Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengatakan izin perluasan lahan Taman Impian Jaya Ancol bertujuan agar mengakomodir kepentingan publik seperti tempat rekreasi masyarakat.
"Perluasan daratan Ancol adalah untuk kawasan rekreasi masyarakat. Jadi kita mengutamakan kepentingan publik," ujar Saefullah.
Namun, keputusan itu membuat publik menilai bahwa Anies telah mengingkari janji kampanye saat Pilkada.
“Menurut kami, Anies sudah menyalahi janji kampanye,” tegas koordinator Jawara, Sanny Irsan di pantai Ancol, Minggu (5/7/2020).
Jawara merupakan salah satu relawan pendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno pada Pilkada 2017 lalu. Alasan utama mendukung pasangan itu dikarenakan salah satu janji kampanyenya menolak reklamasi di Teluk Jakarta.
3. Revitalisasi Trotoar untuk PKL
Selama dua tahun terakhir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah merevitalisasi 134 kilometer pedestrian di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan revitalisasi tersebut dilakukan untuk memanjakan para pejalan kaki dan kesetaraan untuk warga Jakarta.
![Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi trotoar di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (22/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/09/22/17316-revitalisasi-trotoar.jpg)
“Setelah pejalan kaki, kendaraan bebas emisi (sepeda dan kendaraan listrik), diikuti kendaraan umum serta kendaraan pribadi,” tutur Gubernur Anies. Perubahan paradigma ini tercermin dari revitalisasi trotoar yang terhubung dengan koridor bisnis, komersil, pariwisata, hingga transportasi publik dalam kerangka Transit Oriented Development (TOD).
Namun selama proyek revitalisasi trotoar itu berjalan, beragam protes muncul dari masyarakat. Mulai dari kemacetan hingga air yang menggenang.
Pengerjaan proyek revitalisasi trotoar kerap membuat kemacetan di jalan sekitar proyek tersebut.
Namun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganggap, kemacetan yang timbul dari dampak proyek itu akan membuat masyarakat akan beralih menggunakan kendaraan umum.
Menurut Anies, trotoar yang memadai akan membuat masyarakat Jakarta akan meninggalkan penggunaan kendaraan pribadi. Bahkan, menurut Anies pertanyaan yang tepat ditujukan kepadanya adalah pembangunan trotoar yang menghambat pembelian mobil.
"Insyaallah ini (kemacetan karena pembangunan trotoar) membantu mendorong lebih banyak lagi menggunakan kendaraan umum, lebih tepat tanya kemacetan soal pembelian mobil bukan pekerjaan trotoar," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).
4. Moda Transportasi
Permasalahan ruwetnya lalu lintas disadari Anies dengan terus menambah rute dan jenis moda transportasi publik.
Pada tahun 2019, Anies mengklaim telah menambah rute TransJakarta dari 109 menjadi 220 rute. Sementara armada bus bertambah dari 2.390 menjadi 3.548.
Selain bus, Anies juga melanjutkan proyek MRT dan LRT. MRT diklaim mampu mengurangi kendaraan di jalan secara operasional. MRT mampu mengangkut 17 sampai 18 ribu orang per hari, di dalam kendaraan pribadi setidaknya ada 2 sampai 3 orang.
"Sehingga akan mengurangi jumlah sekitar 5.600 kendaraan pribadi," kata Kasubdit Pembinaan Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir saat dihubungi di Jakarta.
Sementara itu, Proyek LRT yang resmi dikomersilkan pada November 2019.
Kendati demikian, program dan kebijakan moda transportasi ini juga menuai kritik ketika nilai proyek yang dikeluarkan dinilai tidak seimbang dengan pendapatan.
LRT Jakarta yang dibangun sejak pertengahan 2016 mulai dipakai sejak 2018 lalu. Sejak itu, LRT Jakarta beroperasi dengan status uji coba tanpa mengenakan biaya perjalanan.
LRT mulai resmi beroperasi secara komersil pada 1 Desember 2020. Setiap penumpang diwajibkan membayar sebesar Rp 5 ribu untuk sekali perjalanan.
Direktur Utama LRT Jakarta Wijanarko sempat membantah bila LRT Jakarta sepi penumpang. Ia mengklaim jumlah penumpang yang menaiki LRT tiap bulannya terus meningkat.
"Per 17 November 2019 LRT Jakarta telah melayani lebih dari 1.044.457 pelanggan dan terus mengalami peningkatan setiap bulannya," kata Wijanarko dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/11/2019).
5. Izin Formula E di Monas
BUMD Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama FIA (Federation internationale de l'automobile) Formula E Championship mengumumkan Formula E Jakarta 2020 digelar di Monas. Tepatnya di kawasan Medan Merdeka, termasuk kawasan bersejarah Monas.
![Aspal yang diujicobakan untuk perhelatan Formula E 2020 Jakarta di kawasan Tenggara Monas, Sabtu (22/2/2020). [Dok. OC Formula E]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/26/52615-uji-coba-pengaspalan-formula-e-2020-jakarta.jpg)
Anies kerap disalahkan soal kontroversi rekomendasi untuk menggunakan Monas sebagai lintasan balap Formula E.
Polemik ini muncul karena Anies dalam suratnya kepada Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno, mengklaim telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Namun, ternyata TACB tak pernah mengeluarkan rekomendasi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah saat itu mengakui ada salah ketik dalam surat tersebut. Ia menuding Kepala Biro Dalam Negeri yang membuat kesalahan itu.
Menurutnya, seharusnya bukan TACB yang mengeluarkan rekomendasi, melainkan Tim Sidang Pemugaran (TSP).
Padahal, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Iwan Hendri Wardhana mengatakan TSP tak memiliki hak untuk mengeluarkan rekomendasi. Kata Iwan, pihak yang berhak menerbitkannya rekomendasi itui adalah Disbud DKI.
6. Penanganan Pandemi Corona
Sejak wabah virus corona melanda Indonesia, sorotan terhadap Anies semakin bertambah, terutama mengenai kebijakan-kebijakannya soal pemberlakuan PSBB.
Anies disebut-sebut selalu bertentangan dengan pemerintah pusat dalam menangani pandemi. Polemik soal izin karantina wilayah atau PSBB sempat membuat publik bingung.
Setelah itu, kebijakan memberlakukan PSBB kemudian mencabutnya dengan menerapkan PSBB Transisi, lalu kembali menerapkan PSBB Ketat menuai kritik dari berbagai pihak.
Angka kasus Covid-19 di Jakarta yang selalu berada di peringkat pertama di antara seluruh wilayah di Indonesia juga kerap menjadi bahan kritik para politisi kepada Anies.
Terakhir, Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Ibu Kota sejak 12 Oktober lalu.