Apa yang Terjadi Jika Pemilu AS Berakhir Imbang?

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 06 November 2020 | 19:42 WIB
Apa yang Terjadi Jika Pemilu AS Berakhir Imbang?
BBC

Suara.com - Bagaimana kedua kandidat memperebutkan hasil? Dan mengapa beberapa suara lebih diperhitungkan dari yang lain?

Berikut adalah jawaban atas beberapa pertanyaan kunci Anda seputar pemilu AS.

Apa yang terjadi jika berakhir seri? - Chinga, China

Ada 538 suara elektoral yang diperebutkan, dengan jumlah pemilih tetap yang mewakili setiap negara bagian berdasarkan ukuran populasinya.

Ini berarti hasil imbang terjadi jika masing-masing kandidat meraih 269 suara, meskipun sangat tidak mungkin.

Jika tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas dalam pemilihan elektoral, itu akan menjadi keputusan Kongres AS.

Anggota Kongres yang terpilih pada pemilu 2020 akan mengambil tanggung jawab ini.

Parlemen akan memberikan suara untuk memutuskan presiden, dengan setiap delegasi negara bagian memiliki satu suara - mayoritas 26 diperlukan agar seorang calon presiden menjadi presiden.

Senat akan memilih wakil presiden, dengan semua 100 senator memiliki hak suara.

Mungkinkah Donald Trump mencoba menentang hasil pemilu? - Basel, Israel

Ya. Kedua kandidat mengatakan mereka sudah mempersiapkan sengketa hukum setelah pemilu.

Mereka memiliki hak untuk menuntut penghitungan ulang di sebagian besar negara bagian, biasanya jika hasilnya ketat.

Ada lonjakan dalam pemungutan suara melalui pos tahun ini, dan ada kemungkinan juga bahwa keabsahan surat suara ini dapat digugat di pengadilan.

Tuntutan hukum ini bisa sampai ke Mahkamah Agung AS - otoritas hukum tertinggi di AS.

Ini terjadi pada tahun 2000, ketika Mahkamah Agung menghentikan penghitungan ulang di Florida dan memutuskan mendukung George W Bush dari Partai Republik yang menjadi presiden.

Pengaruh apa yang dimiliki suara nasional terhadap suara elektoral? - Caroline Bonwitt, Gloucestershire, Inggris

Presiden AS tidak diputuskan oleh suara rakyat nasional, tetapi dengan menang di cukup banyak negara bagian.

Pemenang di setiap negara bagian mendapat dukungan dari sejumlah pemilih berdasarkan jumlah penduduknya.

Para pemilih ini bertemu beberapa minggu setelah hari pemungutan suara - membentuk lembaga pemilihan atau electoral college - untuk memilih secara resmi calon presiden berikutnya.

Untuk memenangkan Gedung Putih, dibutuhkan 270 suara elektoral.

Hampir semua orang di dunia sudah bosan dengan omong kosong "electoral college" ini. Jadi seberapa sulitkah membuat pemilu AS menjadi suara mayoritas dan membuang "electoral college"? - Judy, BC, Kanada

Sistem pemilu AS sudah diatur dalam konstitusi, jadi untuk mengubahnya akan membutuhkan amandemen konstitusi.

Ini harus disetujui oleh dua pertiga dari Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat, atau proporsi yang sama dari badan legislatif negara bagian. Ini kemudian perlu diratifikasi oleh tiga perempat negara bagian AS.

Ini sangat tidak mungkin berhasil, meskipun ada upaya untuk mengubah sistem ini di masa lalu.

Ada upaya yang sedang dilakukan oleh beberapa negara bagian untuk memberikan suara elektoral mereka kepada pemenang suara terbanyak, tidak peduli siapa yang menang di sana. Ini adalah jalan keluar, tetapi secara efektif akan membatalkan lembaga pemilihan.



Siapa saja anggota electoral college, bagaimana mereka dipilih dan berapa lama mereka bertugas? - Penny Reid, Northumberland, UK

Anggota electoral college biasanya dicalonkan oleh Partai Republik dan Demokrat untuk setiap pemilihan.

Ada aturan berbeda dalam pencalonan mereka di setiap negara bagian, dan mereka secara resmi dipilih pada hari pemungutan suara.

Anggota electoral college tinggi - yang dikenal sebagai elector - sering memiliki koneksi di partai politik AS, seperti aktivis atau mantan politisi.

Bill Clinton adalah seorang elector Demokrat pada tahun 2016, dan anak Presiden Donald Trump, Donald Trump Junior menjadi elector Partai Republik.

Siapa yang memutuskan presiden jika tidak ada pemenang pasti dalam pemungutan suara electoral college? - Robert Pallone, Maryland

Jika tidak ada pemenang pasti dalam electoral college, itu berarti ada hasil seri (dibahas di atas), atau bahwa tantangan hukum yang sedang berlangsung di negara bagian yang disengketakan belum diselesaikan, sehingga para pemilih mereka tidak dapat dipilih.

Electoral college- yang tugasnya secara resmi mencalonkan presiden berikutnya - bertemu pada 14 Desember tahun ini. Para pemilih harus diajukan oleh masing-masing negara bagian untuk calon pemenang mereka saat itu.

Jika hasil pemilu masih menjadi sengketa dan negara bagian tertentu tidak bisa menentukan kandidat mana yang mereka pilih, maka terserah Kongres AS untuk turun tangan.

Konstitusi AS memberlakukan tenggat waktu akhir - masa jabatan presiden (dan wakil presiden) berakhir pada 20 Januari pada siang hari.

