Memahami Manuver Sandiaga, Dulu Lawan Jokowi, Kini Timses Anak dan Mantunya

Siswanto

Minggu, 04 Oktober 2020 | 07:18 WIB
Memahami Manuver Sandiaga, Dulu Lawan Jokowi, Kini Timses Anak dan Mantunya
Sandiaga Uno [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tak lama setelah menjadi wakil gubernur Jakarta mendampingi Anies Baswedan, Sandiaga Uno mundur untuk kemudian maju menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto menghadapi pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dikalahkan Jokowi - Ma'ruf Amin. Lama sekali Sandiaga Uno tak muncul di panggung politik nasional setelah kegagalan di pemilu presiden dan wakil presiden 2019.

Jelang pilkada serentak 2020, politikus yang juga pengusaha tersebut mengejutkan publik dengan kesediaan menjadi tim sukses bagi mantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, yang sedang maju ke pilkada Kota Medan, Sumatera Utara, berpasangan dengan kader Gerindra Aulia Rachman.

Sandiaga Uno kini juga sedang disiapkan untuk membantu pemenangan di pilkada Kota Solo. Dia akan menjadi juru kampanye bagi anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang maju ke bursa calon wali kota Solo berpasangan dengan Teguh Prakosa.

Membaca langkah politik Sandiaga Uno yang menjadi bagian timses mantu Jokowi di pilkada Kota Medan dan kini juga mau jadi juru kampanye anak Jokowi di pilkada Kota Solo, menurut pandangan analis politik dari lembaga Indo Strategi Research And Consulting Arif Nurul Imam yang disampaikan kepada Suara.com, Minggu (4/10/2020),  tentu tak bisa lepas dari beberapa kepentingan.

Pertama, sebagai elit partai Gerindra, Sandiaga berkepentingan terhadap pasangan kandidat yang diusung partainya menang dalam bursa pilkada.  Keduanya, baik anak dan menantu Jokowi kebetulan juga diusung Gerindra di pilkada dua kota itu.

"Dalam pembacaan ini, Sandiaga sedang memperjuangkan kepentingan partainya," kata Arif kepada Suara.com.

Kedua, mengingat pilkada Kota Medan dan Kota Solo yang diikuti menantu dan anak Presiden,  keterlibatan Sandiaga menjadi juru kampanye tak bisa dibaca sekadar tugas partai.

Namun, menurut Arif, bisa jadi lebih dari itu, ada konsensus politik tertentu.

baca juga

Ini karena Sandiaga merupakan rival Jokowi dalam pemilu presiden 2019. Artinya, jika Sandiaga rela turun gelanggang menjadi juru kampanye, kata Arif, hampir pasti ada konsensus politik dengan Presiden.

Hal ini karena bergabungnya Sandiaga dalam tim pemenangan keluarga Presiden memiliki risiko politik yaitu ditinggal simpatisannya yang memilih dalam pemilu presiden 2019 sehingga hampir mustahil, bergabungnya Sandiaga dengan beragam resiko politiknya jika tak ada konsensus politik.

Konsensus politik atau kesepakatan politik yaitu kesepakatan yang sifatnya bisa pragmatis jangka pendek dan kesepakatan politik jangka panjang. Kepentingan jangka pendek bisa konsesi ekonomi politik, kepentingan jangka panjang misalnya, membangun kekuatan politik bersama.

Ketika ditanya apakah salah satu kepentingan Sandiaga agar bisa masuk ke kabinet pemerintah? Arif mengatakan, "salah satu kemungkinan demikian, tentu ada banyak jenis lainnya konsesi ekonomi politik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT

Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:01 WIB

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI

Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:38 WIB

Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka

Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:37 WIB

Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!

Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:12 WIB

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:52 WIB

Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias

Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:38 WIB

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

Posisi Duduk di Sidang Kabinet Disorot, Gerindra Bantah Isu Prabowo-Gibran Retak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23 WIB

Kursi Gibran Digeser Sejajar Menteri, Sinyal Perubahan Peta Kewenangan Politik di Kabinet

Kursi Gibran Digeser Sejajar Menteri, Sinyal Perubahan Peta Kewenangan Politik di Kabinet

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×