Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil

Siswanto, BBC

Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:12 WIB
Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil
BBC

Suara.com - Uji coba vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford akan dilanjutkan, setelah dilakukannya peninjauan atas kematian seorang relawan di Brasil.

Otoritas kesehatan Brasil tidak memberikan rincian tentang kematian tersebut dengan alasan protokol kerahasiaan.

Universitas Oxford mengatakan "penilaian cermat" yang dilakukan tidak menunjukkan masalah keamanan.

BBC mengetahui bahwa relawan tersebut tidak menerima vaksin.

Hanya sekitar setengah dari relawan yang diberikan vaksin Covid-19 Universitas Oxford.

Kelompok kedua diberi vaksin berlisensi untuk meningitis.

Baik para peserta maupun pihak keluarga mereka tidak tahu vaksin mana yang telah mereka terima.

Ini memungkinkan para peneliti untuk membandingkan hasil dari kedua kelompok untuk mengukur apakah vaksin itu efektif.

AstraZeneca mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak dapat mengomentari kasus per individu tetapi "dapat mengonfirmasi bahwa semua proses peninjauan yang diperlukan telah dilakukan".

baca juga

"Semua peristiwa medis yang signifikan sudah dinilai dengan cermat oleh penyelidik uji coba, komite pemantau keamanan independen, dan pihak berwenang," katanya.

"Penyelidikan ini tidak menunjukkan kekhawatiran tentang keberlanjutan studi yang sedang berlangsung."

Ada harapan besar bahwa vaksin Oxford / AstraZeneca bisa menjadi salah satu yang pertama masuk ke pasar.

Pengujian tahap pertama dan kedua berhasil, sedangkan pengujian tahap ketiga sedang dilakukan di sejumlah negara termasuk Inggris, Brasil, dan India.

Uji coba vaksin Oxford ditunda bulan lalu setelah efek samping yang dilaporkan terjadi pada seorang pasien di Inggris, tetapi uji coba dilanjutkan beberapa hari kemudian setelah dinyatakan aman untuk dilanjutkan.

Uji coba fase ketiga di AS tetap ditunda sementara pihak regulator di sana melakukan penilaiannya sendiri.

Seorang pejabat senior dikutip oleh Bloomberg pada hari Rabu (21/10) mengatakan dia memperkirakan uji coba AS akan dimulai kembali akhir pekan ini.

Percobaan 'harus dilanjutkan'

Otoritas kesehatan Brasil Anvisa mengatakan telah menerima informasi tentang kematian relawan Brasil itu pada 19 Oktober.

Media Brasil melaporkan bahwa relawan tersebut adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang meninggal karena komplikasi Covid-19. Mereka mengatakan dokter itu telah menangani pasien yang terinfeksi.

Hal ini belum dikonfirmasi secara publik oleh Anvisa.

Dalam sebuah pernyataan, Universitas Oxford mengatakan: "Semua insiden medis yang signifikan, baik pada partisipan dalam kelompok kontrol atau kelompok vaksin Covid-19, ditinjau secara independen.

"Peninjauan independen, selain regulator Brasil, keduanya merekomendasikan agar percobaan dilanjutkan," katanya.

Brasil berencana untuk membeli vaksin tersebut jika distribusi vaksin itu sudah disetujui.

Negara ini telah mencatat hampir 5,3 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi - angka tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan India - dan berada di urutan kedua setelah AS dalam hal kematian.

Angka kematian mencapai hampir 155.000 sejauh ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×