alexametrics

Live Zoom, Polisi Bubarkan Acara Deklarasi KAMI di Jambi karena Tak Berizin

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Live Zoom, Polisi Bubarkan Acara Deklarasi KAMI di Jambi karena Tak Berizin
Acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jambi pada Jumat (30/10/2020) diminta dihentikan pihak kepolisian setempat. (tangkap layar/ist)

"Kami sudah berusaha negoisasi, tapi aparat tetap meminta acara dibubarkan."

Suara.com - Acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jambi pada Jumat (30/10/2020) tiba-tiba didatangi pihak kepolisian setempat. Pihak kepolisian meminta acara tersebut diakhiri lantaran tidak ada izin.

Kegiatan deklarasi tersebut digelar di sebuah ruangan dan dimulai pada pukul 14.30 WIB. Acara tersebut juga disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom.

Mulanya acara tersebut berjalan lancar. Namun ketika salah satu pentolan KAMI, Rochmat Wahab tengah menyampaikan sambutan, tiba-tiba kondisi di ruangan berlangsungnya deklarasi terlihat tidak kondusif.

Pasalnya, ada sejumlah anggota kepolisian yang masuk ke ruangan deklarasi. Komite Eksekutif KAMI Jambi Muhammad Usman memperlihatkan beberapa anggota polisi mengenakan seragam dan pakaian bebas memantau acara tersebut berlangsung.

Baca Juga: Gegara Polisi Tak Hadir, Sidang Praperadilan Ketua KAMI Medan Ditunda

"Mohon maaf situasinya tidak kondusif polisinya memaksa agar acaranya dibubarkan maka mohon maaf sekali acaranya kita hentikan tetapi untuk Zoom meeting tetap akan kami aktifkan," kata Usman dalam siarannya, Jumat.

Dari siarannya tampak salah satu Presidium KAMI tengah bernegosiasi dengan pihak kepolisian.

Usman menjelaskan kalau polisi tetap meminta untuk dihentikan.

"Kami sudah berusaha negoisasi, tapi aparat tetap meminta acara dibubarkan," ujar Usman saat dihubungi Suara.com.

Usman menuturkan pihaknya sudah berusaha untuk mengurus perizinan, namun tidak pernah diberikan. Kata ia, KAMI Jambi sudah beberapa kali menunda deklarasi.

Baca Juga: Ahmad Yani Hampir Ditangkap, Tengku Singgung Polri dengan Anggaran 100 T

"Kami sudah berusaha mengurusnya, tapi tidak diberikan. Kami sudah beberapa kali menunda deklarasi, tapi izin tetap tidak dikeluarkan," tuturnya.

Komentar