Ricuh

News | Senin, 31 Agustus 2020 | 09:17 WIB

Terkini

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

GAC Indonesia Ramaikan Segmen SUV Listrik Lewat Kehadiran AION i60

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 18:20 WIB

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 18:17 WIB

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:15 WIB

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

×