Debat Capres AS, Donald Trump Sebut Udara di India Kotor, Publik Murka

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:53 WIB
Debat Capres AS, Donald Trump Sebut Udara di India Kotor, Publik Murka
Debat capres AS, Donald Trump dan Joe Biden. (VOA Indonesia)

Suara.com - Presiden Donald Trump menyebut udara di India kotor dalam debat calon presiden Amerika Serikat putaran terakhir dan langsung memicu kemarahan.

Menyadur Times of India, pernyataan tersebut Trump sampaikan saat ia mengecam rencana saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, untuk mengatasi perubahan iklim.

Donald Trump mengutarakan kritik terhadap Joe Biden bahwa tindakan terhadap perubahan iklim tidak adil bagi Amerika Serikat.

"Lihat China, betapa kotornya itu. Lihatlah Rusia, lihat India - itu kotor. Udaranya kotor," kata Trump pada debat yang berlasung di Nashville tersebut.

"Saya tidak akan mengorbankan jutaan pekerjaan ... ribuan perusahaan karena Kesepakatan Paris. Ini sangat tidak adil," kata Trump saat debat sebelum pemilihan pada 3 November.

Itulah satu-satunya penyebutan negara India selama debat yang justru bertentangan dengan kebijakan luar negeri dan kepentingan strategis.

Pernyataan Trump bertolak belakang dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Mark Esper mengunjungi New Delhi untuk membangun kemitraan AS-India.

Trump menuduh bahwa rencana tindakan perubahan iklim milik Joe Biden adalah bencana ekonomi bagi negara-negara minyak seperti Texas dan Oklahoma.

baca juga

"(Perubahan iklim) adalah ancaman eksistensial bagi umat manusia. Kami memiliki kewajiban moral untuk menghadapinya." ujar Biden.

"Kami akan melewati titik tanpa harapan dalam delapan hingga 10 tahun ke depan," sambungnya.

Seperti diwartakan Ndtv, ini adalah kedua kalinya Trump melontarkan kritik pedas terhadap India selama debat.

Pada debat presiden pertama, Trump mempertanyakan data virus corona India. "Ketika Anda berbicara tentang angka, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di China, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang meninggal di Rusia, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di India. Mereka tidak memberi Anda sebuah hitungan pasti, "katanya.

Pernyataan Presiden AS menuai reaksi keras di India, beberapa mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk memberikan bantahan yang kuat atas pernyataan Trump.

Para pemimpin oposisi seperti Kapil Sibal dari Kongres memanfaatkan komentar tersebut untuk mengecam bonhomie terkenal PM Modi dengan Presiden Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Kemurahan Hati Calon Pacar, Wanita Ini Ajak 23 Kerabatnya saat Kencan

Uji Kemurahan Hati Calon Pacar, Wanita Ini Ajak 23 Kerabatnya saat Kencan

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:00 WIB

Ikan Pari Seberat 750 Terjaring Nelayan India, Pakai Crane untuk Mengangkat

Ikan Pari Seberat 750 Terjaring Nelayan India, Pakai Crane untuk Mengangkat

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:57 WIB

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

Putin: Hampir 5.000 Orang Meninggal dalam Konflik Nagorno-Karabakh

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 13:28 WIB

Terkini

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Salep Pure Paw Paw untuk Apa? Intip 5 Varian dan Manfaatnya, Bukan Cuma untuk Bibir

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Mengintip Redmi Note 17 Pro Max 5G: Bawa Baterai Jumbo, 100W HyperCharge, dan Bodi Tangguh

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

×