Presiden Brasil Tolak Pembelian Vaksin Covid-19 dari Perusahaan China

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 22 Oktober 2020 | 20:22 WIB
Presiden Brasil Tolak Pembelian Vaksin Covid-19 dari Perusahaan China
Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat di kediaman presiden Palacio da Alvorada di Brasilia, Brasil, Jumat (13/3/2020). [Sergio LIMA / AFP]

Suara.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menolak pengumuman pembelian 46 juta dosis vaksin potensial Covid-19 dari perusahaan China yang akan diuji di salah satu negara bagian.

"Orang-orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan siapa pun," kata Bolsonaro di akun media sosialnya.

Bolsonaro menambahkan bahwa vaksin tersebut belum selesai melakukan pengujian, seperti halnya dengan semua vaksin potensial untuk virus tersebut.

"Keputusan saya adalah tidak membeli vaksin semacam itu." tegas Bolsonaro.

Menyadur Associated Press, Menteri Kesehatan Eduardo Pazuello mengumumkan pembelian vaksin dari China pada Selasa dalam pertemuan dengan Gubernur Sao Paulo João Doria, opsisi Bolsonaro.

Negara bagian Sao Paulo berpartisipasi dalam pengembangan vaksin melalui Butantan Institute dengan biaya akuisisi diperkirakan mencapai 2 miliar reais (Rp 5,3 triliun).

"Vaksin Butantan akan menjadi vaksin Brasil," kata Pazuello.

Sebuah dokumen Kementerian Kesehatan Brasil yang dikeluarkan hari Senin dan dibagikan oleh pemerintah Sao Paulo pada hari Rabu menegaskan bahwa kementerian telah menulis niatnya untuk membeli dosis "Butantan Vaccine-Sinovac/Covid-19" dengan perkiraan harga $ 10,30 per dosis.

Dokumen tersebut menyatakan secara eksplisit bahwa pembelian itu bergantung pada persetujuan regulator kesehatan. Bolsonaro mengatakan kepada wartawan bahwa protokol akan dibatalkan.

baca juga

Claudio Couto, seorang dosen ilmu politik di universitas Getulio Vargas Foundation merasa langkah presiden tidak ada hubungannya dengan virus dan lebih merupakan cara untuk menyerang Doria, yang disebut-sebut sebagai penantang Bolsonaro pada pemilu 2022.

"Perhatiannya adalah menjadi kandidat yang kuat untuk pemilihan kembali, dan itu sering kali berarti menyusahkan lawan-lawannya," kata Couto.

Bolsonaro dan Doria sering berselisih paham sejak dimulainya pandemi, masing-masing mengambil sikap berlawanan mengenai rekomendasi tinggal di rumah dan pembatasan aktivitas.

Gubernur, yang negara bagiannya adalah negara bagian terpadat di Brasil, memperhatikan nasihat para ahli kesehatan masyarakat, yang dikecam oleh presiden, dengan alasan kejatuhan ekonomi dapat membunuh lebih dari sekadar penyakit.

Brasil telah mengonfirmasi lebih dari 153.000 kematian akibat Covid-19, yang terbanyak kedua di dunia, di bawah AS.

Penelitian vaksin Covid-19 di China. [Douglas Magno/AFP]
Penelitian vaksin Covid-19 di China. [Douglas Magno/AFP]

"Ini bukan ideologi, ini bukan politik, dan bukan proses pemilihan yang menyelamatkan. Itu adalah vaksinnya," kata Doria kepada wartawan di ibu kota negara, Brasilia.

Selama konferensi pers singkat di Sao Paulo, Bolsonaro menuduh Doria bermain politik dengan cara segera membeli vaksin sebagai upaya untuk meningkatkan popularitasnya.

Bolsonaro mengatakan tidak ada yang akan dipaksa untuk mendapatkan vaksin virus corona. Tetapi komentarnya pada Rabu mencerminkan skeptisisme khusus terhadap vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi China, Sinovac.

Dia sering menyatakan ketidakpercayaannya pada kekuatan Asia, yang merupakan mitra dagang terbesar Brasil, terutama di jalur kampanye pada tahun 2018.

Bolsonaro menyebut China tidak berperasaan dan mengatakan bahwa di bawah pengawasannya, negara itu tidak akan diizinkan untuk membeli Brasil.

"Untuk pemerintahan saya, vaksin apa pun, sebelum tersedia untuk populasi, harus TERBUKTI SECARA ILMIAH." tegas Bolsanora di akun Twitternya.

Sudah menjadi praktik umum bagi sebuah negara untuk membeli vaksin virus corona yang menjanjikan, untuk persediaan jika terbukti efektif. Investasi itu biasanya tidak dapat dikembalikan jika perkiraan gagal.

Sebelumnya, sekretaris eksekutif Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan dalam pernyataan yang disiarkan televisi bahwa telah terjadi kesalahpahaman dalam pengumuman pembelian vaksin tersebut.

"Tidak ada niat untuk membeli vaksin dari China," kata Antonio Elcio Franco.

Antonio menambahkan hanya akan ada vaksin Brasil yang dibuat di Butantan Institute di Sao Paulo. Namun, bidikan tersebut masih akan didasarkan pada penelitian Sinovac.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IDI Minta Menkes Hati-hati dan Tidak Tergesa-gesa soal Vaksin Covid-19

IDI Minta Menkes Hati-hati dan Tidak Tergesa-gesa soal Vaksin Covid-19

Video | Kamis, 22 Oktober 2020 | 18:45 WIB

Berkaca dari Brasil, PB IDI Minta Menkes Hati-hati Pilih Vaksin Covid-19

Berkaca dari Brasil, PB IDI Minta Menkes Hati-hati Pilih Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:30 WIB

Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil

Uji Coba Vaksin Oxford Berlanjut Setelah Kematian Seorang Relawan di Brasil

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:12 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×