Jika Kongres tidak dapat memilih pemenang saat itu, ada garis suksesi yang diatur dalam undang-undang.

Urutan pertama adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, saat ini Nancy Pelosi, diikuti oleh anggota Senat peringkat kedua tertinggi, saat ini Charles Grassley.

Ini belum pernah terjadi sebelumnya jadi tidak jelas bagaimana, dalam keadaan luar biasa ini, ini akan berhasil dalam praktiknya.

Apa yang membuat suara negara bagian tertentu lebih diperhitungkan ketimbang negara bagian lain? - S Robertson, Sussex, UK

Kandidat cenderung berkampanye di negara bagian yang hasilnya tidak pasti - itulah sebabnya orang mengatakan suara di negara bagian ini "lebih banyak diperhitungkan".

Tempat-tempat ini dikenal sebagai medan pertempuran atauswing states.

Sistem pemilu AS berarti bahwa di semua kecuali dua negara bagian, margin kemenangan tidak menjadi masalah, karena siapa pun yang memperoleh suara terbanyak memenangkan semua suara elektoral yang ditawarkan di negara bagian itu.

Di negara bagian yang hampir dipastikan menjadi basis kandidat tertentu - seperti California untuk Partai Demokrat dan Alabama untuk Partai Republik - kampanye kedua kandidat tidak maksimal di sana.

Namun mereka berusaha semaksimal mungkin dalam persaingan ketat di sejumlah negara bagian, seperti di Florida dan Pennsylvannia, menargetkan para pemilih yang bisa memilih kandidat mana pun.

Jika suara pos yang dihitung beberapa hari setelah pemilihan mengubah penghitungan akhir suatu negara bagian dari Trump menjadi Biden atau sebaliknya, lalu apa protokol untuk mengumumkan kembali pemenangnya? - Charlie Etheridge, Kent, Inggris

Tidak ada persyaratan hukum untuk mengumumkan pemenang pada malam pemilihan - ini dilakukan sebagai proyeksi oleh outlet media utama AS.

Penghitungan penuh tidak pernah selesai pada malam itu - tetapi biasanya cukup suara untuk mengonfirmasi pemenang.

Ini adalah hasil tidak resmi yang disertifikasi beberapa minggu kemudian, setelah dikonfirmasi oleh pejabat negara.

Tahun ini, media AS lebih berhati-hati dalam mengumumkan siapa yang menjadi pemenang, sebab ada lebih banyak suara pos dan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dihitung.

Ini bisa berarti kandidat yang menang pada malam pemilihan di beberapa negara bagian bisa kalah setelah semua suara - termasuk surat suara - dihitung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Gugat Media Atas Survei yang Unggulkan Kamala Harris di Iowa

Trump Gugat Media Atas Survei yang Unggulkan Kamala Harris di Iowa

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 03:10 WIB

Usai Kemenangan Telak di Pilpres AS, Apa yang Diharapkan Pendukung Donald Trump?

Usai Kemenangan Telak di Pilpres AS, Apa yang Diharapkan Pendukung Donald Trump?

Your Say | Kamis, 21 November 2024 | 15:12 WIB

Alasan Warga Latin Pilih Donald Trump Ternyata Cukup Sederhana

Alasan Warga Latin Pilih Donald Trump Ternyata Cukup Sederhana

News | Jum'at, 08 November 2024 | 02:40 WIB

Dari Florida ke Gedung Putih: Perjalanan Trump Menuju Kemenangan Pilpres 2024

Dari Florida ke Gedung Putih: Perjalanan Trump Menuju Kemenangan Pilpres 2024

Video | Jum'at, 08 November 2024 | 12:00 WIB

Akurat! Kuda Nil Moo Deng Sudah Prediksi Donald Trump Bakal Menang Pemilu AS 2024

Akurat! Kuda Nil Moo Deng Sudah Prediksi Donald Trump Bakal Menang Pemilu AS 2024

Lifestyle | Kamis, 07 November 2024 | 15:11 WIB

Meski Kalah, Kamala Harris Janji Bakal Tetap Berjuang!

Meski Kalah, Kamala Harris Janji Bakal Tetap Berjuang!

News | Kamis, 07 November 2024 | 14:29 WIB

Trump dan Prabowo Sama-sama Suka Joget di Kampanye, Publik: Konsultan Politiknya Sama

Trump dan Prabowo Sama-sama Suka Joget di Kampanye, Publik: Konsultan Politiknya Sama

Tekno | Kamis, 07 November 2024 | 13:24 WIB

Donald Trump Klaim Kemenangan di Pilpres AS 2024, Sebut Ini Kemenangan Bersejarah

Donald Trump Klaim Kemenangan di Pilpres AS 2024, Sebut Ini Kemenangan Bersejarah

Video | Rabu, 06 November 2024 | 22:05 WIB

Donald Trump Menang di Pemilu AS, Pengamat: Amerika Serikat Tak Lagi Fokus ke Asia Tenggara

Donald Trump Menang di Pemilu AS, Pengamat: Amerika Serikat Tak Lagi Fokus ke Asia Tenggara

News | Rabu, 06 November 2024 | 18:59 WIB

Iran Berencana Serang Israel saat Pemilu AS Memanas

Iran Berencana Serang Israel saat Pemilu AS Memanas

Bisnis | Rabu, 06 November 2024 | 17:56 WIB

Terkini

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru

News | Rabu, 15 April 2026 | 23:00 WIB

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:23 WIB

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!

News | Rabu, 15 April 2026 | 22:00 WIB

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa

News | Rabu, 15 April 2026 | 21:06 WIB

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:53 WIB

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:43 WIB

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB