Pisau Patah di Dalam, Syekh Ali Jaber Cabut Sendiri Potongan yang Tertancap

Reza Gunadha, Farah Nabilla

Senin, 14 September 2020 | 15:16 WIB
Pisau Patah di Dalam, Syekh Ali Jaber Cabut Sendiri Potongan yang Tertancap
Syekh Ali Jaber (Antara)

Suara.com - Ulama Syekh Ali Jaber bercerita soal peristiwa penusukan yang dialaminya saat mengisi tausiah di Bandar Lampung. Pisau yang menusuknya patah di dalam lengannya.

Syekh Ali Jaber mengungkapkan bahwa ia mencabut sendiri potongan pisau yang ada di dalam tubuhnya kendati tusukan itu sudah cukup dalam.

"Tusukannya cukup keras, cukup kuat sampai separuh pisau masuk ke dalam," kata Syekh Ali Jaber dikutip Hops.id --jaringan Suara.com dari saluran YouTube Syekh Ali Jaber.

Kendati mengalami luka yang dalam, ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, ini bersyukur dirinya masih bisa menghindari serangan ke lehernya.

"Alhamdulillah di tangan, bukan di leher. Sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisaunya dan sudah patah di dalam saya keluarkan," ungkap Syekh Ali Jaber.

Lebih lanjut, Syekh Ali Jaber bercerita saat itu dirinya tengah memanggil seorang anak perempuan ke atas panggung, ia pun meminta agar jamaah mengabadikan momen tersebut sehingga bisa menjadi kenang-kenangan acara.

"Ini di masjid Salahudin, seperti kegiatan biasa. saya memanggil seorang anak usia 9 tahun untuk tes bacaannya, sambil saya bantu dia memperbaiki bacaan, begitu selesai saya minta hapenya ibunya buat foto bersama buat kenang-kenangan," kata Syekh Ali Jaber alam tayangan Kabar Petang TV One seperti dikutip Suara.com, Minggu (13/9/2020).

Tiba-tiba seorang pria berlari ke arah panggung dan menusukkan pisau ke Syekh Ali Jaber.

"Saya tiba-tiba kaget ada orang sudah di hadapan saya, ya saya langsung qadarullah respons. Kalau saya enggak lihat ke kanan, mungkin sudah qadarullah ke leher atau ke dada saya," kisah Syekh Ali Jaber.

Beruntung, Syekh Ali Jaber dapat menangkis serangan itu meski kemudian pisau yang digunakan oleh pelaku mengenai lengan kanannya dengan cukup dalam.

"Subhanallah saya angkat tangan, aka begitu saya lawan patah pisaunya ke dalam otot saya bagian tangan kanan, baru jemaah langsung tangkap orang itu," jelas dia.

Iba saat pelaku dihajar warga

Kendati menjadi korban penusukan, namun Syekh Ali Jaber lah yang meminta warga tidak main hakim sendiri saat menyerbu pelaku.

"Ciri-cirinya masih anak muda banget, mungkin 2 tahun lah, kurus banget. Jujur saya ikut iba saat melihat pelaku dihajar jemaah. Saya bilang jangan main hakim sendiri. Biarkan ditangani polisi," ujar Syekh Ali Jaber.

Selain itu, melihat dari perawakan, Syekh Ali Jaber meragukan pelaku bisa melakukan penusukan. Bahkan, Syekh Ali Jaber menduga pelaku melakukan perbuatannya karena ada dorongan atau ada yang menyuruh.

"Saya merasa kalau melihat dari wajahnya ketika saya berhadapan dan diamankan, tampaknya bukan hal mudah untuk melakukan hal seperti ini, seperti ada dorongan atau ada yang menyuruh," tutur Syekh Ali Jaber.

Menurut Syekh Ali Jaber, dengan fisik seperti pelaku, mustahil untuk melakukan penusukan tersebut.

"Karena saya lihat dari segi fisik, dia tidak mungkin. Butuh mental yang kuat untuk melakukan hal seperti ini," kata Syekh Ali Jaber.

Minta masyarakat tidak terprovokasi

"Saya ingin sampaikan kepada umat dan masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan kejadian ini dan tetap menjaga ketenangan dan kebersamaan serta kesatuan karena ini adalah ujian," kata Syekh Ali Jabar dalam konferensi pers di Bandarlampung, Senin (14/9/2020).

Ia meminta seluruh elemen masyarakat tetap bersabar dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum ataupun berburuk sangka (suudzon) kepada siapapun dan tetap berbaik sangka (khusnudzon).

"Memang beredar isu-isu kok kalau ulama yang diserang, pelakunya dibilang orang gila, tapi kalau pelakunya dibilang teroris. Sabar, sabar, kita harus berbaik sangka karena banyak orang mau memadamkan cahaya Alquran, tapi yakini tidak ada yang mampu padamkan cahaya itu," kata dia.

"Bahkan dengan kejadian ini membuat saya lebih semangat lagi dalam melanjutkan dakwah, maka kemarin saya minta acara di Lampung jangan ditunda dan digeserkan sedikitpun," Syekh Ali Jaber dalam laporan Antara.

Usai peristiwa penikaman, dia tetap melanjutkan dakwah di masjid yang lain di Bandarlampung.

"Dan alhamdulillah hari ini saya bisa berkumpul di tempat ini." kata dia.

"Insya Allah siang nanti saya akan pulang ke Jakarta dan mendapat perhatian dari aparat keamanan bahkan kapolda Lampung sudah menemui saya dan wakapolri pun telah menelpon saya dan mengatakan akan usut tuntas kejadian ini untuk mengetahui siapa yang ada di belakang pelaku," kata dia.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Terprovokasi, Syekh Ali Jaber Minta Umat Islam Berbaik Sangka

Jangan Terprovokasi, Syekh Ali Jaber Minta Umat Islam Berbaik Sangka

Jabar | Senin, 14 September 2020 | 14:45 WIB

Syekh Ali Jaber Ditikam, Kasus Serupa Pernah Terjadi di Pekanbaru

Syekh Ali Jaber Ditikam, Kasus Serupa Pernah Terjadi di Pekanbaru

Riau | Senin, 14 September 2020 | 14:40 WIB

Paranormal: 7 Keturunannya akan Tanggung Kejahatan terhadap Syekh Ali Jaber

Paranormal: 7 Keturunannya akan Tanggung Kejahatan terhadap Syekh Ali Jaber

News | Senin, 14 September 2020 | 14:35 WIB

Kalau Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas, Semua Misterinya Terungkap

Kalau Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas, Semua Misterinya Terungkap

Banten | Senin, 14 September 2020 | 14:19 WIB

Dikunjungi dan Diimami Salat, Raffi Ahmad Doakan Syekh Ali Jaber

Dikunjungi dan Diimami Salat, Raffi Ahmad Doakan Syekh Ali Jaber

Entertainment | Senin, 14 September 2020 | 14:14 WIB

Viral Komentar Tetangga Penusuk Syekh Ali Jaber: Dia Waras dan Butuh Duit

Viral Komentar Tetangga Penusuk Syekh Ali Jaber: Dia Waras dan Butuh Duit

Banten | Senin, 14 September 2020 | 14:03 WIB

Terkini

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:48 WIB

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:46 WIB

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:40 WIB

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:38 WIB

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:34 WIB

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:28 WIB