Kamp Migran di Moria Terbakar, Yunani Minta Uluran Tangan Eropa

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Jum'at, 11 September 2020 | 16:16 WIB
Kamp Migran di Moria Terbakar, Yunani Minta Uluran Tangan Eropa
Kamp Migran di Yunani Dilalap si Jago Merah, Ribuan Orang Melarikan Diri. (AFP/Manolis Lagoutaris)

Suara.com - Yunani mendesak negara-negara Eropa untuk membantu krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di kamp-kamp migran di pulau-pulau mereka, khususnya Moria.

Menyadur BBC, Jumat (11/9/2020), Yunani berharap uluran tangan negara-negara Eropa atas nama solidaritas untuk menyelamatkan para pengungsi.

Kamp Moria dilaporkan mengalami kebakaran. Ribuan pengungsi yang tinggal di sana kini kehilangan tempat tinggal.

Pernyataan Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis digaungkan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel yang mengatakan UE harus berbagi lebih banyak tanggung jawab.

Prancis, Jerman, dan Belanda telah menawarkan untuk menerima beberapa migran. Kamp Moria di Lesbos hingga kini telah menampung sekitar 13 ribu pengungsi yang hidup dalam keterbatasan.

Kamp Moria terbakar pada Rabu (9/9/2020). Tiga hari pasca bencana, para pengungsi dilaporkan harus tidur diarea terbuyka seperti jalan, ladang, tempat parkir, bahkan kuburan.

Pemerintah Yunani mengatakan akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk menemukan akomodasi bagi mereka.

Perdana Menteri Mitsotakis mengatakan krisis migran adalah masalah Eropa, dan tindakan nyata diperlukan oleh Uni Eropa (UE) untuk mengatasinya.

"Eropa harus bergerak dari kata-kata solidaritas ke kebijakan tindakan solidaritas," katanya seperti dikutip oleh kantor berita AFP.

Sementara Kanselir Jerman, Angela Merkel telah menyetujui bahwa negaranya menerima permintaan Yunani dengan memboyong sekitar 400 anak di bawah umur dari Kamp Moria.

"Jerman dan Prancis akan berpartisipasi dalam hal ini. Saya berharap beberapa negara anggota [UE] lainnya akan melakukannya juga," kata Angela Merkel.

"Migrasi bukan hanya masalah negara di mana orang-orang datang. Juga bukan hanya masalah Jerman. Ini harus menjadi tanggung jawab Eropa."

Belanda setuju untuk menerima 50 anak.
Saat mengunjungi situs Moria yang terbakar pada hari Kamis, Wakil Presiden Komisi Eropa Margaritis Schinas mengatakan "tidak dapat dibayangkan" bahwa UE belum memiliki kebijakan migrasi terpadu.

Dia mengatakan proposal komisi untuk pakta baru tentang migrasi dan suaka, yang akan disampaikan akhir bulan ini, akan mengakhiri situasi yang tidak dapat diterima ini.

Yunani telah mengirim tiga kapal ke Lesbos untuk menyediakan akomodasi bagi sekitar 2.000 migran.

Feri Blue Star Chios, yang memiliki kapasitas untuk menampung 1.000 orang, kini telah berlabuh di pelabuhan Sigri Lesbos.

Dua kapal angkatan laut juga sedang dalam perjalanan.

Sekitar 35 orang dilaporkan melarikan diri dari kebakaran pada Selasa dan Rabu malam dinyatakan positif Covid-19.

Delapan di antaranya diyakini telah ditemukan dan diisolasi sejak kebakaran terjadi.

Di tempat parkir di luar supermarket pada Kamis, ratusan migran, termasuk keluarga dengan anak kecil, menunggu air kemasan dan makanan dibagikan.

"Tidak ada makanan, tidak ada susu untuk bayi saya," kata migran Kongo, Natzy Malala, yang memiliki bayi baru lahir dan seorang gadis berusia delapan tahun, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Setiap upaya oleh pihak berwenang untuk membangun kembali kamp Moira dapat ditanggapi dengan permusuhan dari penduduk setempat.

"Sekarang adalah waktunya untuk menghentikan Moria untuk selamanya," kata Vangelis Violatzis, seorang pemimpin kota setempat, kepada AFP.

"Kami tidak menginginkan kamp lain, dan kami akan menentang pekerjaan konstruksi apa pun. Kami telah menghadapi situasi ini selama lima tahun, inilah saatnya bagi yang lain untuk menanggung beban ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RESMI Daftar Libur dan Cuti Bersama Tahun 2021, Termasuk Cuti Idul Fitri

RESMI Daftar Libur dan Cuti Bersama Tahun 2021, Termasuk Cuti Idul Fitri

News | Jum'at, 11 September 2020 | 13:59 WIB

Innalillahi, Pengungsi Rohingya yang Meninggal di Aceh Bertambah Lagi

Innalillahi, Pengungsi Rohingya yang Meninggal di Aceh Bertambah Lagi

News | Kamis, 10 September 2020 | 18:02 WIB

Meski Dilarang Karena Covid-19, Beberapa Negara Ini Masih Menerima TKI

Meski Dilarang Karena Covid-19, Beberapa Negara Ini Masih Menerima TKI

Jawa Tengah | Kamis, 10 September 2020 | 15:08 WIB

Cegah Turis Asing Masuk, Jerman Perpanjang Penutupan Perbatasan

Cegah Turis Asing Masuk, Jerman Perpanjang Penutupan Perbatasan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2020 | 13:47 WIB

Kamp Migran di Yunani Dilalap si Jago Merah, Ribuan Orang Melarikan Diri

Kamp Migran di Yunani Dilalap si Jago Merah, Ribuan Orang Melarikan Diri

News | Rabu, 09 September 2020 | 21:05 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB