Kisah Perempuan Afghanistan: Tiap Hari Belasan Perempuan Jadi Korban

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 15 Oktober 2020 | 10:42 WIB
Kisah Perempuan Afghanistan: Tiap Hari Belasan Perempuan Jadi Korban
Perempuan Afghanistan [BBC]

Suara.com - Sebagai seorang petugas polisi perempuan di Afghanistan, Khatira, memahami dirinya harus menghadapi bahaya.

Harga yang harus dia bayar sangatlah berat karena berniat melindungi negaranya - dan itu terjadi secara tiba-tiba.

Dia menuturkan dia baru saja menyelesaikan giliran kerjanya dan dalam perjalanan pulang ke pusat kota Ghazni, ketika dua pria yang mengendarai motor dan satu pria yang berjalan kaki menyergapnya.

"Pria yang berjalan kaki berteriak, 'Tembak dia!'," ujar Khatira kepada BBC.

"Saya tidak tahu siapa mereka. Mereka menyerang saya di dekat rumah saya."

Petugas perempuan itu ditendang hingga jatuh terjerembab ke tanah dan tak sadarkan diri. Ketika terbangun, dia sudah berada di rumah sakit dengan luka tusuk di matanya.

"Saya merasa sakit dan tidak bisa melihat. Dokter mengatakan mata saya terluka jadi saya tak bisa membukanya," ujar Khatira.

Setelah menjalani perawatan, dia diperbolehkan pulang dan akan diperiksa kembali satu bulan berikutnya.

Ketika akhirnya diperiksa, dia menyadari, dia tak lagi memiliki mata.

'Perang propaganda'

Kejahatan mengerikan itu terjadi empat bulan lalu, tetapi baru sekarang menarik perhatian pemerintah.

Menteri Dalam Negeri Afghanistan Masoud Andarabi bertemu dengan Khatira pada 6 Oktober dan menjanjikannya sebuah rumah dan bantuan untuk perawatan.

Dia menuding Taliban melakukan kejahatan itu, dengan mencuit di akun Twitternya: "Taliban tidak dapat menghancurkan bangsa ini dengan kekerasan."

Taliban membantah keterlibatan dalam serangan ini.

Namun di negara yang terperosok dalam pergulatan antara tradisi dan modernitas, konflik ini melampaui politik, kata Meena Baktash, editor BBC Afghanistan.

https://twitter.com/andarabi/status/1313547241563586565

"Pemerintah Afghanistan menuding Talibang, dan Taliban membantahnya. Dan di saat yang sama, tak ada yang peduli dengan mereka yang terluka, tentang kemiskinan dan keterbelakangan masyarakat Afghanistan," tuturnya.

Baktash mengatakan cerita-cerita lain selain kisah Khatira "dimanfaatkan dalam perang propaganda" antara pemerintah dan Taliban.

Kisah Khatira tak menjadi tajuk utama ketika itu terjadi. Itu baru terjadi kemudian setelah BBC mewawancarainya dan meminta tanggapan menteri dalam negeri.

"Tiap hari, belasan perempuan menjadi korban kekerasan. Hidung mereka dipotong, telinga mereka dipotong, mereka dipukuli dan disiksa," ujar editor BBC Afghanistan tersebut.

"Ada banyak kisah remaja perempuan yang menunjukkan bekas luka dari sundutan rokok di kaki dan tangan mereka, namun itu tidak menjadi tajuk utama."

Tempat yang berbahaya bagi para perempuan

Oxfam menyebut Afghanistan sebagai negara yang paling berbahaya bagi perempuan.

Petugas polisi perempuan kerap menghadapi stigmatisasi dan dibunuh hanya karena melakukan pekerjaannya, ungkap badan amal tersebut.

Serangan terhadap petugas perempuan meningkat baru-baru ini di provinsi Ghazni, Kunduz dan Kabul.

Namun editor BBC Afghanistan mengatakan minimnya perhatian akan tindakan kriminal tersebut, kecuali peristiwa itu muncul di media.

"Pemerintah menyalahkan Taliban, tapi pada saat yang sama mereka tidak menyadari mereka telah mengakui bahwa mereka tak bisa melindungi korban-korban ini," ujar Baktash.

Ayah Khatira telah ditangkap dan dituduh memerintahkan kejahatan tersebut. Putrinya berkata bahwa mereka berselisih karena dia tidak ingin dia bekerja.

Andarabi menuduh ayah Khatira sebagai anggota Taliban, tetapi polisi di Ghazni mengatakan dia hanya warga sipil biasa.

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Khatira kembali ke rumahnya di Ghazni.

Terlepas dari luka yang dia alami, Khatira mengatakan dia ingin melanjutkan tugasnya sebagati petugas polisi. Namun pihak berwenang enggan mengizinkannya.

"Mereka berkata kepada saya, 'Anda buta, Anda tidak bisa bekerja. Anda seharusnya pensiun.' Saya berkata tidak, saya tidak mau pensiun."

Dia bertekad untuk kembali menjadi petugas polisi, jika dia bisa mendapatkan perawatan dan sembuh.

"Kembali ke pekerjaan saya adalah ambisi terbesar saya," kata Khatira.

"Untuk membuktikan diri, mencapai sesuatu, dan melayani negara saya."

* Laporan oleh Aalia Farzan, laporan tambahan oleh Haseeb Ammar, BBC Afghanistan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekuasaan Taliban Kembali, 1,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Akses Pendidikan

Kekuasaan Taliban Kembali, 1,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Akses Pendidikan

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 09:48 WIB

Afghanistan Mulai Izinkan Perempuan Kuliah Kedokteran Mulai Tahun Ajaran 2024

Afghanistan Mulai Izinkan Perempuan Kuliah Kedokteran Mulai Tahun Ajaran 2024

News | Jum'at, 23 Februari 2024 | 12:14 WIB

Taliban Resmi Tutup Universitas bagi Perempuan di Afghanistan

Taliban Resmi Tutup Universitas bagi Perempuan di Afghanistan

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 09:53 WIB

Taliban Larang Perempuan Afghanistan Belajar di Universitas

Taliban Larang Perempuan Afghanistan Belajar di Universitas

News | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:41 WIB

Rusia Sebut Taliban Membuat Kemajuan dalam Isu Perempuan

Rusia Sebut Taliban Membuat Kemajuan dalam Isu Perempuan

News | Rabu, 14 September 2022 | 17:27 WIB

Terkini

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 00:39 WIB

Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa

Pramono Sebut Kebun Binatang Ragunan Bakal Tutup Saat Hari Pertama Lebaran, Buka Kembali Lusa

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 23:07 WIB

Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin

Pramono Anung dan Bang Doel Bakal Salat Idul Fitri di Balai Kota, Khatib Diisi Maruf Amin

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:46 WIB

Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia

Klaim Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun, Kakorlantas: Mudik Aman, Keluarga Bahagia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:39 WIB

Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat

Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri 1447 H, Ajak Perkuat Persatuan dan Bangun Indonesia Lebih Kuat

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:30 WIB

Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali

Puncak Mudik 2026 Terlewati, Polri: Naik 4,26 Persen dan Tetap Terkendali

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:19 WIB

Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman

Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:04 WIB

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza Ditunda, Prabowo Tegaskan Bukan untuk Lucuti Senjata

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:50 WIB

Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah

Cerita Warga Pilih Takbiran di Bundaran HI, Ogah Mudik Gegara Takut Ditanya Kapan Nikah

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:43 WIB

Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan

Ucapkan Selamat Idulfitri, Prabowo Subianto Ajak Masyarakat Pererat Persatuan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:41 WIB