Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan

Siswanto | Deutsche Welle | Suara.com

Kamis, 12 November 2020 | 17:05 WIB
Perang Saudara, Dua Juta Penduduk Ethiopia Terancam Kelaparan
DW

Adapun penutupan bandar udara dan blokade terhadap semua jalan penghubung utama mempersulit ruang gerak penduduk untuk mengevakuasi diri. Sejak pekan lalu sambungan telepon dan internet sudah diputus pemerintah.

Kepala kantor bantuan kemanusiaan PBB di Addis Abeba, Sajjid mengeluhkan blokade jalan “menyulitkan tugas kami untuk memastikan pasokan bantuan kemanusiaan untuk hampir dua juta orang.”

“Sayangnya situasi ini mungkin tidak bisa diatasi oleh semua pihak dalam satu atau dua pekan,” tutur Sajjid.

“Kelihatannya ini akan jadi konflik yang panjang.”

Pemerintah federal Ethiopia dan pemerintah regional Tigray saling menyalahkan siapa yang memulai konflik. Masing-masing pihak menuduh pihak lain tidak memiliki mandat atau ilegal.

Konflik antaretnis di Ethiopia TPLF merupakan partai penyangga koalisi pemerintahan Ethiopia, sebelum langkah reformasi Abiy mengasingkan petinggi partai, dan memaksa TPLF meninggalkan koalisi.

Reformasi Abiy banyak dikritik karena dianggap mencederai konstitusi. Menurut UU Dasar Ethiopia, kekuasaan dibagi rata terhadap sembilan wilayah etnik, termasuk Tigray.

Sejak awal etnis Tigray bersikap skeptis terhadap seruan persatuan nasional yang digembar-gemborkan Abiy. Bagi kawasan berpenduduk lima juta orang itu, kekuasaan sang pemenang nobel lebih dianggap sebagai ancaman ketimbang harapan, lapor Financial Times, Maret tahun lalu.

Sejak mengusir rezim junta militer yang dibenci pada 1991 lalu, TPLF mendominasi politik lokal di Tigray. Hingga kini kelompok yang masih tercantum dalam Daftar Terorisme versi AS itu masih mempertahankan kekuatan tempurnya, dan sebab itu diyakini akan mampu menyeret pemerintah dalam perang tidak berkesudahan.

Kawasan Tigray saat ini diprediksi menampung seperempat juta gerilayawan bersenjata. Sementara dari enam divisi lapis baja militer Ethiopia, empat di antaranya berbasis di Tigray.

Mereka adalah sisa kekuatan tempur yang ditanam di kawasaan itu dalam perang di perbatasan dengan Eritrea.

PM Abiy sendiri membangun reputasi dunia sebagai juru damai antara lain berkat kiprahnya menyepakati gencatan senjata dengan jiran di utara.

Meski begitu, Eritrea hingga kini belum sepenuhnya berdamai dengan TPLF. Selasa (10/11) lalu, presiden Tigray menuduh Eritrea bersekongkol dengan pemerintah Ethiopia mendalangi serangan militer terhadap wilayahnya.

“Perangnya berlanjut ke ronde yang berbeda,” kata dia.

Pemerintah Ethiopia sendiri enggan mengomentari tuduhan tersebut. Sementara itu, Sudan meminta lembaga-lembaga bantuan PBB mempercepat respon terhadap arus pengungsi di provinsi Kassala dan Qadarif yang terletak di perbatasan Ethiopia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB