Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!

Reza Gunadha, Hernawan

Kamis, 22 Oktober 2020 | 19:17 WIB
Guru Besar UI: Vaksin Itu Bisnis Besar Pengusaha Taipan!
WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.

Suara.com - Guru besar Universitas Indonesia, Profesor Ronnie Higuchi Rusli mengomentari vaksin Covid-19 yang didatangkan dari China.

Menurut Prof Ronnie Higuchi Rusli, vaksin tersebut adalah bagian dari bisnis besar para taipan.

Lebih lanjut lagi, Ronnie Higuchi Rusli menuding anggaran yang dipakai untuk mendatangkan vaksin itu bukan berasal dari Kementerian Kesehatan. Sebab menurutnya Kemenkes bukan importir obat atau vaksin.

"Catat vaksin itu bisnis besar para Taipan yang gelontorin duitnya untuk impor, bukan uang dari anggaran KEMENKES untuk impor vaksin, karena Kemenkes bukan importir obat atau vaksin," kata Prof. Ronnie Higuchi Rusli lewat jejaring Twitter miliknya, Rabu (21/10/2020).

Oleh sebab itu, Guru Besar UI ini kemudian menuturkan bahwa para importir memakai tangan pemerintah untuk mewajibkan vaksinasi bagi rakyat.

Tangkapan Layar Cuitan Guru Besar UI Sebut Vaksin Adalah Bisnis Para Taipan (Twitter/@Ronnie_Rusli).
Tangkapan Layar Cuitan Guru Besar UI Sebut Vaksin Adalah Bisnis Para Taipan (Twitter/@Ronnie_Rusli).

Dengan kata lain, program vaksinasi ini menurut Prof. Ronnie Higuchi Ruslivaksinasi Covid-19 ini hanya talangan dari Pengusaha Taipan.

"Jadi para importir itulah yang pakai tangan pemerintah untuk wajib vaksinasi. Kalau mau, lihat Singapore dan Brunei," tandasnya.

Dalam cuitan lainnya, Prof. Ronnie Higuchi Rusli mengatakan adanya vaksin impor ini menambah masalah bagi Indonesia. Di samping adanya UU Omnibus Law yang juga menuai banyak kontra.

"Memang keadaan simalakama. Sudah ada wajib dengan sanksi harus terima Omnibus Law, ditambah lagi wajib dengan sanksi harus terima vaksinasi Covid-19 dari talangan Perusahaan Taipan (karena Kemenkes tidak ada anggaran khusus untuk impor vaksin)," ujar Prof. Ronnie Higuchi Rusli.

baca juga

"Satu belum selesai, masuk lagi vaksinasi wajib," imbuhnya.

Sebelum ini, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pekan lalu menyatakan bulan depan sekitar 6,6 juta dosis vaksin Covid-19 dari China tiba di Indonesia.

Setelahnya, pemerintah akan melakukan vaksinasi massal. Ada tiga jenis vaksin yang dipesan dari China: produksi Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics.

Ketiga vaksin tersebut menuai banyak pertanyaan lantaran belum dinyatakan aman dan ampuh untuk meningkatkan imunitas serta belum dinyatakan lolos uji tahap III.

Di lain pihak, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah melayangkan surat resmi kepada Menteri Kesehatan Terawan.

Dalam suratnya, IDI meminta Terawan agar jangan asal menyuntikkan vaksin Covid-19.

IDI Surati Menkes Terawan Minta Jangan Asal Suntik Vaksin Covid-19

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menyurati Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta pemerintah agar tidak terburu-buru menyuntikkan vaksin Covid-19 demi keamanan masyarakat sebelum kandidat vaksin tersebut lolos uji klinis fase 3.

Surat bernomor 03657/PB/E.1/10/2020 itu ditandatangani oleh Ketua Umum PB IDI Dr Daeng M. Faqih, SH, MH tertanggal 21 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Terawan, Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito.

Ketua Satgas Covid PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban, SpPD(K) mengatakan vaksin yang dibeli pemerintah mutlak harus ada syarat sudah terbukti efektivitasnya, imunogenitasnya serta keamanannya dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinik fase 3 yang sudah dipublikasikan.

"Perlu diadakan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden agar program vaksinasi ini jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa," kata Zubairi dalam keterangan, Kamis (22/10/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil

Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:12 WIB

Jerinx Mengaku Tahu Pemesan Pasal yang Bikin Dirinya Ditahan

Jerinx Mengaku Tahu Pemesan Pasal yang Bikin Dirinya Ditahan

Bali | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:08 WIB

Vaksin Covid-19 Jadi Kontroversi, dr Berlian Idris: Jangan Mainin Nyawa

Vaksin Covid-19 Jadi Kontroversi, dr Berlian Idris: Jangan Mainin Nyawa

Jogja | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:15 WIB

Terkini

Threads Mulai Bisa Dikendalikan dari Jauh, Orang Tua Atur Waktu hingga Privasi Anak

Threads Mulai Bisa Dikendalikan dari Jauh, Orang Tua Atur Waktu hingga Privasi Anak

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 07:35 WIB

3 Shio yang Paling Beruntung sampai 27 September 2026, Nasib Baik Selama Sepekan

3 Shio yang Paling Beruntung sampai 27 September 2026, Nasib Baik Selama Sepekan

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 07:35 WIB

Bikin Geger Bawean: Turis Swiss Dikira Hilang Misterius, Ternyata Lagi Asyik Blusukan

Bikin Geger Bawean: Turis Swiss Dikira Hilang Misterius, Ternyata Lagi Asyik Blusukan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 07:31 WIB

Tell Me What You Saw: Memburu Pembunuh Berantai Lewat Photographic Memory

Tell Me What You Saw: Memburu Pembunuh Berantai Lewat Photographic Memory

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:25 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Besar Wilayan Indonesia Berawan dan Hujan Ringan

News | Senin, 21 September 2026 | 07:22 WIB

Sempat Diadang Ombak Ganas, Tim SAR Temukan Jasad ABK Mengapung di Way Seputih

Sempat Diadang Ombak Ganas, Tim SAR Temukan Jasad ABK Mengapung di Way Seputih

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 07:20 WIB

IHSG Dibayangi Koreksi, Analis Bocorkan Saham 'Buy on Weakness' Hari Ini

IHSG Dibayangi Koreksi, Analis Bocorkan Saham 'Buy on Weakness' Hari Ini

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:13 WIB

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Sinopsis Plastic Beauty, Drama Mayu Matsuoka dan Riisa Naka di Netflix

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 07:05 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Berlaku 2027

OJK Terbitkan Dua Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, Berlaku 2027

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:05 WIB

4 Alasan Sunscreen SymWhite 377 Efektif Pudarkan Flek Hitam

4 Alasan Sunscreen SymWhite 377 Efektif Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 06:48 WIB

×