Setahun Jokowi - Ma'ruf, KontraS: Otoriter seperti Era Orde Baru

Reza Gunadha, Welly Hidayat

Selasa, 20 Oktober 2020 | 18:08 WIB
Setahun Jokowi - Ma'ruf, KontraS: Otoriter seperti Era Orde Baru
Jokowi memberi uraian tentang penanganan pandemi Covid-19. (YouTube/Presiden Joko Widodo)

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan memberikan kritik kepada Joko Widodo - Maruf Amin, persis ketika keduanya genap setahun menjadi presiden dan wakil presiden, Selasa (20/10/2020).

Koordinator KontraS  Fadia Maulidiyanti menyebut, sistem demokrasi Indonesia sedang mengalami penurunan pada era Jokowi.

Penurunan demokratisasi itu bisa ditinjau dari, pertama, terjadinya penyempitan ruang masyarakat sipil, di mana banyak sekali penggembosan ruang kritik dari masyarakat.

"Pengawasan berlebih yang dilakukan oleh aparat keamanan dan ancaman pidana bagi masyarakat yang menyuarakan pendapatnya baik melalui media daring maupun langsung," ungkap Fadia kepada Suara.com, Selasa (20/10/2020).

Kedua, budaya kekerasan, dan pola yang terus berulang, di mana angka represivitas yang dilakukan oleh aparat keamanan terus meningkat.

"Ketiga, pelibatan aparat keamanan, pertahanan, dan intelijen pada urusan-urusan sipil, khususnya pada era pandemi di mana sekuritisasi dijadikan prioritas pada era pandemi yang jelas-jelas tidak tepat guna dan penempatan kepolisian di jabatan-jabatan sipil," ungkap Fadia.

Keempat, masih saja pemerintah tetap mengabaikan agenda penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat.

Apalagi, ditambah adanya beberapa terduga pelanggaran HAM berat masa lalu di jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.

"Baru-baru ini Jokowi baru saja menyetujui pengangkatan eks-tim mawar di Kementerian Pertahanan," tegas Fadia

baca juga

Terakhir, kelima, kata Fadia, tertutupnya pemerintah dalam pembuatan kebijakan terhadap pelibatan masyarakat sipil yang memang tidak pro terhadap rakyat kecil.

Dalih pemerintah selalu mengaitkan Pandemi Covid-19 yang kini melanda Indonesia, sehingga adanya keterbatasan ruang agar tak melibatkan masyarakat dalam menentukan kebijakan.

"Era pandemi yang dijadikan dalih oleh pemerintah untuk membentuk suatu kebijakan yang tidak konsensus dengan masyarakat secara diam-diam sehingga menimbulkan kontroversi dan amarah publik," ucap Fadia

Maka itu, Fadia menilai penurunan demokrasi di Indonesia kini tengah terjadi. Era Jokowi ini mencerminkan Indonesia kembali mundur menjadi sistem jaman orde baru.

"Sehingga resesi demokrasi ini sebenarnya mencerminkan bahwa Indonesia kembali ke arah Orde Baru atau Otoritarianisme dengan gaya baru di era modern seperti saat ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ledakan Petasan, Kapolres: Adik-adik Ayo Tertib, Orang Tua Nunggu di Rumah

Ledakan Petasan, Kapolres: Adik-adik Ayo Tertib, Orang Tua Nunggu di Rumah

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:36 WIB

Massa Letuskan Petasan, Polisi: di Sini Kita Saudara, Jangan Buat Rusuh!

Massa Letuskan Petasan, Polisi: di Sini Kita Saudara, Jangan Buat Rusuh!

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:26 WIB

Meski Sedang Didemo, Jokowi Tetap Terima PM Jepang di Istana Bogor

Meski Sedang Didemo, Jokowi Tetap Terima PM Jepang di Istana Bogor

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:06 WIB

Demo Mahasiswa Bubar, PM Jepang Tiba di Istana Bogor Temui Jokowi

Demo Mahasiswa Bubar, PM Jepang Tiba di Istana Bogor Temui Jokowi

Jakarta | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:45 WIB

Massa Tak Beralmamater Dekati Barisan Mahasiswa, Orator: Hati-hati Penyusup

Massa Tak Beralmamater Dekati Barisan Mahasiswa, Orator: Hati-hati Penyusup

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:07 WIB

Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Datangi Lokasi Demo Setahun Jokowi-Maruf

Kabareskrim hingga Pangdam Jaya Datangi Lokasi Demo Setahun Jokowi-Maruf

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:59 WIB

Jemput Anaknya yang Ikut Demo, Emak-emak: Cari Uang Susah!

Jemput Anaknya yang Ikut Demo, Emak-emak: Cari Uang Susah!

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:00 WIB

Dituduh Penyusup, Polisi Bekuk Belasan ABG saat Demo Setahun Jokowi-Maruf

Dituduh Penyusup, Polisi Bekuk Belasan ABG saat Demo Setahun Jokowi-Maruf

News | Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:39 WIB

Terkini

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Uang Beredar Juli 2026 Capai Rp10.371,1 Triliun, Kredit Melaju 13 Persen

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:46 WIB

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

BEI Gembok Massal 3 Saham, Ini Daftar yang Kena Penghentian Sementara

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Karena Cinta Itu Sempurna: Arti Kekasih di Hidup yang Tak Selalu Mudah

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Lei Jun Kepergok Bawa HP Lipat Misterius, Xiaomi MIX Ultra Diduga Segera Hadir

Tekno | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Oktafianus Fernando Resmi Gabung Persis Solo, Bidik Promosi Super League

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Pemerintah Mulai Genjot Digitalisasi, Pengadaan Barang dan Jasa Bakal Berubah Total

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

UMKM Desa Dibidik Naik Kelas dengan Energi CNG

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Ribuan Warga Padati Halaman Kantor Gubernur, Bersholawat dan Doa Bersama untuk Korban Bencana NTT

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:13 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

×