Tantang Petinggi Vaksin Duluan, Sujiwo Tejo: Jangan Khianati Ki Hadjar!

Rendy Adrikni Sadikin | Hernawan | Suara.com

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 20:09 WIB
Tantang Petinggi Vaksin Duluan, Sujiwo Tejo: Jangan Khianati Ki Hadjar!
Sujiwo Tejo

Suara.com - Budayawan Sujiwo Tejo kembali angkat bicara mengenai wacara pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Seolah menyindir petinggi negara, Sujiwo Tejo mengatakan baiknya mereka lebih dulu menjajal vaksinnya.

Menurut Sujiwo Tejo, keberanian para pemimpin negara tersebut yang akan menentukan langkah rakyat sebelumnya.

Sebab apabila mereka berani vaksin Covid-19, rakyat pun bisa dipastikan akan ikut berani juga.

"Tentang vaksinasi Corona baiknya para petinggi dulu yang divaksin, setelah terbukti mereka berani divaksin, baru rakyat akan berani," kata Sujiwo Tejo lewat jejaring Twitter miliknya, Jumat (24/10/2020) petang.

Lebih lanjut lagi, Sujiwo Tejo mengingatkan para petinggi negara dengan konsep kepemimpinan sebagaimana dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Cuitan Sujiwo Tejo Tantang Petinggi Negara Vaksin Duluan Sebelum Rakyat Mengikuti (Twitter/@sudjiwotedjo).
Cuitan Sujiwo Tejo Tantang Petinggi Negara Vaksin Duluan Sebelum Rakyat Mengikuti (Twitter/@sudjiwotedjo).

Adapun konsep yang disorot oleh Sujiwo Tejo tidak lain bagian "Ing Ngarsa Sung Tulodo" yang bisa diartiakn menjadi "Di Depan Memberi Contoh".

Sujiwo Tejo menyatakan konsep tersebut harus diresapi oleh para petinggi negara, terkhusus untuk kasus vaksinasi Covid-19 ini.

Sebab menurutnya petinggi negara lah yang seharusnya masuk ke dalam gelombang pertama pengadaan vaksin negara.

"Ini sesuai dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara bahwa pemimpin itu harus 'Ing Ngarsa Sung Tuladha'," ungkapnya.

"Jangan khianati Ki Hadjar Dewantara," tandasnya.

Pemerintah Targetkan Vaksin Dapat Digunakan Masyarakat Akhir Tahun

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan pengadaan vaksin saat ini menjadi prioritas pemerintah. vaksin itu disebut bisa diakses akhir tahun ini.

Airlangga menungkapkan, bahwa pemerintah juga telah menyiapkan peraturan presiden (Perpres) terkait pembelian vaksin peraturan menteri kesehatan (Permenkes).

“Metode pembeliannya perlu dibuatkan regulasi agar tepat sasaran, dan tepat jumlah,” ujar Airlangga dalam diskusi secara virtual di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, seperti dikutip dari laman Satgas Covid-19, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut, menurutnya bahwa pemerintah akan menempuh dua jalur dalam pengadaan vaksin tersebut. Pertama jalur mandiri melalui pengembangan Virus Merah Putih yang dalam tahap siap masuk ke produksi pada akhir tahun 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 44 Pasien, DIY Tembus 3.506 Kasus Positif COVID-19

Tambah 44 Pasien, DIY Tembus 3.506 Kasus Positif COVID-19

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19:03 WIB

Update: Kasus Positif Corona di Kalbar Jadi 1.564 Orang

Update: Kasus Positif Corona di Kalbar Jadi 1.564 Orang

Kalbar | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:26 WIB

Keliling Kota, Wali Kota Herman Marah Ada Warga Tak Pakai Masker

Keliling Kota, Wali Kota Herman Marah Ada Warga Tak Pakai Masker

Jakarta | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:14 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB