Ngeri! Kepala Seorang Bayi di Brasil Putus setelah Dipaksakan Lahir Normal

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:41 WIB
Ngeri! Kepala Seorang Bayi di Brasil Putus setelah Dipaksakan Lahir Normal
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Suara.com - Seorang ibu di Brasil sangat sedih ketika melihat kondisi bayi yang baru ia lahirkan sudah tidak bernyawa dengan kondisi kepala terputus.

Menyadur The Sun, Selasa (20/10/2020) polisi sedang menyelidiki kasus seorang dokter yang memaksakan diri untuk membantu persalinan seorang bayi secara normal meski sebelumnya sudah disarankan untuk operasi caesar.

Insiden itu terjadi di rumah sakit Santa Casa de Misericordia di kota Belem, di negara bagian Para, Brasil, pada Jumat pagi.

Seorang teman ibu berusia 26 tahun yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada media setempat bahwa dokter menyarankan untuk menjalani operasi caesar, karena masalah kesehatan pada janinnya.

Tetapi petugas medis di rumah sakit tersebut memaksakan sang ibu untuk melahirkan bayinya secara normal.

Suami wanita itu mengatakan pasangannya sedang hamil delapan bulan dan mereka telah tiba di rumah sakit dari kota Ourem dengan ambulans sekitar pukul 6 pagi waktu setempat.

"Dokter dari Ourem mengirimnya ke Belem dengan surat rujukan yang mengatakan bahwa bayi itu hanya bisa lahir jika dia dioperasi," jelas suami.

Menurut laporan polisi, wanita itu menunggu lebih dari tiga jam sebelum dibawa ke ruang bersalin untuk melahirkan secara alami.

"Mereka mendorong begitu keras hingga kepala bayi tersebut jatuh ke lantai," jelas seorang teman dari ibu bayi tersebut.

baca juga

Teman sang ibu tersebut mengatakan bahwa dia telah berkali-kali menasihati dokter jika temannya tidak dapat menjalani persalinan normal dan harus operasi caesar.

"Mereka tidak mendengarkan dan terus menyuruhnya untuk mendorong," jelas sang suami kepada media setempat.

"Mereka mendorong begitu keras hingga kepalanya jatuh ke tangan perawat dan kemudian jatuh ke lantai.

"Mereka melakukan operasi setelah kejadian itu untuk membuang sisa tubuh bayi." jelas sang suami.

Temannya memberi tahu polisi bahwa ruang bersalin penuh dengan orang berseragam yang menyaksikan semua kejadian tersebut.

Wanita itu kemudian dibius dan dioperasi untuk mengangkat seluruh sisa tubuh bayi yang masih tertinggal di dalam kandungan.

Teman wanita tersebut juga memberi tahu polisi bahwa perawat mendeteksi jantung sang bayi berdetak dua kali setelah insiden tersebut. Namun perawat yang lain mengklaim bayi itu sudah mati di dalam rahim.

Suaminya mengatakan kepada media lokal bahwa istrinya, yang memiliki seorang putra berusia sembilan tahun dari hubungan lain, sedang dirawat di rumah sakit dalam keadaan syok.

Sang ibu mengetahui anaknya meninggal, tapi tidak tahu bagaimana keadaannya. Laporan polisi sudah diajukan atas insiden tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senator Kubu Presiden Brasil Kena OTT, Sembunyikan Uang di Celana Dalamnya

Senator Kubu Presiden Brasil Kena OTT, Sembunyikan Uang di Celana Dalamnya

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 09:55 WIB

Kiper Timnas U-19 Akui Elkan Baggott Bek Hebat dan 4 Berita Bola Terkini

Kiper Timnas U-19 Akui Elkan Baggott Bek Hebat dan 4 Berita Bola Terkini

Bola | Kamis, 15 Oktober 2020 | 20:05 WIB

Dampak Mengerikan Covid-19, Kucing di Pulau Tropis Brasil Jadi Kanibal

Dampak Mengerikan Covid-19, Kucing di Pulau Tropis Brasil Jadi Kanibal

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 11:45 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×