Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis
Sejumlah barang yang sempat terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim akademisi dari UGM dan UPN Yogyakarta sedang meneliti penyebab fenomena kebakaran berulang di Mriyan, Sleman secara ilmiah.
  • Pemilik rumah meyakini kebakaran tersebut bukan peristiwa mistis setelah mendapatkan penjelasan awal dari tim peneliti terkait.
  • Keluarga kini mengungsi ke rumah sebelah sambil menyingkirkan benda mudah terbakar guna menghindari risiko kebakaran lebih lanjut.

Suara.com - Pemilik rumah yang menjadi lokasi teror kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, mulai meyakini bahwa fenomena yang dialaminya tidak berkaitan dengan hal-hal mistis.

Keyakinan tersebut muncul setelah sejumlah pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN "Veteran" Yogyakarta, serta berbagai instansi terkait turun langsung melakukan penelitian di lokasi.

Pemilik rumah, Mutfiana, mengaku merasa lebih tenang setelah mendengar penjelasan awal dari tim peneliti yang tengah mengkaji penyebab kebakaran berulang di rumahnya. Meski penyebab pasti masih menunggu hasil pengujian laboratorium, ia menilai fenomena tersebut mulai mengarah pada penjelasan yang lebih rasional.

"Sudah lebih cerah, sudah lebih tenang tapi tetap harus waspada. Karena ini belum berakhir," kata Fia saat ditemui di rumahnya, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, kehadiran para akademisi memberikan sudut pandang baru terhadap peristiwa yang selama ini memunculkan beragam spekulasi di masyarakat. Ia kini percaya bahwa kebakaran yang telah terjadi puluhan kali itu dapat dipelajari dan dijelaskan melalui pendekatan ilmiah.

"Ini ternyata tidak ada kaitannya dengan mistis tapi memang ada (penjelasannya) dan bisa dipelajari secara ilmiah dan menunggu hasil dari prof (di laboratorium) mungkin beberapa hari lagi," ujarnya.

Meski mulai memperoleh pencerahan, Mutfiana mengatakan kondisi di rumahnya belum sepenuhnya aman. Kemunculan api masih terjadi dengan frekuensi yang cukup tinggi dan muncul di berbagai titik yang berbeda.

"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali di sekitar 65 titik," ungkapnya.

Sejauh ini, kebakaran paling banyak mengenai barang-barang yang mudah terbakar. Karena itu, keluarga terus berupaya menyingkirkan benda-benda tersebut guna meminimalkan risiko kerusakan yang lebih besar.

baca juga

Akibat teror kebakaran yang belum juga berakhir, keluarga untuk sementara waktu tidak lagi menempati rumah tersebut sebagai tempat tinggal utama. Mereka memilih mengungsi ke rumah sebelah sambil tetap melakukan pemantauan secara bergantian.

"Kita tinggal di sebelah, ada yang jaga setiap hari, setiap waktu tuh ada yang jaga," imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peneliti yang juga Dosen Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM, Ahmad Agus Setiawan, mengatakan salah satu fokus utama tim adalah mengembalikan pembahasan kasus tersebut ke ranah sains.

Menurut Agus, berbagai pakar dari lintas disiplin ilmu yang terlibat dalam investigasi terus berdiskusi untuk mencari penjelasan berbasis data dan fakta lapangan terhadap fenomena yang terjadi.

"Kasus ini kan sudah mulai dibawa ke ranah yang agak geser ke mistis dan sebagainya," kata Agus.

Ia menjelaskan tim peneliti saat ini tengah mengumpulkan berbagai hasil pengukuran dan temuan lapangan agar penyebab kebakaran dapat dijelaskan secara ilmiah. Dengan begitu, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas dan tidak terjebak dalam spekulasi yang belum terbukti.

"Bagaimana tim ini berusaha untuk membawa info-info ini menjadi lebih ilmiah. Itu poin yang sangat utama," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:55 WIB

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×