Dituding Diperkuat Kekuasaan Ayahnya dalam Pilkada, Ini Jawaban Gibran

Dany Garjito | Hernawan | Suara.com

Kamis, 01 Oktober 2020 | 12:52 WIB
Dituding Diperkuat Kekuasaan Ayahnya dalam Pilkada, Ini Jawaban Gibran
Putra pertama Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka berjalan menuju kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10).[Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang tak lain adalah Putra Presiden Jokowi angkat suara soal tudingan yang mengarah kepadanya. Pasalnya, sejak dirinya mulai memutuskan untuk terlibat dalam Pilkada 2020, tak sedikit pihak yang menudingnya memanfaatkan kekuasaan ayahnya.

Dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Berebut Takhta di Tengah Wabah' pada Rabu (30/9/2020) malam, Gibran memberi klarifikasi soal tudingan tersebut.

Najwa Shihab selaku tuan rumah menyinggung anggapan yang selama ini beredar bahwa Pilkada 2020 tetap dilangsungkan di tengah pandemi lantaran ada kerabat Jokowi yang ikut andil dalam pesta demokrasi ini.

Gibran tidak langsung menjawabnya lugas. Ia menjelaskan terlebih dahulu prosesnya saat mendaftar sebagai calon Kepala Daerah.

Menurut penuturannya, tidak ada satu aturan pun yang ia langgar dan lewati. Bahkan sejauh ini belum ada teguran dari Bawaslu yang berperan akan hal ini.

Gibran Rakabuming Raka di Acara Mata Najwa (YouTube Najwa Shihab).
Gibran Rakabuming Raka di Acara Mata Najwa (YouTube Najwa Shihab).

"Semua proses sudah saya lalui, tidak ada proses yang saya langgar, kalau ada aturan yang saya langgar pasti langsung dapat hukuman dari Bawaslu," kata Gibran seperti dikutip Suara.com.

Lebih lanjut lagi, Gibran mengatakan bahwa ia pasrah dengan apa saja keputusan dalam Pilkada 2020. Ia mengaku tidak merugi apapun hasilnya nanti.

"Saya orangnya nothing to lose. Menang Alhamdulillah, kalah ya nggak papa saya kembali jadi pengusaha," jelasnya.

Putra Presiden Jokowi ini menuturkan bahwa semua keputusan kembali ke masyarakat. Sebab, dalam iklim demokrasi tidak ada paksaan sama sekali.

"Sekali lagi tidak ada keharusan untuk mencoblos saya. Saya kembalikan lagi ke warga solo. Mau nyoblos saya boleh, mau nyoblos Pak Bagyo silakan. Ini demokrasi mbak, tidak ada pemaksaan," tegasnya pada Najwa.

Soal pelaksanaan Pilkada 2020 yang tidak diundur sebagaimana desakan dari sejumlah pihak, Gibran mengatakan bahwa semuanya kembali kepada Komisi Pemilihan Umum.

Gibran menyangkal keterlibatannya dalam Pilkada 2020 membuat pelaksanaannya tidak dimundurkan. Pasalnya, ia mengatakan siap kapan saja untuk Pilkada.

"Penundaan Pilkada keputusannya ada di KPU. DItunda saya siap, Pilkadanya besok saya siap, 9 Desember saya siap," ungkap Gibran.

"Saya kembalikan lagi ke KPU, bukan karena ini anaknya Jokowi jadi Pilkada tetap dilanjutkan. Enggak," tukasnya lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mengatakan bahwa ia telah mencetuskan terobosan baru untuk menyikapi Pilkada di tengah pandemi. Ia melakukan blusukan dengan gaya baru secara daring untuk tetap bisa menyapa warga Solo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:41 WIB

Puan Maharani Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa Saat Kampanye

Puan Maharani Minta Peserta Pilkada Tak Mobilisasi Massa Saat Kampanye

DPR | Kamis, 01 Oktober 2020 | 07:51 WIB

Dapat Bantuan Jokowi Rp2,4 Juta, Nahrowi: Insyaallah Saya Coba Rintis Lagi

Dapat Bantuan Jokowi Rp2,4 Juta, Nahrowi: Insyaallah Saya Coba Rintis Lagi

News | Kamis, 01 Oktober 2020 | 05:00 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB