Setelah Bunuh Anaknya, Tujuh Pelaku Rudapaksa Sang Ibu

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:37 WIB
Setelah Bunuh Anaknya, Tujuh Pelaku Rudapaksa Sang Ibu
Ilustrasi korban rudapaksa.[Shutterstock]

Suara.com - Seorang wanita di India menjadi korban rudapaksa oleh tujuh pria setelah mereka membunuh putranya yang baru berusia lima tahun.

Menyadur Time Of India, Rabu (14/10/2020) tujuh orang diduga merudapaksa seorang wanita dalit berusia 28 tahun setelah mencekik putranya yang berusia lima tahun hingga tewas di sebuah distrik Buxar.

Berdasarkan keterangan petugas dari kantor Polisi Murar Manoj Kumar Pathak, insiden itu terungkap pada hari Minggu setelah ayah wanita itu melaporkan kepada pihak berwenang.

Ayah korban melaporkan dua orang yang dikenal dan lima orang yang tidak dikenal sehubungan dengan insiden yang menimpa anaknya.

"Sesuai laporan, wanita itu pergi ke bank bersama putranya untuk bekerja, tetapi tidak pulang tepat waktu. Anggota keluarganya akhirnya menemukannya di dekat kolam di desa sekitar jam 3 pagi pada hari Minggu." jelas Manoj Kumar Pathak.

Ayah korban juga melaporkan bahwa cucunya dibunuh oleh tersangka di depan mata ibunya.

Petugas mengatakan korban pemerkosaan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Buxar dan kondisinya stabil.

Pengawas Polisi Buxar Neeraj Kumar Singh mengatakan mereka telah menangkap seorang pria berusia 50 tahun dan mereka sedang mencari tersangka kedua yang dilaporkan melarikan diri.

"Terdakwa lain bernama - Bhola Ram - melarikan diri. Penggerebekan akan dilakukan untuk menangkap semua yang terlibat dalam kejahatan tersebut." jelas Neeraj Kumar.

"Pemeriksaan kesehatan wanita tersebut dilakukan oleh dewan dokter dan laporannya ditunggu. Pernyataannya akan dicatat di pengadilan hakim agung pada hari Senin," tambah Neeraj Kumar.

Petugas Kepolisian Sub Divisi Dumraon, Krishna Kumar Singh, mengaku korban tinggal bersama orang tuanya dan tidak memiliki hubungan baik dengan suaminya.

"Suami wanita itu tinggal di rumah mertuanya selama dua hari terakhir dalam upaya untuk meyakinkan dirinya untuk kembali ke suaminya." jelas Krishna Kumar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stres Donald Trump Terpapar Covid-19, Petani yang Menyembahnya Meninggal

Stres Donald Trump Terpapar Covid-19, Petani yang Menyembahnya Meninggal

Jogja | Rabu, 14 Oktober 2020 | 07:25 WIB

Bertahun-tahun Puja Donald Trump sebagai Dewa, Petani Ini Meninggal

Bertahun-tahun Puja Donald Trump sebagai Dewa, Petani Ini Meninggal

Bali | Rabu, 14 Oktober 2020 | 07:13 WIB

Terhasut Hoaks Video WA, Suami Bunuh Istri yang Dikira Selingkuh

Terhasut Hoaks Video WA, Suami Bunuh Istri yang Dikira Selingkuh

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:22 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB