Banyak Pejabat Meninggal karena Corona, Satgas: Virus Ini Tak Kenal Jabatan

Dwi Bowo Raharjo | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 17 September 2020 | 20:57 WIB
Banyak Pejabat Meninggal karena Corona, Satgas: Virus Ini Tak Kenal Jabatan
Ilustrasi mobil ambulans membawa pasien Covid-19. [ANTARA/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adidasmito, menyebut lebih dari lima orang kepala daerah dan pejabat publik meninggal karena terpapar Covid-19.

"Kami turut berbelasungkawa terhadap kejadian ini," ujar Wiku di Kantor Presiden, Kamis (17/9/2020).

Diketahui Kepala Daerah dan pejabat publik yang meninggal karena Covid-19 yaitu Wakil Bupati Way Kanan Edward Anthony, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali, Wali Kota Tanjung Pinang Syahrul, Wali Kota Morowali Utara Aptripel Tumimomor, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan baru -baru ini Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Wiku menuturkan, pejabat yang meninggal karena virus corona diungkap ke publik sebagai bentuk transparansi. Sehingga tidak boleh ada stigma negatif kepada siapapun termasuk ke pejabat publik.

"Karena virus ini tidak mengenal jabatan, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal umur, dan tidak mengenal waktu. Siapapun bisa terkena. Dan ini terjadi tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia," kata dia.

Wiku menuturkan, akhir-akhir ini banyak kasus-kasus positif di lingkungan perkantoran khususnya di instansi pemerintah.

Namun klaster penyumbang kasus Covid-19 terbanyak dari klaster rumah sakit, bukan perkantoran.

"Sebenarnya sampai saat ini klaster penyumbang kasus terbanyak masih diduduki oleh RS, bukan perkantoran. Namun jumlah klaster perkantoran makin lama makin meningkat. Perlu diingat bahwa klaster adalah suatu konsentrasi atau kumpulan kasus di suatu tempat karena terjadi penularan di lokasi tersebut," ucap Wiku.

Karena itu ia mengimbau seluruh pihak yang berada di perkantoran untuk tetap waspada penularan Covid-19.

"Mohon agar semua pihak yang berada di perkantoran atau yang perjalanan menuju kantor atau pulang sebagai potensi penularan, yang berkontribusi pada kasus perkantoran, agar benar-benar dicegah agar tidak terjadi korban. Apakah dari klaster perkantoran atau lainnya yang makin lama makin tinggi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Kenapa Suplemen RHT Tak Perlu Uji Klinis Untuk Dapatkan Izin BPOM

Alasan Kenapa Suplemen RHT Tak Perlu Uji Klinis Untuk Dapatkan Izin BPOM

Health | Kamis, 17 September 2020 | 20:40 WIB

IDI Ungkap Masih Banyak Dokter Belum Terima Uang Insentif Covid-19

IDI Ungkap Masih Banyak Dokter Belum Terima Uang Insentif Covid-19

News | Kamis, 17 September 2020 | 20:25 WIB

Duh, 80 Persen Kasus Kematian Covid-19 dari Kelompok Usia di Atas 45 Tahun

Duh, 80 Persen Kasus Kematian Covid-19 dari Kelompok Usia di Atas 45 Tahun

News | Kamis, 17 September 2020 | 20:25 WIB

Waspada! Angka Penularan Covid-19 di Kota Makassar Masih Sangat Tinggi

Waspada! Angka Penularan Covid-19 di Kota Makassar Masih Sangat Tinggi

Sulsel | Kamis, 17 September 2020 | 20:23 WIB

Studi Canada: Virus Corona dapat Membantu Ilmuwan Melawan Kanker

Studi Canada: Virus Corona dapat Membantu Ilmuwan Melawan Kanker

Health | Kamis, 17 September 2020 | 20:20 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB