Ragukan Privasi Pengguna, Senator Kenya Desak Penyelidikan terhadap TikTok

Jum'at, 18 September 2020 | 20:50 WIB
Ragukan Privasi Pengguna, Senator Kenya Desak Penyelidikan terhadap TikTok
Ilustrasi Tiktok. (Pixabay)

Suara.com - Senator Kenya mendesak pemerintah untuk menyelidiki aplikasi video asal China, TikTok, untuk memverifikasi data pengguna dengan aman.

Menyadur kantor berita Anadolu, Jumat (18/9/2020), Falhad Dikow mengatakan ada tuduhan serius terhadap aplikasi China terkait privasi data pribadi.

Menurut Falhad, aplikasi TikTok mengumpulkan informasi tentang lokasi negara pengguna, alamat internet, dan jenis perangkat jika diizinkan.

"Itu juga akan memastikan lokasi pasti pengguna, kontak telepon, dan koneksi jaringan media sosial lainnya serta usia," ujarnya.

"Juga diduga bahwa aplikasi memahami area pengguna, apa yang mereka sukai, apa yang menurut mereka lucu, dan apa yang mereka beri tahu kepada teman-temannya," katanya.

Falhad menggarisbawahi bahwa peretas dapat dengan mudah mengakses data pengguna melalui aplikasi TikTok.

Senator Kenya tersebut juga mengatakan bahwa TikTok digunakan secara luas untuk menyebarkan kekerasan, ujaran kebencian, penindasan, dan pertukaran konten eksplisit sosial.

"Hal ini menimbulkan keprihatinan etis tentang penerapannya dan telah memberikan kontribusi negatif bagi masyarakat Kenya, terutama pada kesalahan pandemi ini ketika sekolah-sekolah ditutup untuk jangka waktu yang sangat lama,” katanya.

Falhad meminta Komite Tetap Informasi dan Teknologi untuk bekerjasama dengan lembaga lain untuk mencapai kebijakan yang jelas dan kerangka hukum untuk menjamin penggunaan aman dari aplikasi tersebut.

Baca Juga: Cara TikTok Antisipasi Konten SARA dan Pornografi

Senator Nandi Samson Cherargei mengatakan jika TikTok, serta aplikasi lain, dapat mengumpulkan lebih banyak informasi, dan menyarankan agar digunakan untuk mempromosikan nilai dan budaya pengguna.

"Saya setuju dengan prinsip bahwa penggunaan internet harus digunakan untuk mempromosikan nilai dan prinsip kita dalam masyarakat kita," kata Cherargei dikutip oleh The Star.

Sebelumnya, India sudah melangkah dengan melarang aplikasi TikTok digunakan waganya. Terlebih setelah ketegangan di perbatasan dengan China meningkat.

Di India, larangan itu bermula dari keputusan pengadilan tinggi Chennai pada 3 April lalu yang memerintahkan agar aplikasi tersebut diblokir. Di India sendiri, Tiktok digunakan oleh lebih dari 120 juta orang.

Mulai Selasa (16/4/2019) aplikasi Tiktok sudah tak bisa diakses di Google Play Store India, tetapi masih tersedia di App Store, toko aplikasi milik Apple.

"Kami percaya pada sistem hukum India dan kami optimistis akan ada hasil yang bisa diterima oleh lebih dari 120 juta pengguna aktif bulanan kami di India," bunyi pernyataan resmi Tiktok seperti dilansir The Guardian.

Pemblokiran ini bermula ketika sebuah kelompok aktivis menggungat Tiktok di Chennai. Aplikasi tersebut dituding menyebarkan konten pornografi dan pedofilia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI