Seikat Rambut Abraham Lincoln Dilelang, Laku Rp 1,2 Miliar

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 14 September 2020 | 12:00 WIB
Seikat Rambut Abraham Lincoln Dilelang, Laku Rp 1,2 Miliar
Abraham Lincoln, Presiden AS ke-16. (Pixabay/skeeze)

Suara.com - Seikat rambut milik Abraham Lincoln beserta telegram berlumuran darah berhasil terjual di lelang dengan harga Rp 1,2 milar.

Menyadur ABC News, barang-barang yang berhubungan dengan pembunuhan mantan presiden Amerika ke-16 ini terjual pada Sabtu (12/9).

Pihak rumah lelang RR, yang mengurus penjualan rambut Lincoln dan telegram berdarah tersebut, tidak merinci informasi pembeli.

Seikat rambut itu berukuran 5 cm, yang diambil saat pemeriksaan autopsi Lincoln setelah ditembak hingga tewas di Ford's Theater di Washington oleh John Wilkes Booth pada 1865.

Rambut tersebut kemudian diberikan kepada Lyman Beecher Todd, sepupu Mary Todd Lincoln, melalui sebuah telegram Departemen Perang.

Seikat Rambut Abraham Lincoln Dilelang. (ABC/The Associated Press)
Seikat Rambut Abraham Lincoln Dilelang. (ABC/The Associated Press)

Telegram itu diterima di Washington pada 14 April 1865, pukul 23.00 malam.

Menurut ahli sejarah, telegram dengan bercak darah itu penting lantara mematahkan teori yang menyebut Menteri perang Edwin Stanton berencana membunuh Lincoln akibat perbedaan pandangan dan politik.

Desas-desus yang beredar mengatakan Stanton memerintahkan agar komunikasi militer diganggu, sehingga Booth dapat melarikan diri sebentar.

Stempel waktu pada pengirimian tersebut menunjukkan bahwa saluran telegraf militer berfungsi pada malam Lincoln dibunuh.

baca juga

Rumah lelang RR menjamin keaslian seikat rambut dan telegram tersebut, di mana putra Todd, James Todd, menulis dalam sebuah surat pada 1945, menyebut pemotongan rambut, "telah sepenuhnya menjadi milik keluarga kami sejak saat itu."

"Ketika anda berurusan dengan sampel rambut Lincoln, sumbernya adalah paling penting, dan dalam hal ini, kami tahu bahwa (rambut) ini berasal dari seorang anggota keluarga dekat presiden," ujar wakil eksekutif presiden rumah lelang RR.

Harga jual seikat rambut dan telegram sebesar USD 81.250 atau sekitar Rp 1,2 miliar, sedikit lebih besar dari harapan rumah lelang, yakni sekitar Rp 1,1 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hampir Bikin Kaget! Dikira Hantu, Ternyata Cuma Rambut Perempuan Dikuncir

Hampir Bikin Kaget! Dikira Hantu, Ternyata Cuma Rambut Perempuan Dikuncir

News | Kamis, 10 September 2020 | 22:16 WIB

Ngilu, Dokter Berhasil Angkat Gumpalan Rambut Seberat 7 kg dari Perut Gadis

Ngilu, Dokter Berhasil Angkat Gumpalan Rambut Seberat 7 kg dari Perut Gadis

Health | Rabu, 09 September 2020 | 17:45 WIB

Tok! Lelang Mobil Legendaris Michael Jordan Ditutup, Tembus Rp3 Miliar

Tok! Lelang Mobil Legendaris Michael Jordan Ditutup, Tembus Rp3 Miliar

Otomotif | Selasa, 25 Agustus 2020 | 22:09 WIB

Terkini

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:37 WIB

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

Diduga Jual Jalur Cepat Impor, 3 Eks Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp78 Miliar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:35 WIB

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

Sehari Ditertibkan, Puluhan Pengungsi UNHCR Masih Bertahan di Trotoar Kuningan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:29 WIB

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

Tesla Ngebut Seruduk Rumah, Nenek 76 Tahun Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:25 WIB

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

KKB Serang Misi Kemanusiaan, DPR Minta Pola Pengamanan Papua Dirombak Total

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:23 WIB

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

Anak Jakarta Terpaksa Main Bola di Aspal, DPRD Minta Pemprov Manfaatkan Lahan Tidur

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:17 WIB

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

Di Balik Kebakaran TPA Jatiwaringin: Bom Waktu Gas Metana dan Gagalnya Sistem Pengelolaan Sampah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 14:08 WIB

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

Bupati Langkat Diciduk KPK, PAN: Padahal Zulhas Sudah Berulang Kali Ingatkan Integritas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:58 WIB

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

10 Biksu Tewas Ditabrak Mobil Pikap yang Dikendarai Anak Kecil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:56 WIB

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

Kena OTT KPK, PAN Langsung 'Tendang' Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:45 WIB

×