Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 28 Oktober 2020 | 21:01 WIB
Dukung Sikap Macron, Tagar #IStandWithFrance Trending di Medsos India
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. [Ian LANGSDON / POOL / AFP]

Suara.com - Media sosial India baru-baru ini ramai dengan tagar #IStandWithFrance, di tengah meluasnya kecaman negara-negara mayoritas Islam atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Presiden Macron panen kritik dan kecaman usai melontarkan pernyataan akan membuat kaum Islam di negerinya tak bisa tidur nyenyak.

Pernyataan Macron itu sendiri adalah respons atas tragedi pemenggalan seorang guru sejarah, Samuel Paty, oleh pemuda muslim, karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW ke siswanya.

Menyadur Al Jazeera, Rabu (28/10/2020), tagar #IStandWithFrance bersama dengan #WeStandWithFrance nangkring di trending teratas Twitter India pada Senin dan Selasa lalu.

Berbeda dengan sejumlah negara mayoritas muslim yang mengutuk, termasuk Turki, Pakistan, dan Bangladesh, ribuan warganet terlihat mengekspresikan solidaritas mereka terhadap Prancis.

Tagar #IStandWithFrance Trending di Media Sosial India. (Twitter/priyankadeo)
Tagar #IStandWithFrance Trending di Media Sosial India. (Twitter/priyankadeo)

Di India, di mana para kritikus menyebut sentimen anti-Muslim telah meningkat sejak partai sayap kann Bharatiya Janata (BJP) berkuasa pada 2014, dukungan untuk Presiden Prancis terus mengalir.

"Toleransi juga harus sekuler. #IStandWithFrance. Selamat, Presiden Prancis," cuit Parvesh Sahib Singh, seorang anggota dewan BJP di Twitter.

Tagar lain terkait ucapan Macron yang juga ikut populer di Twitter India pada Selasa adalah #WellDoneMacron dan #MacronTHEHERO.

Disebutkan, India pada awal 2020 ini, menerima lima jet tempur Rafale buatan Prancis, gelombang pertama dari kesepakatan kontroversial senilai USD9,4 miliar dengan Prancis yang ditandatangani pada 2016.

baca juga

Sentimen anti-Muslim di India

Pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi telah dituding menjalankan kebijakan anti-Muslim dengan undang-undang kewarganegaraan kontroversial yang mengecualikan komunitas Muslim.

Pemerintah India memberla UU Amandemen Kewarganegaraan (CAA), menyebut aturan itu bertujuan untuk melindungi kelompok minoritas terdiskriminasi di negara tetangga Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan.

Protes atas undang-undang tersebut pada awal tahun ini, memicu konflik agama di New Delhi yang menewaskan puluhan orang, mayoritas Muslim, dan membuat ribuan warga mengungsi.

Banyak Muslim telah didakwa dengan undang-undang anti teror India, buntut kekerasan di Delhi. Di mana mereka yang dianggap bersalah dijebloskan penjara tanpa diberi jaminan.

Pekan lalu, kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet menunjunjuk tiga hukum India yang dianggap bermasalah, termasuk CAA, menyebabkan penangkapan para aktivis.

Sejak 2014 silam, puluhan Muslim disebutkan dijatuhi hukuman gantung oleh kelompok Hindu, usai dicurigai menyembelih sapi, hewan yang dianggap suci dalam kepercayaan Hindu.

Kelompok HAM dilaporkan telah melancarkan kritik ke India, merespon lambatnya proses hukum dalam kasus kejahatan atas kebencian terhadap Muslim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

Media Iran Terbitkan Karikatur Presiden Macron Menyerupai Iblis

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 19:18 WIB

Charlie Hebdo Terbitkan Kartun Presiden Erdogan Lecehkan Wanita Berjilbab

Charlie Hebdo Terbitkan Kartun Presiden Erdogan Lecehkan Wanita Berjilbab

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:21 WIB

Puluhan Ribu Orang Demo di Bangladesh, Serukan Boikot Produk Prancis

Puluhan Ribu Orang Demo di Bangladesh, Serukan Boikot Produk Prancis

News | Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:31 WIB

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

6 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Meninggal usai Hilang Kontak di Laut Jawa

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:26 WIB

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Purbaya Klaim APBN Masih Aman Meski Harga Minyak Dunia Lebihi 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 15:23 WIB

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 15:20 WIB

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

SPBU Buka 24 Jam hingga Sistem Ganjil-Genap, Pertamina: Antrean BBM di Makassar Mulai Melandai

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 15:19 WIB

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

9 Moisturizer Terbaik untuk Mengatasi Warna Kulit Tidak Merata Usia 30-an

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 15:15 WIB

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

Rekening Gratis untuk 200 Juta Warga Disorot, Saldo Rp 50 Ribu Bisa Habis Tergerus Biaya Bank

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:11 WIB

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

Pemerintah Dorong Perluasan MBG ke Wilayah Sulit Akses

News | Minggu, 13 September 2026 | 15:04 WIB

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

×