alexametrics

Tengku: Banyak Penguasa Diktator Tumbang Usai Tokoh yang Terbuang Pulang

Siswanto
Tengku: Banyak Penguasa Diktator Tumbang Usai Tokoh yang Terbuang Pulang
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Tengku Zulkarnain [Twitter @ustadtengkuzul]

Tengku memberikan contoh sejumlah penguasa di beberapa negara yang pada akhirnya lengser.

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain mengingatkan pemimpin supaya jangan menjadi diktator.

Menurut KBBI, diktator yaitu kepala pemerintahan yang mempunyai kekuasaan mutlak, biasanya diperoleh melalui kekerasan atau dengan cara yang tidak demokratis.  

Tengku memberikan contoh sejumlah penguasa di beberapa negara yang pada akhirnya lengser.

"Ada banyak penguasa "diktator" yang tumbang pasca tokoh yang "terbuang" pulang. Markos di Philipina tumbang setelah Aquino pulang. Syah Iran tumbang setelah Ayatollah Komeini pulang dari Prancis ke Iran," kata Tengku.

Baca Juga: Memahami Gagasan Revolusi Akhlak Habib Rizieq yang Jadi Polemik Panas

Menurut Tengku, hal yang sama bisa saja terjadi di Indonesia. Tetapi siapa tokoh yang disebut Tengku "terbuang" dan akan pulang? Dia tidak menyebutkan namanya di media sosial. Dia hanya menyebut "seseorang: itu kini di Arab Saudi.  

"Setelah "seseorang" pulang dari Makkah bagaimana keadaannya? Sabar, kita lihat," kata Tengku.

Sejumlah netizen menanggapi pernyataan Tengku dengan memposting foto-foto pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab yang kini sedang berada di Arab Saudi dan isunya akan segera pulang ke Indonesia.

Namun tidak semua netizen menanggapi secara serius, sebagian lagi justru mem-bully Tengku dengan berbagai bahasa.

Beberapa hari yang lalu, isu Rizieq akan pulang menjadi pemberitaan hangat. Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis berkata: "bahwa setelah melalui proses perundingan panjang antara IB-HRS dan otoritas Saudi Arabia, tanpa bantuan rezim zalim Indonesia, akhirnya terdapat kejelasan dan titik terang mengenai kepulangan IB-HRS."

Baca Juga: Politikus Pro Jokowi Tegur Tengku: Belum Paham, Tapi Paling Kenceng Berkoar

Komentar