Profil Bahar Smith Lengkap dengan Deretan Kontroversi Habib Bahar

Dany Garjito | Suara.com

Rabu, 28 Oktober 2020 | 20:50 WIB
Profil Bahar Smith Lengkap dengan Deretan Kontroversi Habib Bahar
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (kiri) berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/4). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Suara.com - Profil Bahar Smith baru-baru ini menjadi sorotan pasca beredar kabar dirinya yang kembali ditetapkan sebagai tersangka. Adapun penetapannya sebagai tersangka berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Bahar kepada sopir taksi online.

Dugaan kasus penganiayaan Bahar bin Smith bermula pada laporan korban penganiayaan pada 2018 lalu. Namun, saat itu pelapor diketahui telah bersedia mencabut laporan ke polisi dan berdamai dengan Bahar. Lebih lanjut, hingga kini pihak kepolisian belum menjelaskan secara detail terkait penetapan kembali Bahar bin Smith sebagai tersangka.

Sebelumnya, Bahar bin Smith dikenal sebagai ulama dan pendakwah dengan deretan kontroversi. Penasaran dengan sosoknya? Berikut ini profil Bahar Smith lengkap dengan deretan kontroversi Habib Bahar.

Latar Belakang Habib Bahar bin Smith

Bahar bin Smith adalah seorang ulama dan pendakwah yang lahir di Manado, 23 Juli 1985. Bahar berasal dari keluarga keturunan Arab Hadhrami golongan Alawiyyah bermarga Aal bin Sumaith. Pemilik nama lengkap Sayyid Bahar bin Ali bin Smith ini merupakan anak pertama dari enam bersaudara pasangan alm. Sayyid Ali bin Alwi bin Smith dan Isnawati Ali. Pada 2009 lalu, Bahar menikahi Fadlun Faisal Balghaits yang merupakan seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits. Dari pernikahannya ini, Bahar dan Fadlun dikaruniai empat orang anak.  

Rekam Jejak Habib Bahar bin Smith

Pada 2007, Bahar bin Smith mendirikan Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Bersama dengan anggota organisasi pimpinannya ini, Bahar sering melakukan razia dan penutupan paksa sejumlah tempat hiburan di Jakarta.

Selain Majelis Pembela Rasulullah, Bahar bin Smith juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin. Tak hanya itu, Bahar juga dekat dengan sejumlah ormas Muslim lainnya. Hal ini terlihat dalam setiap dakwahnya, Bahar selalu didampingi Laskar Pembela Islam, Front Pembela Islam, maupun Barisan Ansor Serbaguna.

Kontroversi Habib Bahar bin Smith

Sosok Bahar bin Smith dikenal sebagai habib yang memiliki deretan kontroversi. Salah satu kontroversi yang paling menjadi sorotan adalah aksi sweeping atau penutupan paksa tempat hiburan pada tahun 2012 silam. Saat itu, Bahar mengerahkan 150 pengikutnya untuk melakukan aksi sweeping yang disertai aksi pengrusakan di Kafe De Most, Jakarta Selatan. Namun, sebelum meluncurkan aksi tersebut, Polisi terlebih dahulu menangkap Bahar dan sejumlah pengikutnya. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, seperti golok, celurit, dan samurai.

Habib Bahar bin Smith juga memicu kontroversi dari ceramah yang ia bawakan dalam beberapa kesempatan. Salah satu ceramah kontroversial Bahar terjadi pada 2018 lalu. Dalam ceramah viral tersebut, Bahar berkata bahwa Jokowi merupakan pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat. Ia bahkan menuduh Jokowi sebagai pemimpin yang hanya menyejahterakan kaum non-Muslim, orang Tionghoa-Indonesia, dan perusahaan asing. Pernyataan kontroversial ini lantas mendapat kecaman dari tim kampanye Jokowi-Ma'ruf. 

Kontroversi Bahar bin Smith selanjutnya adalah tuduhan atas penganiayaan dua remaja yang menjadi sorotan pada akhir 2018 lalu. Tuduhan tersebut dilengkapi dengan bukti rekaman video yang diunggah ke Youtube. Atas tindakannya tersebut, Bahar dijatuhi pasal berlapis dan divonis hukuman tiga tahun penjara.

Belum lama ini, Bahar juga sempat menjadi sorotan karena baru tiga hari dibebaskan dari penjara, dirinya kembali ditangkap atas pelanggaran aturan PSBB. Bahar saat itu terbukti mengumpulkan massa untuk mengikuti ceramahnya. Ceramah Bahar dalam kesempatan tersebut juga menjadi viral karena dinilai menyinggung sejumlah pihak.

Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online

Habib Bahar bin Smith masih mendekam di penjara setelah divonis 3 tahun bui akibat menganiaya dua pemuda di Ponpes Tajul Alawiyin, Bogor pada tahun 2019 silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Ahok Meninggal Karena Covid-19

Profil Fahrurrozi Ishaq, Gubernur Tandingan Ahok Meninggal Karena Covid-19

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:23 WIB

Profil Benny Tjokrosaputro Terlengkap

Profil Benny Tjokrosaputro Terlengkap

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 13:05 WIB

Profil Khabib Nurmagomedov Terlengkap

Profil Khabib Nurmagomedov Terlengkap

Sport | Senin, 26 Oktober 2020 | 11:53 WIB

Profil Vicy Melanie, Dinikahi Kevin Aprilio dengan Mahar Rp 251.020

Profil Vicy Melanie, Dinikahi Kevin Aprilio dengan Mahar Rp 251.020

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2020 | 10:24 WIB

Profil Ulin Yusron, Relawan Jokowi Jadi Komisaris ITDC

Profil Ulin Yusron, Relawan Jokowi Jadi Komisaris ITDC

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 06:24 WIB

Profil Ajudan Pribadi, Muhammad Akbar Sang Pengantin Baru

Profil Ajudan Pribadi, Muhammad Akbar Sang Pengantin Baru

News | Minggu, 25 Oktober 2020 | 21:20 WIB

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB