alexametrics

RS Darurat Pulau Galang Rusak Diterjang Angin, Said Didu: Proyek Memalukan

Dany Garjito | Farah Nabilla
RS Darurat Pulau Galang Rusak Diterjang Angin, Said Didu: Proyek Memalukan
Muhammad Said Didu - (Twitter/@msaid_didu)

Pembangunan Rumah Sakit Pulau Galang dilakukan pada bulan Maret 2020 lalu dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 400 miliar.

Namun, Jokowi mengatakan pemerintah tidak menbangun rumah sakit baru, melainkan merenovasi yang sudah ada.

"Saya tadi bilang tidak membangun ya. Fasilitas itu sudah ada tapi lama tidak digunakan, akan direnovasi dalam waktu yang sangat cepat," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta (3/3/2020).

Rumah Sakit Khusus COVID-19 Pulau Galang diterjang angin kencang, Rabu (16/9/2020).  (Antara)
Rumah Sakit Khusus COVID-19 Pulau Galang diterjang angin kencang, Rabu (16/9/2020). (Antara)

Diterjang angin kencang

Kepala RSKI COVID-19 Pulau Galang Kolonel Khairul Ihsan mengatakan bahwa bencana angin kencang itu merobohkan atap dan dinding rumah sakit karena berlokasi di alam terbuka.

Baca Juga: Detik-detik RS COVID-19 Pulau Galang Diterjang Angin Kencang

"Karena berbatasan langsung dengan alam terbuka, sehingga enggak ada penahan angin, mungkin. Kalau yang di ruang 50 aman," katanya.

Pihaknya langsung berupaya memperbaiki bagian yang copot. Namun, kondisi bahan tersebut tidak bisa digunakan kembali karena rusak.

"Hari ini kami laporkan ke bagian pemeliharaan vendornya. Kami masih ada kontrak kerja, karena itu belum sampai enam bulan," kata dia.

Sebagai antisipasi ke depan, ia berharap vendor memasang bagian bangunan lebih kuat agar tidak mudah copot dihantam angin.

"Takutnya bangunan itu pakunya kurang, gimana ya, kok bisa terbang," kata dia.

Baca Juga: Terima Bantuan Bedah Rumah, Warga Maluku : Terima Kasih Pak Menteri

Sementara itu, berdasarkan catatan Gugus Tugas COVID-19, terdapat 228 orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang hingga kini masih dirawat di RSKI Pulau Galang.

Komentar