Detik-detik Jenderal Ahmad Yani Dibunuh G30S, Rentetan Tembakan Menggelegar

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 30 September 2020 | 13:17 WIB
Detik-detik Jenderal Ahmad Yani Dibunuh G30S, Rentetan Tembakan Menggelegar
Ilustrasi Nobar Film G30S/PKI.

Suara.com - Anak Jenderal Ahmad Yani, Untung Mufreni A Yani menceritakan detik-detik sang ayah tewas dibuhuh. Ahmad Yani menjadi salah satu korban dalam insiden berdarah G30S pada 1965 silam.

Kisah itu dibagikan oleh Untung saat menjadi pembicara dalam acara Kabar Petang yang disiarkan di TVOne pada Selasa (29/9/2020).

Saat kejadian, Untung menyaksikan sekelompok pasukan Tjakrabirawa datang ke rumahnya.

Dengan suara kasar, pasukan tersebut meminta Ahmad Yani untuk menghadap ke presiden malam itu juga.

"Dengan sangat kasar Tjakrabirawa bilang 'Bapak dipanggil presiden sekarang juga'" kata Untung seperti dikutip Suara.com, Rabu (30/9/2020).

Kesaksian anak Ahmad Yani dalam G30S (YT/tvonenews)
Kesaksian anak Ahmad Yani dalam G30S (YT/tvonenews)

Kala itu, Ahmad Yani hanya mengenakan pakaian piyama. Ia berniat untuk mengganti pakaian terlebih dahulu dengan pakaian yang layak karena hendak menghadap presiden.

Namun, niat Ahmad Yani tersebut dicegah dengan kasar oleh pasukan Tjakrabirawa. Penolakan tersebut membuat Ahmad Yani meradang.

"Bapak saya bintang tiga, sedangkan mereka prajurit. Karena marah, bapak saya memukul salah satu prajurit Tjakrabirawa," ungkapnya.

Salah satu prajurit terjatuh karena dipukul Ahmad Yani, setelahnya Ahmad Yani mengembalikan senjata Tjakrabirawa. Kemudian ia masuk ke dalam rumah hendak mengganti pakaian.

Usai menutup pintu, Untung langsung mendengar suara rentetan tembakan. Ia masih mengingat dengan jelas suara tembakan yang terdengar sangat jelas itu.

Sontak, Untung dan saudara-saudaranya keluar dari kamar dan melihat Ahmad Yani sudah bersimbah darah di lantai rumah.

"Saya mencoba memeluk bapak tapi tidak boleh. Saya akhirnya kembali ke kamar," tuturnya.

Karena ketakutan, Untung dan kakak-kakaknya hanya bisa memandangi ayahnya yang telah tak bernyawa dan diseret oleh pasukan Tjakrabirawa.

Hingga tiba di pintu belakang rumah, Untung dan kakak-kakaknya mencoba mendekati Ahmad Yani.

Namun, kala itu pasukan Tjakrabirawa langsung menodongkan senjata ke arah Untung dan kakak-kakaknya. Pasukan tersebut memerintahkan Untung tetap di rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemutaran Film G30S PKI, Istana: Tidak Pernah Ada Larangan

Pemutaran Film G30S PKI, Istana: Tidak Pernah Ada Larangan

News | Selasa, 29 September 2020 | 21:21 WIB

Dewi Irawan Ungkap di Balik Layar Film G30S PKI, Ibunda Ikut Terlibat

Dewi Irawan Ungkap di Balik Layar Film G30S PKI, Ibunda Ikut Terlibat

Entertainment | Selasa, 29 September 2020 | 21:15 WIB

Nobar Film G30S/PKI Tak Direstui Polisi, PA 212 Protes

Nobar Film G30S/PKI Tak Direstui Polisi, PA 212 Protes

News | Selasa, 29 September 2020 | 19:08 WIB

Terkini

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:12 WIB

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:07 WIB

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:56 WIB

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:55 WIB

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:53 WIB

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB