Ikan Pari Seberat 750 Terjaring Nelayan India, Pakai Crane untuk Mengangkat

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:57 WIB
Ikan Pari Seberat 750 Terjaring Nelayan India, Pakai Crane untuk Mengangkat
Seekor ikan pari seberat 750 kg tertangkap oleh nelayan India.[YouTube]

Suara.com - Seekor ikan pari raksasa seberat 750 kg terjerat jaring nelayan di Karnataka, India dan harus mengerahkan alat berat untuk mengangkatnya dari kapal.

Menyadur Gulf News, Jumat (23/10/2020) sebuah kapal penangkap ikan laut yang berlayar dari pelabuhan Malpe menangkap ikan pari raksasa seberat 750 kg.

Pelabuhan Maple terletak di Kota Udupi, sekitar 405 km dari Bengaluru.

Ikan itu terjerat pada Rabu di jaring yang ditebar oleh 'Nagasiddi', sebuah perahu milik Prakash Bangera dari Malpe.

Saking besarnya ukuran ikan dan beratnya yang hampir seukuran seekor sapi, ikan itu dipindahkan ke pantai dengan bantuan alat berat.

Pemandangan ikan yang begitu besar menggugah selera para penikmat seafood. Ikan itu disebut 'Thorake' atau 'Kombu Thorake' di Tulu.

Tangkapan besar tersebut menarik perhatian banyak penduduk setempat, mereka berkumpul di area pelabuhan untuk melihatnya sekilas.

Foto dan video yang memperlihatkan ikan pari raksasa tersebut langsung viral di media sosial dan grup perpesanan pribadi.

Kepada IANS, sang pemilik kapal mengatakan tangkapan ikan pari besar itu langsung menjadi berita utama namun belum ada yang berani membelinya.

baca juga

"Saya menjual ikan dengan harga 40 rupee per kg, dan meskipun saya mendapat untung, itu tidak menguntungkan seperti seandainya saya menangkap ikan kecil, yang harganya tidak kurang dari 300 rupee per kg," kata Prakash Bangera.

Menurutnya, umumnya saat nelayan menangkap ikan sebesar itu, jika masih hidup mereka melepasnya kembali ke laut.

Namun sayangnya, ikan pari tersebut mati karena terjerat jaring, dan para nelayan mengira membawanya ke pantai adalah pilihan yang lebih baik.

"Beratnya mungkin bervariasi tetapi mereka (ikan besar seperti itu) ditangkap terus menerus. Ini terjadi di Malpe dan bukan di daerah terpencil di mana tidak akan dilaporkan. Tapi karena banyak orang di Malpe dan karena media sosial jadi viral," ujar Presiden Asosiasi Nelayan Mangaluru, Krishna S. Suvarna.

Survana menambahkan bahwa ikan ini sangat disukai oleh orang-orang di Andhra Pradesh, Tamil Nadu dan Kerala, di mana kemungkinan besar ikan tersebut akan terjual.

"Dalam bahasa setempat dalam bahasa Tulu, ini disebut ikan thorake yang termasuk dalam keluarga ikan pari," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tunggangi Kerbau saat Kampanye, Politikus di India Ditangkap

Tunggangi Kerbau saat Kampanye, Politikus di India Ditangkap

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 17:05 WIB

Dikejar Monyet saat Angkat Jemuran, Seorang Gadis Jatuh dari Atap Rumah

Dikejar Monyet saat Angkat Jemuran, Seorang Gadis Jatuh dari Atap Rumah

News | Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:32 WIB

Cegah Orang Menyembelih Sapi, Pemuda Muslim Malah Dibunuh Rekan

Cegah Orang Menyembelih Sapi, Pemuda Muslim Malah Dibunuh Rekan

News | Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:47 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×